0
News
    Home Featured Jember Kesehatan Kusta Pilihan

    Jember Darurat Kusta, Anak-anak Jadi Korban Terbanyak - Viva

    3 min read

     

    Jember Darurat Kusta, Anak-anak Jadi Korban Terbanyak

    Minggu, 11 Agustus 2024 - 09:37 WIB

    JemberVIVA Banyuwangi –Kabupaten Jember kembali menyita perhatian setelah terungkap data mengenai kasus kusta yang cukup tinggi. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan, Jember menempati posisi keempat di Jawa Timur dengan jumlah penderita kusta terbanyak.

    Lebih mengkhawatirkan lagi, kasus kusta di Jember didominasi oleh anak-anak usia 0-14 tahun.

    "Hingga Juli 2024, ada 56 kasus baru di Jember, dan mayoritas adalah anak-anak," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jember, dr. Rita Wahyuningsih.

    Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Pasalnya, kusta merupakan penyakit menular yang dapat menyebabkan cacat jika tidak segera ditangani.

    Penyebab utama penyakit ini adalah bakteri Mycobacterium Leprae yang biasanya menyerang saraf tepi, kulit, dan organ tubuh lainnya.

    Lima Kecamatan Jadi Sorotan

    Beberapa kecamatan di Jember memiliki angka kasus kusta yang lebih tinggi dibandingkan kecamatan lainnya.

    Kecamatan Tanggul, Puger, Ajung, dan Sumberbaru menjadi fokus perhatian karena masih memiliki angka prevalensi kusta di atas rata-rata.

    "Faktor lingkungan yang kurang bersih dan sanitasi yang buruk menjadi penyebab tingginya angka kasus kusta di beberapa kecamatan tersebut," tambah dr. Rita.

    Upaya Pencegahan dan Pengobatan

    Pemerintah Kabupaten Jember telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah kusta ini.

    Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain:

    - Deteksi Dini:

    Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama pada kelompok berisiko tinggi.

    - Pengobatan:

    Memberikan pengobatan gratis kepada penderita kusta.

    - Sosialisasi:

    Melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya kusta dan cara pencegahannya.

    - Peningkatan Sanitasi:

    Membenahi infrastruktur sanitasi di daerah-daerah yang masih kurang.

    Meskipun demikian, dr. Rita menegaskan bahwa upaya pencegahan dan pengobatan kusta tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja.

    Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala-gejala kusta.

    Pentingnya Kesadaran Masyarakat

    Kusta adalah penyakit yang dapat disembuhkan jika ditangani sejak dini.

    Namun, stigma negatif yang masih melekat pada penyakit ini seringkali membuat penderita enggan untuk mencari pengobatan.

    "Kusta bukan penyakit kutukan atau penyakit keturunan," tegas dr. Rita.

    "Dengan pengobatan yang tepat, penderita kusta dapat sembuh total dan menjalani kehidupan normal kembali," imbuhnya.

    Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit kusta.

    Dengan begitu, penderita kusta tidak lagi merasa terisolasi dan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan untuk menjalani pengobatan.

    Komentar
    Additional JS