0
News
    Home Featured Jenang Sumsum Kuliner Solo

    Sejarah Jenang Sumsum, Kudapan Legendaris Solo Raya yang Punya Makna Mendalam - Tribunsolo

    8 min read

     

    Sejarah Jenang Sumsum, Kudapan Legendaris Solo Raya yang Punya Makna Mendalam - Tribunsolo.com

    Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwon

    Sajian Sedap
    KULINER LEGEND SOLO - Bubur Sumsum dipotret di Jakarta beberapa waktu lalu. Inilah sejarah bubur sumsum yang jadi kuliner legendaris di Solo. 

    TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Bubur sumsum atau jenang sumsum merupakan salah satu kudapan tradisional yang sangat identik dengan budaya Jawa.

    Jenang sumsum adalah salah satu makanan yang menjadi simbol tradisi dan budaya di Solo Raya, Jawa Tengah.

    Tiap ada event tradisional maupun kebudayaan, jenang sumsum ini tersaji.

    Misal di acara pernikahan atau acara-acara keraton.

    Dinamakan bubur sumsum karena warnanya yang putih menyerupai sumsum tulang.

    Sesuai dengan literatur Kompas.com (17 November 2022), bubur sumsum dibuat dari bahan dasar tepung beras yang diolah hingga memiliki tekstur kental dan sedikit kenyal.

    Biasanya, bubur ini disajikan dengan kuah gula jawa yang manis dan legit, menambah kenikmatan saat disantap.

    Rekomendasi Untuk Anda
    5 Rekomendasi Kuliner Enak di Dekat Solo Safari Jateng, Ada Menu Unik yang Siap Goyang Lidah

    Sejarah Bubur Sumsum

    Selain kelezatannya, bubur sumsum juga menyimpan sejarah yang menarik.

    Pada masa penjajahan Belanda di abad ke-17, tanah-tanah rakyat banyak yang dirampas, sehingga rakyat kehilangan sumber penghasilan dan kesulitan membeli beras.

    Dalam kondisi tersebut, bubur sumsum menjadi alternatif makanan pengganti yang terjangkau.

    Lebih jauh, bubur sumsum juga memiliki makna sosial sebagai simbol ucapan terima kasih.

    Di berbagai hajatan besar seperti pernikahan dan sunatan, bubur sumsum sering disajikan kepada para tamu atau orang yang membantu acara sebagai tanda apresiasi sekaligus sebagai makanan pengembalian tenaga setelah bekerja keras.

    Jenang, Sarapan Tradisional Khas Jawa Tengah dan Timur

    Jenang adalah makanan tradisional yang serupa dengan bubur sumsum, dan juga menjadi bagian penting dalam kuliner Jawa, khususnya di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur seperti Kota Solo.

     Jenang biasanya dimakan sebagai sarapan pengganjal sebelum makan siang karena rasanya yang manis dan cukup mengenyangkan.

    Berikut rekomendasi tempat makan jenang di Solo yang bisa kamu kunjungi:

    1. Jenang "Depan RS Brayat"

    - Lokasi: Jalan Dr. Setiabudi No. 103, Mangkubumen, Banjarsari

    - Jam buka: 10.00 - 14.30 WIB setiap hari

    - Menu: Jenang Sumsum, Grendul, Pati Garut, Mutiara

    - Harga: Sekitar Rp 6.000

    - Catatan: Berada di pinggir jalan, mudah ditemukan, bisa makan di tempat

    2. Jenang Bu Hartono

    - Lokasi: Jalan Kapten Piere Tendean No. 178, Nusukan, Banjarsari

    - Suasana: Tempat luas dengan nuansa jadul

    - Menu: Jenang Kolak, Jenang Ketan Hitam, Es Jenang, Jenang Sumsum

    - Harga: Rp 7.000 - Rp 11.000

    3. Jenang Ayu

    - Lokasi: Jalan Monginsidi No. 95, Kestalan, Banjarsari

    - Jam buka: 07.00 - 13.30 WIB setiap hari

    - Menu: Sumsum, Mutiara, Ketan Hitam, Rangrang

    - Harga: Rp 7.000 - Rp 13.000

    4. Bebek & Jenang Laweyan Omi

    - Lokasi: Jalan Dr. Rajiman No. 456, Bumi, Laweyan

    - Jam buka: 10.00 - 18.00 WIB (kecuali Senin)

    - Menu: Jenang Campur, Jenang Sagu, Jenang Sumsum, Jenang Mutiara

    - Harga: Rp 7.000 - Rp 9.000

    - Catatan: Tempat luas cocok untuk makan bersama keluarga

    5. Warung Makan Bu Hartono

    - Lokasi: Jalan Demak Bintoro 1, Nusukan, Banjarsari

    - Jam buka: 07.00 - 15.30 WIB setiap hari

    - Menu: Jenang Mutiara, Jenang Sumsum, Jenang Garut, Jenang Kolak

    - Harga: Sekitar Rp 6.000

    - Catatan: Ruangan luas, makan di tempat tersedia

    (*)

    Komentar
    Additional JS