Kasus Campak Melonjak, Anak Wajib Imunisasi MR - RRI
RRI.CO.ID,Touna - Kasus penyakit campak di wilayah Kecamatan Ratolindo kian mengkhawatirkan. Hingga saat ini tercatat sebanyak 33 kasus dan telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Sebagai langkah penanggulangan, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Ampana Timur melaksanakan pemberian imunisasi Measles Rubella (MR) kepada seluruh anak usia 9 bulan hingga 9 tahun, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Langkah ini diambil untuk memutus rantai penularan dan membentuk kekebalan kelompok di wilayah terdampak.
Kepala Puskesmas Ampana Timur, Ni Made Lidya, menegaskan bahwa situasi ini tidak bisa dianggap ringan dan membutuhkan peran aktif seluruh orang tua.
“Meskipun anak sudah pernah mendapatkan imunisasi lengkap, pada kondisi KLB seperti sekarang ini mereka tetap wajib diberikan imunisasi MR ulang. Ini penting untuk memperkuat daya tahan tubuh anak terhadap virus campak yang sedang menyebar,” ujar Ni Made Lidya, Sabtu 17 Januari 2026.
Ia menjelaskan, campak merupakan penyakit menular yang sangat cepat menyebar melalui udara, batuk, dan bersin, sehingga satu kasus saja dapat dengan mudah menulari banyak anak lain di lingkungan sekitarnya.
“Kami mengimbau seluruh orang tua agar tidak menunda atau menolak imunisasi. Ini bukan hanya untuk melindungi anak sendiri, tapi juga untuk melindungi anak-anak lain di lingkungan sekitar,” tegasnya.
Ni Made Lidya juga mengingatkan agar orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, mata merah, dan munculnya ruam di kulit, yang merupakan tanda awal campak.
“Semakin cepat ditangani, semakin kecil risiko komplikasi. Jangan menunggu sampai kondisi anak memburuk,” tambahnya.
Puskesmas Ampana Timur bersama lintas sektor saat ini terus melakukan penyisiran imunisasi di sekolah, posyandu, dan permukiman warga, guna memastikan seluruh anak di wilayah Kecamatan Ratolindo terlindungi.
Dalam situasi KLB ini, partisipasi orang tua menjadi kunci. Kalau imunisasi adalah perisai, maka penundaan adalah celah. Jangan biarkan virus masuk karena kita terlambat membuka pintu perlindungan.