0
News
    Home Featured Ilmu Pengetahuan Spesial Tips & Tricks Ular

    5 Jenis Ular yang Sering Masuk Rumah dan Cara Mencegahnya - Gaya Hidup Bloomberg Technoz

    9 min read

     

    5 Jenis Ular yang Sering Masuk Rumah dan Cara Mencegahnya - Gaya Hidup



    Bloomberg Technoz, Jakarta - Ular kerap kali menjadi tamu tak diundang di rumah-rumah warga Indonesia. Dari sekadar melata di halaman hingga menyelinap masuk ke kamar mandi, fenomena ini bukanlah hal baru. Beberapa kasus bahkan melibatkan ular berbisa yang jelas berbahaya bagi manusia.

    Mengapa ular bisa masuk rumah? Jawabannya beragam, mulai dari mencari mangsa, kehangatan, hingga tempat bersembunyi yang aman. Kehadiran ular seringkali dipicu oleh lingkungan rumah yang mendukung, seperti keberadaan tikus, burung, atau sisa makanan yang menarik mangsa ular.

    Laporan penelitian Ira Khoerunisa, dkk. dari IPB University dalam Media Konservasi Vol.26 No.3 Desember 2021 menyebut, limbah rumah tangga dapat memancing hewan sinantropik seperti tikus dan burung ke permukiman. Kehadiran mangsa inilah yang membuat ular semakin berani masuk mendekati rumah.

    5 Jenis Ular yang Sering Masuk Rumah

    1. Ular Kobra Jawa

    Ilustrasi Ular Kobra Jawa (Diolah)

    Ular kobra jawa (Naja sputatrix) menjadi spesies paling sering ditemukan di wapermukiman, khususnya Pulau Jawa. Dengan panjang mencapai 1,5 meter, ular ini sangat berbahaya karena memiliki bisa kuat yang bisa menyembur hingga dua meter.

    Warnanya hitam mengilap dengan bagian bawah leher lebih terang. Ular sendok, begitu ia disebut, sering muncul di sekitar rumah yang banyak tikusnya. Jika tidak hati-hati, pertemuan dengan ular ini bisa berakibat fatal.

    • Kenali Jenis Gula & Tips Konsumsi Tanpa Cemas Diabetes

    Sanca batik (Malayopython reticulatus) dikenal sebagai ular besar namun sering ditemukan di area rumah. Kasus paling umum adalah ular ini berdiam di plafon rumah untuk memangsa tikus atau hewan kecil lainnya.

    Meski tidak berbisa, ukuran tubuhnya yang besar membuat ular ini berbahaya. Sanca juga kerap ditemukan di saluran air atau bahkan kandang ternak milik warga. Kehadirannya bisa menimbulkan kepanikan besar di pemukiman padat penduduk.

    1. Ular Weling

    Ular weling (Bungarus candidus) adalah ular berbisa dengan ciri belang hitam putih. Ular ini sering ditemukan di lingkungan rumah di berbagai daerah di Indonesia.

    Meski ukurannya tidak sebesar sanca, weling jauh lebih berbahaya karena bisanya mematikan. Pergerakannya senyap, sehingga warga kerap tidak menyadari kehadirannya sampai terlambat.

    1. Ular Welang

    Saudara dekat weling, yaitu ular welang (Bungarus fasciatus), juga sering menyelinap ke rumah. Bedanya, belang welang berwarna hitam kuning sehingga mudah dikenali.

    Seperti weling, welang juga berbisa kuat. Ular ini kerap masuk melalui saluran air atau celah sempit, sehingga penghuni rumah perlu ekstra waspada.

    1. Ular Jali atau Koros

    Ilustrasi ⁠Ular Jali atau Koros (Diolah)

    Ular jali (Ptyas korros) aktif berburu pada siang hari. Ia sering masuk rumah lewat pepohonan, celah plafon, hingga saluran air.

    Meski tidak berbisa, ular jali tetap menakutkan karena pergerakannya cepat dan ukurannya bisa cukup besar. Ular ini memangsa tikus, katak, hingga kadal, sehingga rumah dengan populasi hewan kecil tinggi lebih rentan didatanginya.

    Mengapa Ular Masuk ke Rumah?

    Kehadiran ular di permukiman tidak lepas dari faktor lingkungan. Ada tiga alasan utama ular masuk rumah:

    • Mencari Mangsa

    Keberadaan tikus, kadal, burung kecil, atau katak di rumah dapat memancing ular. Rumah dengan sampah organik menumpuk atau makanan yang tercecer lebih berisiko karena menarik hewan-hewan kecil.

