0
News
    Home Featured Spesial Tips & Tricks

    Kenapa Mobil Bisa Mengalami Rem Blong Secara Tiba-tiba? SOLO, KOMPAS.com - Banyak kasus kecelakaan terjadi setelah mobil mengalami malfungsi yakni khususnya rem blong. Padahal, sebelumnya rem bekerja normal dan tidak menunjukkan gejala adanya masalah sistem rem. Banyak pengemudi mengaku, rem tiba-tiba tidak berfungsi dan berakhir kecelakaan. Lantas, apa yang menyebabkan hal demikian terjadi? Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan sebenarnya rem blong bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipicu oleh beberapa faktor. Baca juga: Rem Blong Mobil Matik: Teknik Engine Brake di Tanjakan Ekstrem “Rem blong umumnya dipicu panas berlebih karena pemakaian atau minimnya perawatan, kecuali terjadi benturan yang menyebabkan selang atau pipa minyak rem bocor,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Sabtu (3/1/2026). Presiden Maduro dan Istri Diseret dari Kamar oleh Pasukan AS, lalu Dibawa ke Kapal Namun, bisa saja pengemudi merasakan bahwa kejadian rem blong tiba-tiba, tergantung dari pemicunya. Misal karena mobil minim perawatan, seperti bocornya seal rem secara tiba-tiba. “Seal rem sebenarnya punya masa pakai, dan pasti selalu diperiksa ketika perawatan berkala, khususnya saat servis rem, sebelum bocor parah, seal biasanya sudah mulai rembes, dan disarankan segera diperbaiki,” ucap Imun. Baca juga: Viral, Video Toyota Fortuner Rem Blong di Jalur Cangar–Pacet Ilustrasi kickdown pedal gas Lihat Foto Dalam kondisi tersebut, bisa saja pedal rem masih terasa normal saat diinjak, karena gaya pengereman belum banyak yang terbuang. Tapi, bisa diprediksi ketahanannya tak lama lagi. “Bila terus dibiarkan, pada titik tertentu ketika rem bekerja keras akan bocor dalam skala besar, pedal rem jadi ngempos, rem tidak bekerja,” ucap Imun. Rem blong juga bisa disebabkan oleh minyak rem yang sudah lama tak diganti, kandungan airnya sudah banyak sehingga ketika panas bikin masalah vapour lock. Baca juga: Tidak Hanya Rem Blong, Bus Pariwisata yang Terguling di Exit Tol Pemalang Tidak Laik Operasi Ahmad Wildan, Investigator Senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), mengatakan mengandalkan rem utama ketika kendaraan melewati jalan menurun membuat rem berpeluang mengalami blong karena bekerja terlalu berat. “Salah satu peristiwa rem blong yaitu terjadinya vapour lock, di mana tenaga hidrolis sistem rem tidak mampu digunakan untuk mendorong piston sehingga sistem rem kehilangan kemampuannya,” ucap Wildan kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Ketika rem bekerja terlalu berat, maka akan terjadi peningkatan suhu, begitu juga pada minyak rem selaku pemindah daya tekannya. Baca juga: Kesalahan Pengemudi di Turunan Bisa Sebabkan Rem Blong, Ini Penjelasannya Ilustrasi mengerem mobil. Lihat Foto Minyak rem yang mengalami kenaikan suhu akan mengalami penguapan bila sampai pada titik didihnya, sehingga dalam saluran minyak rem ada gelembung atau udara palsu. Dengan adanya udara hasil penguapan minyak rem tersebut, maka daya pengereman menjadi tidak maksimal, dengan kata lain rem akan mengalami blong. “Vapour lock ini terjadi karena terdapat udara hampa di antara minyak rem atau angin palsu, sehingga hukum pascal tidak dapat bekerja dengan sempurna,” ucap Wildan. Baca juga: Terjadi Lagi Truk Menabrak Gerbang Tol Ciawi 2, Diduga Rem Blong Ilustrasi minyak rem mobil Lihat Foto Kualitas minyak rem akan menentukan seberapa besar titik didih minyak rem pada suatu sistem rem. Artinya, semakin buruk kualitasnya, akan meningkatkan peluang terjadinya rem blong. “Minyak rem mendidih karena mencapai titik didihnya, hal ini disebabkan terdapatnya kandungan air didalam minyak rem. Jika terdapat 3 persen saja kandungan air didalam minyak rem, maka titik didihnya akan turun 50 derajat celcius,” ucap Wildan. Jadi, rem blong yang terjadi secara tiba-tiba umumnya disebabkan oleh perawatan yang minim, seperti jarang servis rem, atau mengganti minyak rem. Selain itu, pengoperasian secara terus menerus juga turut mempengaruhi kenaikan suhu. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang, - Kompas

    7 min read

     

    Kenapa Mobil Bisa Mengalami Rem Blong Secara Tiba-tiba?

