Beban Biaya BPJS Kesehatan untuk DBD Capai Rp 1,3 Triliun - Beritasatu
Beban Biaya BPJS Kesehatan untuk DBD Capai Rp 1,3 Triliun

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama (Dirut) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Ali Ghufron Mukti melaporkan beban pembiayaan BPJS Kesehatan untuk penyakit demam berdarah dengue (DBD) mencapai Rp 1,3 triliun pada 2022. Jumlah ini meningkat tajam jika dibandingkan pada 2021.
ADVERTISEMENT
“BPJS Kesehatan mengeluarkan biaya dari Rp 626 miliar menjadi Rp 1,3 triliun di tahun 2022. Ini luar biasa banyak sekali,” imbuh Ghufron dalam diskusi publik “Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga terhadap Ancaman Dengue” di Hotel Manhattan, Jakarta, Rabu (17/1/2024).
Dikatakan Ghufron, ada beberapa hal yang menjadi penyebab meningkatnya beban pembiayaan BPJS Kesehatan untuk DBD. Pertama, jumlah kasus DBD yang seiring meningkat dari tahun ke tahun.
“Pada 2022 (kasus DBD) melonjak 98% dibandikan 2021 atau 143.184 kasus. Sedangkan angka kematiannya di data kami mencapai 1.236. Jadi, luar biasa besar,” tuturnya.
Kedua, tingkat kepercayaan masyarakat untuk menggunakan BPJS Kesehatan yang juga bertambah. Meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menggunakan BPJS Kesehatan tidak hanya berpengaruh pada DBD, namun juga penyakit lainnya secara keseluruhan.
Ghafur menambahkan, BPJS Kesehatan mengeluarkan biaya tambahan lebih dari Rp 40 triliun untuk biaya rumah sakit sepanjang 2023, termasuk DBD. Untuk itu, dia berharap pada tahun 2030 tidak ada kasus kematian akibat DBD.
“Kasusnya kan meningkat, jadi sekarang kepercayaan masyarakat terhadap BPJS juga meningkat tajam, utilisasinya meningkat sehingga 2023 BPJS mengeluarkan tambahannya saja untuk biaya rumah sakit, termasuk DBD, lebih dari Rp 40 triliun,” pungkasnya.
BPJS Kesehatan
DBD
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti terus berita terhangat dari Beritasatu.com via whatsapp