0
News
    Home Bangladesh COVID Sub Varian baru JN.1 Covid-19 Featured Kesehatan Pilihan

    Bangladesh laporkan subvarian COVID baru JN.1 - Antara news

    3 min read

     

    Bangladesh laporkan subvarian COVID baru JN.1

    19 Januari 2024 11:26 WIB
    Bangladesh laporkan subvarian COVID baru JN.1
    Ilustrasi - Sejumlah pengendara melintas di depan tumpukan masker yang tertata di pinggir jalan. ANTARA/Anadolu/am.
    Dhaka, Bangladesh (ANTARA) - Negara Asia Selatan, Bangladesh, telah mendeteksi sub-varian COVID-19 untuk pertama kalinya, kata otoritas kesehatan, Kamis (18/1).

    Sub-varian tersebut, JN.1, adalah strain omicron yang disebut "varian menarik" oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    JN.1 terdeteksi dalam uji sampel lima orang, dr. Tahmina Shireen, direktur Institut Epidemiologi, Pengendalian Penyakit, dan Penelitian pemerintah, mengonfirmasi kepada Anadolu.

    Strain tersebut terdeteksi setelah menguji sampel pasien COVID di dalam dan di luar ibukota Dhaka.

    Infeksi varian tersebut bisa meningkat lebih lanjut karena COVID mulai menyebar selama musim dingin, tambahnya, sambil mengatakan bahwa varian tersebut tidak mematikan.

    WHO mengonfirmasi jenis baru tersebut pada Desember lalu, menambahkan bahwa sub-varian itu dapat menyebar secara cepat tetapi tidak terlalu parah.

    Pada Kamis, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan melaporkan 18 kasus baru COVID-19.

    Sejak kasus pertama COVID-19 dikonfirmasi di Bangladesh pada Maret 2020, hampir 30.000 orang meninggal dunia, dan lebih dari dua juta orang dari 170 juta penduduk terinfeksi virus korona.

    Otoritas kesehatan pada Selasa mengatakan bahwa mereka akan memulai kampanye inokulasi COVID-19.

    Sebanyak 25 juta suntikan akan diberikan pada tahun 2024 dan 2025 melalui kampanye tersebut, termasuk dosis keempat pada populasi yang berisiko, menurut Kementerian Kesehatan Bangladesh.

    Sumber: Anadolu
    Baca juga: Bangladesh catat 1.276 kasus dan 266 kematian HIV sepanjang 2023
    Baca juga: Bangladesh persingkat masa karantina, turunkan usia penerima 'booster'
    Baca juga: Bangladesh memulai vaksinasi COVID-19 untuk pengungsi Rohingya

     

    Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
    Editor: Atman Ahdiat
    Copyright © ANTARA 2024

    Tags:
    Komentar
    Additional JS