Produsen Kue Kering di Bandar Lampung Tetap Optimistis Hadapi Kenaikan Harga Bahan Baku - BeritaSatu
Produsen Kue Kering di Bandar Lampung Tetap Optimistis Hadapi Kenaikan Harga Bahan Baku

Sabtu, 30 Maret 2024 | 06:20 WIB
Triyono / RZL
Pekerja sedang mencetak kue kering di di rumah produksi kue kering milik Hasan Kurniawan di Kelurahan Sawah Brebes, Kecamatan Tanjung Karang Timu Bandar Lampung, Lampung, Jumat, 29 Maret 2024. (Beritasatu.com/Triyono)
Lampung, Beritasatu.com - Produsen kue kering di Bandar Lampung tetap bersemangat memenuhi pesanan untuk Hari Raya Lebaran 2024 meski menghadapi kenaikan harga bahan baku. Meskipun jumlah pesanan tidak meningkat, produsen kue kering tersebut optimistis akan mendapatkan keuntungan dari berbagai jenis produknya.
Aktivitas usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pembuatan kue kering di Bandar Lampung itu telah meningkat sejak awal Ramadan menjelang Hari Raya Lebaran 2024. Di salah satu rumah produksi kue kering di Jalan Arjuna, Kelurahan Sawah Brebes, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung, puluhan pekerja, yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga, terlihat sibuk dalam proses produksi.
Para pekerja ini dengan cekatan mencetak dan membuat adonan kue kering, termasuk kue lidah kucing, di rumah produksi milik Hasan Kurniawan (52 tahun). Dengan kehadiran 15 pekerja, rumah produksi ini mampu menghasilkan sekitar 134 kilogram kue kering setiap harinya.
Meskipun pesanan kue kering menurun drastis sejak dua tahun terakhir, rumah produksi ini tetap berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan. Hasan Kurniawan mengakui tingginya harga bahan baku, terutama gula, telah memberikan dampak yang signifikan.
"Untuk tahun ini kita tunggu orderan yang masuk dulu, jadi kita enggak mau sembarangan karena memang kondisi banyak bahan yang mengalami kenaikan harga," kata Hasan Kurniawan saat ditemui di rumah produksi kue keringnya, Jumat (29/3/2024).
Harga gula yang naik sebesar Rp 150.000 per sak ukuran 50 kilogram membuatnya kesulitan untuk menaikkan harga jual kue kering. Namun, Hasan memilih untuk tidak menaikkan harga demi mempertahankan pelanggan.
Hasan juga membatasi produksi kue kering sesuai pesanan pelanggan untuk mengatasi kenaikan harga bahan pokok. Meskipun demikian, ia menegaskan kualitas kue keringnya tetap terjaga tanpa mengurangi bahan.
Meski pesanan menurun, Hasan tetap bersyukur karena masih ada pelanggan yang memesan produknya. Dia berharap untuk tetap mempertahankan kualitas dan menjaga kepercayaan pelanggan meskipun menghadapi tantangan harga bahan baku yang meningkat.
"Iya bersyukur saja masih ada yang masuk orderannya, tetapi memang jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya memang jauh menurun," ujar Hasan.
Selama ini, kue kering produksinya telah dipasarkan hingga ke Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 35.000 per 500 gram, tergantung jenisnya. Hasan berencana untuk menghentikan produksi kue kering lima hari sebelum Lebaran setelah memenuhi pesanan pelanggan.
Simak berita dan artikel lainnya di
Google News
Ikuti terus berita terhangat dari Beritasatu.com via whatsapp
Bagikan