0
News
    Home Debat Capres Debat Capres-cawapres Featured Pemilu Pemilu 2024 Pilihan Pilpres Pilpres 2024

    Jelang Debat Terakhir, Ahli Minta Para Paslon Perhatikan Penyakit Menular - Inilah

    3 min read

     

    Jelang Debat Terakhir, Ahli Minta Para Paslon Perhatikan Penyakit Menular

    Oleh
    Share

    Capres no urut 01 Anies Baswedan dan Capres-Cawapres No Urut 02 Prabowo Subianto dan Capres-Cawapres No Urut 03 Ganjar Pranowo saat mengikuti Debat Capres ke 3 Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024). (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan).

    Dunia memperingati Hari Penyakit Tropik Terabaikan, atau yang lebih dikenal dengan World Neglected Tropical Diseases (NTD) Day yang jatuh setiap tanggal 30 Januari. NTD adalah sekelompok penyakit menular yang utamanya ditemukan di daerah tropis dan berhubungan dengan kemiskinan, lingkungan kotor dan masalah sosial ekonomi yang buruk. 

    NTD tidak banyak mendapat perhatian publik maupun pemerintah, padahal berdampak besar bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

    Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama, mengatakan pemerintah perlu meningkatkan upaya memberantas NTD di Indonesia. 

    Advertisement

    Ia menilai bahwa masih adanya NTD di Indonesia menunjukkan bahwa masih ada masalah kemiskinan dan ketimpangan sosial ekonomi yang belum terselesaikan.

    "Agak ironis kita dengar tentang Indonesia Emas 2045 tetapi penyakit menular yang berhubungan dengan kemiskinan masih bersama kita, dan karena WHO memang menyebutkan kelompok penyakit ini sebagai neglected, terabaikan," katanya kepada Inilah.com, Jakarta, Rabu (31/01/2024).

    Maka diharapkan para pasangan calon yang akan melakukan debat (yang salah satu topiknya adalah kesehatan) jangan sampai ikut-ikut juga mengabaikan penyakit penyakit ini," tambahnya.

    Baca Juga:

    Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI tersebut berharap para calon pemimpin bangsa mengenal NTD, tidak mengabaikannya, dan membuat program eliminasinya supaya jangan sampai di Indonesia Emas kelak masih saja ada penyakit-penyakit menular yang berhubungan dengan kemiskinan. Ia juga berharap kesehatan menjadi topik penting pada debat 4 Februari mendatang.

    "Kita perlu memastikan bahwa semua orang memiliki akses ke pencegahan, diagnosis dan pengobatan NTD. Kita juga perlu meningkatkan kerja sama lintas sektor untuk menangani faktor-faktor penyebab NTD, seperti sanitasi, air bersih, gizi, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Hanya dengan begitu, kita bisa mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan Indonesia Emas 2045," paparnya.

    Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada lebih dari 20 jenis NTD yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, toksin dan parasit. Beberapa contoh NTD adalah kusta, rabies, cacingan, kaki gajah, frambusia dan skabies. 

    Baca Juga:

    Di dunia, ada lebih dari 1 milyar orang yang terkena NTD dan lebih dari 1,6 milyar orang yang membutuhkan intervensi terhadap NTD.

    Indonesia termasuk salah satu negara yang masih menghadapi masalah NTD. Meskipun tidak ada data pasti mengenai prevalensi NTD di Indonesia, namun beberapa penyakit seperti kusta, rabies, kecacingan dan kaki gajah masih ditemukan di berbagai daerah, terutama di pedesaan. Indonesia juga merupakan salah satu dari sedikit negara yang masih memiliki kasus schistosomiasis, sebuah penyakit parasit yang menyerang usus dan saluran kemih.

    Komentar
    Additional JS