    • Mencari Kehangatan

    Ular termasuk hewan berdarah dingin. Saat malam hari atau musim hujan, mereka sering mencari tempat hangat seperti gudang, plafon, atau kamar mandi.

    • Tempat Persembunyian

    Ruang yang jarang dibersihkan atau ditata rapi, seperti gudang, menjadi favorit ular. Area dengan rumput tinggi atau semak lebat di sekitar rumah juga jadi jalur masuk mereka.

    Cara Efektif Mencegah Ular Masuk Rumah

    Menghadapi ular tentu bukan perkara mudah. Namun, pencegahan bisa dilakukan sejak dini dengan beberapa langkah sederhana:

    1. Hilangkan Mangsa Ular

    Langkah pertama adalah memastikan tidak ada hewan yang menjadi mangsa ular di rumah. Rajin memeriksa dan membersihkan rumah dari tikus, kadal, atau burung kecil akan menurunkan risiko ular datang.

    Jika memelihara ternak, sebaiknya letakkan kandang agak jauh dari rumah dan dipagari rapat. Kandang ternak sering menjadi target ular yang lapar.

    1. Jaga Kebersihan Rumah

    Ilustrasi Cara Efektif Membersihkan dan Mencegah Jamur Hitam di Rumah (Envato)

    Rumah yang rapi dan bersih tidak hanya nyaman bagi penghuni, tetapi juga tidak menarik bagi ular. Area yang berantakan dan gelap seperti gudang dan plafon sebaiknya sering dibersihkan.

    Ular menyukai tempat yang jarang diganggu manusia. Dengan menjaga kebersihan, peluang ular bersarang bisa ditekan.

    1. Potong Rumput dan Tanaman di Sekitar Rumah

    Rumput tinggi dan semak-semak adalah jalur favorit ular untuk menyelinap. Memangkas rumput secara rutin serta menjaga pepohonan tetap teratur akan mengurangi tempat persembunyian ular.

    Untuk ular yang bisa memanjat, ranting pohon yang menempel ke atap rumah sebaiknya dipotong. Ini mencegah ular masuk lewat jalur atas.

    1. Tutup Celah Rumah

    Periksa rutin saluran air, plafon, ventilasi, dan celah lainnya. Jika ada lubang atau retakan, segera perbaiki. Ular bisa masuk bahkan dari celah kecil.

    Tanda-tanda keberadaan ular bisa dikenali dari bau amis, sisik yang tertinggal, atau jejak tubuhnya di debu. Jika ditemukan, segera waspada dan jangan coba menangkap sendiri tanpa keahlian.

    1. Libatkan Ahli Saat Diperlukan

    Jika menemukan ular di rumah, cara terbaik adalah menghubungi petugas pemadam kebakaran, komunitas penyelamat satwa, atau ahli reptil. Menangani ular tanpa pengetahuan cukup justru bisa membahayakan diri sendiri.

    Bahaya Menghadapi Ular Tanpa Pengetahuan

    Ilustrasi ular masuk rumah (Diolah)

    Banyak kasus warga mencoba menangkap ular dengan alat seadanya. Padahal, salah satu spesies yang masuk rumah bisa saja ular berbisa. Salah langkah dapat berakibat fatal.

    BMKG dan berbagai lembaga konservasi selalu mengingatkan, identifikasi ular membutuhkan keahlian. Bahkan ular yang mirip secara visual bisa memiliki tingkat bahaya berbeda. Karena itu, keterlibatan ahli sangat penting dalam penanganan.

    Pentingnya Edukasi Masyarakat

    Fenomena ular masuk rumah bukanlah hal yang bisa diabaikan. Edukasi mengenai jenis ular, cara mengenali, hingga langkah pencegahan harus gencar dilakukan.

    Di sekolah, kampung, dan komunitas warga, perlu ada sosialisasi tentang mitigasi risiko ular. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih tenang dan siap menghadapi potensi yang muncul.

    Kehadiran ular di rumah memang menakutkan, apalagi jika termasuk jenis berbisa seperti kobra, weling, atau welang. Namun, memahami penyebab dan cara pencegahannya adalah kunci untuk meminimalisasi risiko.

    Rumah yang bersih, rapi, dan bebas celah akan lebih sulit dimasuki ular. Ditambah dengan kesadaran warga untuk menjaga lingkungan, ancaman ini bisa ditekan.

    Pada akhirnya, ular bukan sekadar hewan liar, melainkan bagian dari ekosistem. Kehadiran mereka di permukiman sering kali disebabkan ulah manusia yang mengundang mangsanya. Maka, menjaga keseimbangan lingkungan adalah cara terbaik untuk hidup berdampingan tanpa harus saling mengancam.

    (seo)

    Komentar
    Additional JS