0
News
    Home Cacar Monyet Featured Kesehatan Pilihan Vaksin Cacar Monyet Vaksin mpox MVA-BN WHO

    Vaksin mpox MVA-BN jadi produk yang pertama masuk prakualifikasi WHO - ANTARA News Kalimantan Barat

    7 min read

     

    Vaksin mpox MVA-BN jadi produk yang pertama masuk prakualifikasi WHO - ANTARA News Kalimantan Barat

    Sabtu, 14 September 2024 13:13

    ilustrasi - Seorang ilmuwan sedang meneliti vaksin mpox. ANTARA/Anadolu/PY/am.

    Jenewa (ANTARA) - Vaksin MVA-BN produksi Bavarian Nordic menjadi vaksin mpox (cacar monyet) pertama yang akan ditambahkan ke daftar prakualifikasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata badan kesehatan PBB tersebut, Jumat.

    "Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan vaksin MVA-BN sebagai vaksin pertama melawan mpox yang akan ditambahkan ke daftar prakualifikasi," menurut pernyataan.

    WHO mengatakan vaksin buatan produsen Denmark itu dapat diberikan untuk orang berusia 18 tahun ke atas dalam dua dosis dengan selisih waktu empat pekan.

    Setelah dikeluarkan dari pendingin, vaksin dapat disimpan pada suhu 2–8°C selama hingga delapan pekan.

    "Prakualifikasi vaksin mpox pertama ini menjadi sebuah langkah penting dalam upaya kami melawan penyakit tersebut, baik dalam konteks wabah di Afrika saat ini, maupun di masa mendatang," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

    Menurut Ghebreyesus, perlu dilakukan segera peningkatan pengadaan, donasi dan peluncuran vaksin untuk memastikan akses yang adil terhadap vaksin di tempat-tempat yang paling membutuhkan.

    Pada pertengahan Agustus, Ghebreyesus menyatakan wabah mpox di Afrika sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

    Mpox, atau dikenal sebagai cacar monyet, adalah penyakit menular langka yang juga dapat ditularkan antar manusia.

    Biasanya, penyakit ini ringan dan kebanyakan orang sembuh dalam beberapa pekan, namun pada sebagian orang mungkin bisa juga mengalami komplikasi.

    Gejala awal mpox meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, pembesaran kelenjar getah bening, menggigil, dan kelelahan. Ruam juga dapat muncul, biasanya dimulai di wajah dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.

    Sumber: Sputnik-OANA

     

    Pewarta: Asri Mayang Sari

    Uploader : Admin Antarakalbar

    COPYRIGHT © 2024 ANTARA News Kalimantan Barat

    Terkait

    Baca Juga

    Terpopuler

    Komentar
    Additional JS