0
News
    Home Featured Kolang-kaling Kuliner Pangkalpinang Pilihan Romadhon

    Berkah Ramadan, Pembuat Kolang-kaling di Pangkalpinang Kebanjiran Pesanan - BeritaSatu

    2 min read

     Berkah Ramadan, Pembuat Kolang-kaling di Pangkalpinang Kebanjiran Pesanan

    Minggu, 31 Maret 2024 | 14:57 WIB

    Irwan Setiawan / NF

    Pangkalpinang, Beritasatu.com- Ramadan tidak hanya istimewa bagi orang yang berpuasa, tetapi juga mendatangkan keberkahan bagi pelaku UMKM. Salah satunya adalah usaha rumah kolang-kaling yang saat ini banjir pesanan.

    Saat Ramadan kolang-kaling banyak dicari masyarakat. Biasanya diolah untuk dijadikan menu yang takjil atau tambahan toping untuk makanan atau minuman.

    Misalnya, Jata Syafri, penjual kolang-kaling warga Puding Besar Kabupaten Bangka. Selama Ramadan dirinya kebanjiran pesanan buah tersebut.

    "Bulan puasa ini banyak peminatnya, kalau hari-hari biasa kurang peminatnya," kata Jata kepadaBeritasatu.com, Minggu (31/3/2024).

    Namun, untuk mendapatkan kolang-kaling yang berasal dari biji buah aren ini, memang tidak mudah dan butuh perjuangan ekstra.

    Ia menjelaskan, seusai dipetik dari pohon aren, buah yang akan dijadikan kolang-kaling dipisahkan terlebih dahulu, lalu dibawa ke samping pekarangan rumah warga untuk diolah secara gotong-royong.

    Kemudian buah aren direbus dalam drum, sekitar satu jam hingga air berwarna hitam yang berarti getah pada kolang-kaling sudah tidak lagi menempel.

    Setelah diangkat, tunggu hingga buah yang sudah direbus dingin, lalu dipotong bagian ujung buahnya agar mudah mencongkel kolang-kaling yang ada di dalamnya.

    Langkah selanjutnya, rendam kolang-kaling dengan air sembari diaduk-aduk hingga bersih. Terakhir, bungkus dan kolang-kaling siap dipasarkan.

    Produksi kolang-kaling tahunan ini juga membawa berkah bagi ibu rumah tangga setempat. Biasanya, mereka dilibatkan untuk mengupas buah aren dan mengambil kolang-kaling di dalamnya, dengan upah Rp 3.000 per kilogram.

    "Dari tahun ke tahun,ngupaskolang kaling , hasil sehari dapat 2,5 kilogram. Satu kilogramnya Rp 3.000. Dimulainya seusai salat zuhur baru kami bekerja" kata Nur Atikin, IRT pengupas kolang-kaling.

    Simak berita dan artikel lainnya di

    Google News

    Ikuti terus berita terhangat dari Beritasatu.com viawhatsapp Bagikan

    Komentar
    Additional JS