0
News
    Home Featured Jantung Kesehatan Spesial Tips & Tricks

    13 Tanda Sakit Jantung yang Terlihat dari Kulit, Hati-hati Jika Ada Lebam - Hai Bunda

    6 min read

     

    13 Tanda Sakit Jantung yang Terlihat dari Kulit, Hati-hati Jika Ada Lebam


    Arina Yulistara   |   HaiBunda

    Sabtu, 27 Apr 2024 22:00 WIB

    Ilustrasi sakit jantung/ Foto: Getty Images/MTStock Studio
    Daftar Isi

    Khawatir suami atau orangtua punya penyakit jantung? Pahami tanda sakit jantung yang bisa terlihat dari kulit, hati-hati jika ada lebam atau warna kebiruan pada kulit.

    Jantung merupakan organ vital yang berperan penting dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Menjaga kesehatan jantung sangatlah penting untuk mencegah berbagai penyakit berbahaya, termasuk penyakit jantung.

    Salah satu cara untuk mengetahui kesehatan jantung dengan memperhatikan tanda-tanda yang muncul di kulit. Jika Bunda sudah waspada dengan tanda yang muncul maka segera pergi ke dokter.

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Ingat, serangan jantung yang tidak tertangani bisa membahayakan nyawa hanya dalam hitungan menit. Berikut tanda-tanda sakit jantung yang bisa terlihat dari kulit.

    Baca Juga :

    Tanda sakit jantung dari kulit

    Berikut tanda sakit jantung yang bisa dilihat dari kulit.

    1. Perubahan warna kulit

    Kulit pucat, kebiruan, atau abu-abu bisa menjadi tanda bahwa jantung tidak memompa cukup darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti gagal jantung, penyakit katup jantung, atau penyempitan arteri.

    Kulit, bibir, dan dasar kuku mungkin terlihat kebiruan. Hal ini terjadi ketika terjadi penurunan kadar oksigen dalam darah, yang bisa menjadi tanda gagal jantung atau kelainan jantung bawaan.

    2. Tampak ada lebam atau ruam

    Noda merah atau ungu pada kaki, terutama di pergelangan kaki dan tungkai bawah, bisa menjadi tanda penumpukan darah di kaki akibat gagal jantung. Hal ini bisa terlihat seperti lebam atau ruam.

    3. Kaki bengkak

    Pembengkakan kaki dan pergelangan kaki bisa menjadi tanda bahwa jantung tidak memompa cukup darah secara efektif. Hal ini bisa terjadi karena berbagai kondisi, seperti gagal jantung, penyakit ginjal, atau penyakit hati.

    Mengutip dari American Academy of Dermatology Association, banyak penyakit jantung menyebabkan cairan menumpuk di kaki dan tungkai bawah. Saat cairan menumpuk, Bunda mungkin melihat pembengkakan yang bisa meluas hingga ke kaki bagian atas dan selangkangan.

    4. Kulit kering dan bersisik

    Kulit kering dan bersisik bisa menjadi tanda bahwa tubuh tidak mendapatkan cukup aliran darah. Hal ini bisa terjadi karena berbagai kondisi, seperti diabetes, penyakit arteri perifer, atau dehidrasi.

    5. Xantoma

    Xanthomas merupakan timbunan lemak yang dapat muncul sebagai benjolan kekuningan pada kulit. Hal ini dapat dilihat pada orang dengan kadar kolesterol tinggi yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

    6. Ruam yang gatal

    Ruam kulit yang gatal, terutama pada batang tubuh, bisa menjadi tanda alergi obat yang digunakan untuk mengobati penyakit jantung.

    7. Petechiae

    Ini adalah bintik-bintik kecil berwarna merah atau ungu yang muncul ketika pendarahan terjadi di bawah kulit. Hal ini bisa menjadi tanda endokarditis infektif, yaitu infeksi serius pada katup jantung.

    8. Pertumbuhan kulit warna oranye

    Jika melihat pertumbuhan berwarna oranye kekuningan di kulit Bunda, mungkin ada timbunan kolesterol di bawah kulit. Endapan yang tidak menimbulkan rasa sakit ini dapat muncul di banyak area, termasuk sudut mata, garis di telapak tangan, atau bagian belakang kaki bawah.

    Kalau Bunda melihat pertumbuhan ini di area kulit mana pun, temui dokter. Bunda mungkin memerlukan tes kolesterol atau tes kesehatan lainnya. 

    Kadar kolesterol yang tidak sehat memerlukan pengobatan untuk mencegah penyakit jantung yang mengancam jiwa. Mengontrol kadar kolesterol Bunda juga dapat membantu membersihkan pertumbuhan pada kulit. Jika pertumbuhannya tidak hilang, dokter kulit bersertifikat dapat mengobatinya.

    9. Perubahan pada kuku

    Perubahan pada kuku, seperti menjadi biru, coklat, atau hitam, bisa menjadi tanda penyakit jantung bawaan atau penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK). Ini mengacu pada pembesaran ujung jari dan pembulatan kuku. Hal ini sering dikaitkan dengan rendahnya kadar oksigen dalam darah dalam jangka panjang. 

    10. Garis merah atau ungu pada kulit

    Garis-garis merah atau ungu pada kulit, terutama di bawah kuku atau telapak tangan bisa menjadi tanda perdarahan vaskulitis, yaitu peradangan pembuluh darah. Mereka muncul dalam pola yang menyerupai jaring laba-laba, jadi disebut spider veins.

    Hal ini dapat dikaitkan dengan jenis cacat katup jantung atau penyakit hati tertentu. Secara tidak langsung dapat mempengaruhi fungsi jantung.

    11. Benjolan kulit yang nyeri di jari tangan, kaki, atau keduanya

    Benjolan yang nyeri pada jari kaki disebut kelenjar Osler. Jika Bunda menderita infeksi jantung yang disebut endokarditis infektif, benjolan yang menyakitkan ini dapat timbul di jari tangan, kaki, atau kedua tempat tersebut.

    Benjolan dapat bertahan selama beberapa jam hingga beberapa hari. Meskipun bisa hilang dengan sendirinya, Bunda memerlukan pengobatan untuk infeksinya. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri, seringkali antibiotik dapat mengobatinya. Namun terkadang pembedahan juga diperlukan.

    12. Munculnya benjolan merah atau ungu pada kulit

    Munculnya benjolan merah atau ungu di bawah kulit yang dikenal sebagai nodul piogenik. Ini bisa menjadi tanda endokarditis infektif, yaitu infeksi pada katup jantung. 

    13. Kulit pucat dan dingin

    Kulit menjadi pucat dan dingin bisa menjadi tanda syok kardiogenik, yaitu kondisi di mana jantung tidak memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

    Jika Bunda mengalami salah satu tanda-tanda sakit jantung, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

    Berikut beberapa tips untuk menjaga kesehatan jantung:

    • Konsumsi makanan yang sehat dan seimbang
    • Olahraga secara teratur
    • Menjaga berat badan ideal
    • Berhenti merokok
    • Mengelola stres
    • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin
    Pilihan Redaksi
    Komentar
    Additional JS