0
News
    Home Beruang Air Featured Pilihan

    Ilmuwan Yakin Beruang Air Punya Protein yang Bisa Membuat Manusia Panjang Umur - BeritaSatu

    2 min read

     

    Ilmuwan Yakin Beruang Air Punya Protein yang Bisa Membuat Manusia Panjang Umur

    Jumat, 29 Maret 2024 | 11:50 WIB
    Wahyu Sahala Tua / WS

    Tardigrade atau beruang air memiliki protein yang bisa membuat manusia panjang umur. (Smithsonian Magazine/IST)

    Jakarta, Beritasatu.com - Sekelompok ilmuwan dari University of Bristol di Inggris dan Washington University di Amerika Serikat meyakini tardigrade atau beruang air memiliki protein yang bisa membuat manusia panjang umur. Dikutip World Health, Jumat (29/3/2024) temuan itu telah dilaporkan ke jurnal Protein Science.

    Laporan itu diketahui merupakan upaya penelitian kemampuan tardigrade yang sangat baik dalam bertahan hidup. Selama matahari bersinar tardigrade tidak akan mudah mati.

    Ternyata menurut salah satu peniliti, Sanchez-Martinez, taligrade memiliki protein yang membuat mereka mampu bertahan dalam kondisi ekstrem. Protein dari makhluk-makhluk mikroskopis itu bisa memperlambat proses molekuler.

    "Protein itu jadi calon potensial dalam upaya memperlambat proses penuaan dan penyimpanan jangka panjang sel-sel manusia," jelas Sanchez-Marinet.

    Para peneliti yakin protein tardigrade dapat digunakan untuk membuat pengobatan yang menyelamatkan nyawa manusia. Protein itu bahkan bisa disimpan dalam jangka waktu panjang untuk kepentingan terapi berbasis sel dan memajukan penelitian sel punca.

    Kemampuan protein dari tardigrade memang mengesankan. Mereka dapat bertahan dalam ruang hampa angkasa, mengering sepenuhnya, membeku hingga sedikit di atas nol mutlak serta dipanaskan hingga lebih dari 300 derajat Fahrenheit. Protein yang sama bahkan mampu bertahan jika terkena radiasi beberapa ribu kali lebih dari yang sanggup ditahan manusia.

    Para peneliti kemudian mencoba menambahkan protein ini ke dalam sel manusia. Hasilnya justru sangat mengejutkan mereka karena adanya perubahan yang terjadi.

    "Mengejutkan, ketika kita memperkenalkan protein-protein ini ke dalam sel-sel manusia, mereka membentuk gel dan memperlambat metabolisme, sama seperti pada tardigrade," kata Sanchez-Martinez.

    Dia melanjutkan kerja protein itu pada manusia juga sama dengan tardigrade. Selpsel manusia menjadi biostasis yang membuatnya lebih tahan terhadap stres.

    "Ketika stres tersebut terlepas, gel tardigrade larut, dan sel-sel manusia kembali ke metabolisme normal mereka," kata Asisten Profesor Departemen Biologi Molekuler UW Boothby.

    "Temuan kami memberikan jalan untuk mengejar teknologi yang berpusat pada induksi biostasis dalam sel-sel dan bahkan organisme keseluruhan untuk memperlambat penuaan dan meningkatkan penyimpanan dan stabilitas," pungkas UW Boothby.

    Simak berita dan artikel lainnya di
    Google News

    Ikuti terus berita terhangat dari Beritasatu.com via whatsapp

    Bagikan
    Komentar
    Additional JS