Cegah Pneumonia pada Anak: Pentingnya Imunisasi, ASI Eksklusif, dan Penghindaran Asap Rokok - Universitas Airlangga,
Cegah Pneumonia pada Anak: Pentingnya Imunisasi, ASI Eksklusif, dan Penghindaran Asap Rokok
- 10:17 am

Pneumonia adalah salah satu penyakit infeksi yang paling mematikan bagi anak-anak di bawah lima tahun, hanya kalah oleh diare. Di Indonesia, pneumonia menyebabkan kematian 740.180 anak di bawah lima tahun setiap tahunnya. Beberapa faktor yang dapat memperparah keparahan pneumonia pada anak adalah status imunisasi dasar, riwayat pemberian ASI eksklusif, dan paparan asap rokok.
Menurut data WHO, pneumonia merupakan penyakit radang paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur. Di Indonesia, pneumonia menjadi penyebab utama kematian pada anak di bawah lima tahun. Di Jawa Timur, tercatat 144.170 kasus pneumonia pada anak di bawah lima tahun. Di RS Soewandhie, Surabaya, dilakukan penelitian untuk menganalisis hubungan antara status imunisasi dasar, riwayat ASI eksklusif, dan paparan asap rokok dengan keparahan pneumonia pada anak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak mengalami pneumonia (65,7%), sementara 34,3% lainnya mengalami pneumonia berat. Analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara status imunisasi dasar (p=0,632), riwayat ASI eksklusif (p=0,530), dan paparan asap rokok (p=0,618) dengan tingkat keparahan pneumonia pada anak di bawah lima tahun.
Ketidakhubungan antara status imunisasi dasar dan keparahan pneumonia sejalan dengan penelitian sebelumnya. Meskipun imunisasi dapat mencegah pneumonia, efektivitasnya bisa dipengaruhi oleh kondisi komorbid seperti penyakit jantung bawaan dan anemia yang dapat mengurangi respons imun anak terhadap vaksin.
Tidak adanya hubungan signifikan antara riwayat ASI eksklusif dan keparahan pneumonia juga konsisten dengan beberapa studi sebelumnya. Meskipun ASI eksklusif diketahui memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk penurunan risiko infeksi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ASI eksklusif tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan keparahan pneumonia.
Paparan asap rokok yang tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan keparahan pneumonia dalam penelitian ini mungkin disebabkan oleh faktor lain seperti berat lahir rendah dan prematuritas yang lebih dominan mempengaruhi keparahan pneumonia. Beberapa studi lain memang menemukan peningkatan risiko pneumonia berat pada anak yang terpapar asap rokok, tetapi hasil penelitian ini tidak mendukung temuan tersebut.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara status imunisasi dasar, riwayat ASI eksklusif, dan paparan asap rokok dengan keparahan pneumonia pada anak di bawah lima tahun di RS Soewandhie. Penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar dan mempertimbangkan faktor-faktor lain dianjurkan untuk memahami lebih lanjut determinan keparahan pneumonia pada anak.
Penulis:
Pionera Seconda Giyanti Putri, Astika Gita Ningrum, Isnin Anang MarhanaUntuk informasi lebih lanjut bisa diakses melalui link berikut: