0
News
    Home BLT Featured Jokowi Pilihan

    Jokowi Salurkan BLT Rp11,25 Triliun di Februari 2024 untuk 18,8 Juta Keluarga - Sindo News

    2 min read

     

    Jokowi Salurkan BLT Rp11,25 Triliun di Februari 2024 untuk 18,8 Juta Keluarga

    Senin, 29 Januari 2024 - 18:53 WIB
    Jokowi Salurkan BLT Rp11,25 Triliun di Februari 2024 untuk 18,8 Juta Keluarga
    Pemerintah akan kembali menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) Rp200.000 per bulan kepada 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM) mulai Februari 2024. Foto/Dok
    A A A
    JAKARTA - Pemerintah akan kembali menyalurkan bantuan langsung tunai ( BLT ) Rp200.000 per bulan kepada 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM) mulai Februari 2024. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, bantuan ini diberikan hingga 3 bulan ke depan, yakni hingga Maret 2024.

    "Jumlahnya Rp200.000 per bulan dan sehingga tentu ini kita baru anggarkan yang disetujui Bu Menteri Keuangan dievaluasi 3 bulan," kata Menko Airlangga dalam Konferensi Pers Hasil High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (29/1/2024).

    Baca Juga
    Jokowi Sebar BLT Baru dari Januari-Maret 2024, Anggaran Disiapkan Rp11,25 Triliun


    Lebih lanjut, Airlangga menegaskan, bantuan kali ini berbeda dengan bantuan pangan yang telah diberikan pemerintah sebelumnya."Ini menggantikan program El Nino yang tahun kemarin diberikan pada akhir tahun kemarin sebesar Rp200 ribu per bulan. Pada waktu itu selama dua bulan atau Rp400 ribu," ujar Menko Airlangga.

    Baca Juga
    Anggaran BLT El Nino Tembus Rp7,52 Triliun, Menko Airlangga: PT Pos Jarang Salah Alamat


    Namun Menko Airlangga mengungkapkan, BLT kali ini berbeda dari bantuan pangan yang diberikan selama ini kepada 22 keluarga penerima manfaat (KPM) karena bansos kali ini diberikan secara tunai.

    "Biasanya masyarakat di bawah bertanya kenapa saya dapat beras, tapi tidak dapat BLT cash. Tentu dengan data yang berbeda itu tergantung kepada kemarin data yang dari Kemenko PMK," kata dia.
    Komentar
    Additional JS