0
News
    Home Australia Featured Pilihan Prabowo-Gibran

    Pakar Politik Australia: Prabowo-Gibran Tak Terbendung Jadi Presiden dan Wapres - Beritasatu

    3 min read

     

    Pakar Politik Australia: Prabowo-Gibran Tak Terbendung Jadi Presiden dan Wapres

    Kamis, 18 Januari 2024 | 23:24 WIB
    YP
    MF
    Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam kegiatan Penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggara Berintegritas (Paku Integritas) di Gedung Juang KPK, Rabu 17 Januari 2024.
    Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam kegiatan Penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggara Berintegritas (Paku Integritas) di Gedung Juang KPK, Rabu 17 Januari 2024. (Youtube/KPK RI)

    Jakarta, Beritasatu.com - Pakar dan Guru Besar Ilmu Politik Australian National University (ANU) Marcus Mietzner menilai, pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sudah tak terbendung lagi memenangi Pilpres 2024. Hal ini dikatakan Marcus merespons hasil survei Indikator Politik Indonesia periode 30 Desember 2023 hingga 6 Januari 2024.

    ADVERTISEMENT

    Dalam hasil survei Indikator tersebut, elektabilitas Prabowo-Gibran sebesar 45,79 persen, lalu disusul Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 25,47 persen, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD 22,96 persen.

    Marcus mengatakan hipotesis Prabowo-Gibran tak terbendung menjadi presiden dan wakil presiden berdasarkan beberapa hal berikut ini. Pertama, kata Marcus, selisih elektabilitas Prabowo-Gibran dengan kedua pesaingnya, Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud, sekitar 20 persen. Angka tersebut tergolong besar, apalagi jika merujuk dengan pilpres di negara lain, termasuk yang sebelumnya terjadi di Indonesia.

    "Saya rasa, itu harus dibaca dalam konteks komparatif. Kalau kita lihat pemilu-pemilu di seluruh dunia, kalau ada konstelasi angka seperti itu, rata-rata komentator akan bilang, 'Oh, ini sudah selesai'," ujar Marcus yang hadir sebagai narasumber di acara rilis survei Indikator Politik secara daring, Kamis (18/1/2024).

    ADVERTISEMENT

    Kedua, kata Marcus, selisih tingkat dukungan antara Prabowo-Gibran dengan pesaingnya dalam skenario dua paslon atau head to head meningkat menjadi 28 persen. "Masif sekali dan sulit (dikalahkan)," tandas Marcus.

    Ketiga, lanjut Marcus, hasil survei beberapa lembaga lain juga memiliki temuan serupa dengan hasil survei Indikator Politik Indonesia tersebut. Menurut dia, hal berbeda dengan Pilpres 2014 dan 2019.

    "Tidak seperti (Pilpres) 2014 (dan) 2019, lembaga survei yang bilang angka-angka kami sangat berbeda. Jadi, trennya sudah jelas, selisihnya jelas, dan itu disepakati oleh hampir semua lembaga survei yang mengeluarkan hasil," terang dia.

    "Jadi, kalau semua data itu dikumpulkan, sulit untuk dikatakan bahwa masih ada kemungkinan untuk orang lain (dilantik) jadi presiden selain Prabowo pada 20 Oktober tahun ini," imbuh dia.

    BACA JUGA

    Kendati demikian, Marcus tidak bisa memperkirakan apakah Pilpres 2024 akan berlangsung satu atau dua putaran. "Tidak ada saat ini yang bisa memastikan atau berspekulasi apakah satu putaran atau dua putaran," pungkas Marcus.

    Survei Indikator digelar 30 Desember hingga 6 Januari sebelum debat ketiga Pilpres 2024. Survei melibatkan basis 1.200 orang dari seluruh provinsi Indonesia. Survei dilakukan dengan metode wawancara tatap muka.

    Selain 1.200 sample, Indikator Politik juga melakukan penambahan responden di 13 Provinsi, yakni di Aceh, Sumut, Sumsel, Lampung, Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Banten, Bali, NTT, Sulut, dan Sulsel. Sehingga total responden menjadi 4.560.

    Berikut ini hasil survei Indikator: 
    - Prabowo-Gibran: 45,79
    - Anies-Cak Imin: 25,47%
    - Ganjar-Mahfud: 22,96%
    - Tidak Tahu: 5,78%

    Simulasi head to head
    1. Prabowo-Gibran versus Anies-Cak Imin
    -Prabowo-Gibran 57,8%
    - Anies-Cak Imin 29,5%
    - Tidak Tahu 12,7%

    2. Prabowo-Gibran versus Ganjar-Mahfud 
    - Prabowo-Gibran 56,1%
    - Ganjar-Mahfud 28,4%
    - Tidak Tahu 15,5%

    Komentar
    Additional JS