0
News
    Home Featured Kuliner Sate Ayam Wonogiri

    Sejarah Sate Ayam Pak Kabul Wonogiri: Berawal Jual Keliling Tahun 1983, Kini jadi Kuliner Legendaris - Tribunsolo

    6 min read

     

    Sejarah Sate Ayam Pak Kabul Wonogiri: Berawal Jual Keliling Tahun 1983, Kini jadi Kuliner Legendaris - Tribunsolo.com

    Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono 

    TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
    KULINER LEGENDARIS WONOGIRI - Sate Ayam Pak Kabul di Jalan Salak 3, Lingkungan Gerdu, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Begini sejarah Sate Ayam Pak Kabul yang legendaris. 

    TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, ada beberapa rumah makan legendaris yang sudah bertahan selama berpuluh-puluh tahun.

    Salah satu warung sate yang melegenda di Wonogiri adalah Sate Ayam Pak Kabul.

    Bagi warga Wonogiri, tidak perlu jauh-jauh ke Ponorogo untuk menikmati kelezatan sate ayam khas daerah tersebut.

    Sebab, Sate Ayam Pak Kabul yang terletak di Jalan Salak 3, Lingkungan Gerdu RT 03, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, juga tak kalah soal rasa dan kualitasnya.

    Didirikan sejak tahun 1983, warung ini awalnya dijajakan keliling oleh Pak Kabul, seorang perantau asli Ponorogo, sebelum akhirnya menetap dan membuka warung di lokasi sekarang.

    Meskipun Pak Kabul telah tiada, usaha ini kini diteruskan oleh anak dan menantunya.

    Sekarang sudah generasi kedua yang mengelola bisnis makanan ini.

    Ciri khas sate ayam Pak Kabul terletak pada potongan dagingnya yang besar dan bumbu kacangnya yang kental serta legit.

    Tak seperti sate pada umumnya, bumbu kacang di sini dibuat sepenuhnya dari kacang tanah pilihan, tanpa campuran tepung atau bahan pengawet, menciptakan cita rasa yang kuat namun tetap seimbang.

     "Kalau sate Ponorogo bedanya potongan dagingnya lebih besar, sama bumbunya yang dibuat sepenuhnya dari kacang," jelas Feri Mardianto, menantu Pak Kabul beberapa waktu lalu.

    Menu, Harga, dan Pilihan Porsi

    Menu utama di warung ini adalah sate ayam, dengan pilihan lauk tambahan seperti uritan, ati, dan telur ayam muda.

    Pelanggan juga bisa memilih karbohidrat berupa nasi putih atau lontong.

    Beberapa pilihan harga di warung ini antara lain:

    - Sate ayam (10 tusuk, campur daging, ati, dan uritan) + lontong/nasi: Rp27.000

    - Sate uritan (10 tusuk): Rp40.000

    - Lontong atau nasi saja: Rp5.000

    - Paket hemat (5 tusuk sate + lontong): Rp18.000

    Yang menarik, pelanggan bisa request tingkat kematangan sate, misalnya dibakar lebih garing, tanpa membuat bagian dalamnya kering.

    Tambahan cabai rawit dan bawang merah segar membuat pengalaman makan semakin lengkap, terutama bagi pencinta pedas.

    Rasa yang Bikin Ketagihan, Pelanggan dari Luar Daerah

    Soal rasa, pelanggan tak ragu memberikan pujian.

    Setiap hari, warung ini bisa menghabiskan antara 1.000 hingga 1.500 tusuk sate, dan sebelum pandemi, jumlahnya bahkan bisa tembus 3.000 tusuk per hari.

    Sate Ayam Pak Kabul tak hanya digemari warga lokal, tetapi juga menjadi tujuan kuliner bagi pengunjung dari luar kota seperti Sukoharjo, Solo, dan daerah sekitar.

    “Kalau di sini semua produksi sendiri, mulai dari ayam, bumbu hingga lontong. Kita juga bisa menerima pesanan dalam porsi besar,” tambah Feri.

    Jam Buka dan Lokasi

    Warung Sate Ayam Pak Kabul buka setiap hari mulai sore hingga malam hari, dan selalu ramai, terutama pada akhir pekan.

    Lokasinya sangat mudah dijangkau, hanya sekitar 50 meter ke utara SDN 6 Wonogiri, berada di Jalan Salak 3, pusat kota Wonogiri.

    Atau jika dari Alun-alun Wonogiri menuju Sate Ayam Pak Kabul hanya membutuhkan waktu 1 menit.

    (*)

    Komentar
    Additional JS