0
News
    Home Aceh Bencana Berita Featured Kemenkes Kesehatan Lintas Peristiwa Spesial Sumatera

    Kemenkes Kerahkan 4.000 Relawan Kesehatan Aceh di 16 Distrik Terdampak Bencana - Merdeka

    5 min read

     

    Kemenkes Kerahkan 4.000 Relawan Kesehatan Aceh di 16 Distrik Terdampak Bencana

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengerahkan sekitar 4.000 Relawan Kesehatan Aceh yang terdaftar untuk memberikan layanan kesehatan di 16 distrik terdampak bencana, memastikan penanganan medis dan psikologis bagi masyarakat.

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengerahkan sekitar 4.000 Relawan Kesehatan Aceh yang terdaftar untuk memberikan layanan kesehatan di 16 distrik terdampak bencana, memastikan penanganan medis dan psikologis bagi masyarakat.
    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengerahkan sekitar 4.000 Relawan Kesehatan Aceh yang terdaftar untuk memberikan layanan kesehatan di 16 distrik terdampak bencana, memastikan penanganan medis dan psikologis bagi masyarakat. (AntaraNews)

    Kemenkes Kerahkan 4.000 Relawan Kesehatan Aceh di 16 Distrik Terdampak Bencana

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengambil langkah cepat dengan mengerahkan sekitar 4.000 relawan terdaftar ke wilayah terdampak bencana di Sumatra, khususnya Aceh. Para relawan ini bertugas menyediakan layanan kesehatan esensial di 16 distrik yang tersebar di provinsi tersebut. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapatkan penanganan medis yang memadai pascabencana.

    Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, selain relawan yang terdaftar, terdapat pula sekitar 1.000 relawan tidak terdaftar yang langsung terjun ke lapangan. Kemenkes, melalui Health Emergency Operation Center (HEOC), mengelola rotasi dan jadwal kerja para relawan guna menjamin ketersediaan layanan kesehatan secara berkelanjutan.

    Meskipun tidak melarang relawan yang tidak terdaftar, Kemenkes menyarankan agar mereka mendaftar terlebih dahulu untuk koordinasi yang lebih baik. Pengaturan ini penting untuk efektivitas penyaluran bantuan dan pemerataan layanan di seluruh area yang membutuhkan.

    Dukungan Kemanusiaan dari Berbagai Pihak

    Relawan yang dikerahkan Kemenkes berasal dari beragam institusi dan organisasi, menunjukkan solidaritas yang kuat dalam penanganan bencana. Mereka termasuk perwakilan dari Médecins Sans Frontières (MSF), rumah sakit, asosiasi profesional, fakultas kedokteran universitas, hingga politeknik kesehatan.

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi partisipasi besar ini, yang mencerminkan tingginya rasa solidaritas dan empati masyarakat Indonesia. “Sekitar 4.000 relawan terdaftar. Ada juga sekitar 1.000 relawan tidak terdaftar yang langsung terjun ke lapangan. Kami tidak melarang ini, tetapi lebih baik mereka mendaftar terlebih dahulu,” ujar Budi Gunadi Sadikin pada Rabu lalu.

    Beliau juga menekankan bahwa para Relawan Kesehatan Aceh harus tangguh dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Hal ini krusial karena mereka tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit fisik, tetapi juga memberikan dukungan kesehatan mental kepada para pengungsi, termasuk anak-anak.

    Penanganan Kesehatan Mental dan Evakuasi Medis

    Selain penanganan medis, aspek kesehatan mental menjadi perhatian utama dalam misi kemanusiaan ini. Banyak korban bencana, terutama anak-anak, mengalami trauma akibat kehilangan orang tua atau dampak bencana lainnya. Kemenkes menyadari pentingnya dukungan psikologis untuk pemulihan jangka panjang.

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa relawan harus mampu berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk rujukan kasus serius. “Ketika seseorang sakit parah, relawan harus dapat berkoordinasi dengan BNPB atau Basarnas untuk mengatur rujukan, termasuk evakuasi medis dengan helikopter jika diperlukan,” katanya.

    Sebagai bagian dari setiap gelombang penugasan, Kemenkes mengirimkan sekitar 30 hingga 35 psikolog klinis. Para psikolog ini bertugas untuk memberikan dukungan kesehatan mental, bercerita, menghibur, dan membuat anak-anak tertawa, membantu mereka mengatasi trauma yang dialami.

    “Mereka bercerita, menghibur, dan membuat anak-anak tertawa, karena tidak semua masalah bersifat fisik. Banyak yang mengalami trauma, termasuk kehilangan orang tua, dan ini adalah sesuatu yang harus kita tangani sebaik mungkin,” tambah Budi Gunadi Sadikin.

    Komitmen Pemerintah dalam Pemulihan Bencana

    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa pengerahan personel dan sumber daya yang cepat oleh Kemenkes mencerminkan komitmen pemerintah. Ini menunjukkan keseriusan dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

    Respon cepat ini merupakan bukti nyata kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi situasi darurat bencana. Koordinasi antara Kemenkes dan BNPB menjadi kunci dalam memastikan bantuan tersalurkan secara efektif.

    “Kami mendorong kemajuan di semua aspek pemulihan agar masyarakat di tiga provinsi terdampak dapat kembali normal secepat mungkin,” kata Muhari. Pernyataan ini menegaskan fokus pemerintah pada pemulihan menyeluruh, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga pada upaya rehabilitasi dan rekonstruksi.

    Sumber: AntaraNews

    Komentar
    Additional JS