    SOLO, KOMPAS.com - Banyak kasus kecelakaan terjadi setelah mobil mengalami malfungsi yakni khususnya rem blong. Padahal, sebelumnya rem bekerja normal dan tidak menunjukkan gejala adanya masalah sistem rem.

    Banyak pengemudi mengaku, rem tiba-tiba tidak berfungsi dan berakhir kecelakaan. Lantas, apa yang menyebabkan hal demikian terjadi?

    Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan sebenarnya rem blong bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipicu oleh beberapa faktor.

    Baca juga: Rem Blong Mobil Matik: Teknik Engine Brake di Tanjakan Ekstrem

    “Rem blong umumnya dipicu panas berlebih karena pemakaian atau minimnya perawatan, kecuali terjadi benturan yang menyebabkan selang atau pipa minyak rem bocor,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Sabtu (3/1/2026).

    Presiden Maduro dan Istri Diseret dari Kamar oleh Pasukan AS, lalu Dibawa ke Kapal

    Namun, bisa saja pengemudi merasakan bahwa kejadian rem blong tiba-tiba, tergantung dari pemicunya. Misal karena mobil minim perawatan, seperti bocornya seal rem secara tiba-tiba.

    “Seal rem sebenarnya punya masa pakai, dan pasti selalu diperiksa ketika perawatan berkala, khususnya saat servis rem, sebelum bocor parah, seal biasanya sudah mulai rembes, dan disarankan segera diperbaiki,” ucap Imun.

    Baca juga: Viral, Video Toyota Fortuner Rem Blong di Jalur Cangar–Pacet

    Ilustrasi kickdown pedal gas

    Lihat Foto

    Dalam kondisi tersebut, bisa saja pedal rem masih terasa normal saat diinjak, karena gaya pengereman belum banyak yang terbuang. Tapi, bisa diprediksi ketahanannya tak lama lagi.

    “Bila terus dibiarkan, pada titik tertentu ketika rem bekerja keras akan bocor dalam skala besar, pedal rem jadi ngempos, rem tidak bekerja,” ucap Imun.

    Rem blong juga bisa disebabkan oleh minyak rem yang sudah lama tak diganti, kandungan airnya sudah banyak sehingga ketika panas bikin masalah vapour lock.

    Baca juga: Tidak Hanya Rem Blong, Bus Pariwisata yang Terguling di Exit Tol Pemalang Tidak Laik Operasi

    Ahmad Wildan, Investigator Senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), mengatakan mengandalkan rem utama ketika kendaraan melewati jalan menurun membuat rem berpeluang mengalami blong karena bekerja terlalu berat.

    “Salah satu peristiwa rem blong yaitu terjadinya vapour lock, di mana tenaga hidrolis sistem rem tidak mampu digunakan untuk mendorong piston sehingga sistem rem kehilangan kemampuannya,” ucap Wildan kepada KOMPAS.com, belum lama ini.

    Ketika rem bekerja terlalu berat, maka akan terjadi peningkatan suhu, begitu juga pada minyak rem selaku pemindah daya tekannya.

    Baca juga: Kesalahan Pengemudi di Turunan Bisa Sebabkan Rem Blong, Ini Penjelasannya

    Ilustrasi mengerem mobil.

    Lihat Foto

    Minyak rem yang mengalami kenaikan suhu akan mengalami penguapan bila sampai pada titik didihnya, sehingga dalam saluran minyak rem ada gelembung atau udara palsu.

    Dengan adanya udara hasil penguapan minyak rem tersebut, maka daya pengereman menjadi tidak maksimal, dengan kata lain rem akan mengalami blong.

    “Vapour lock ini terjadi karena terdapat udara hampa di antara minyak rem atau angin palsu, sehingga hukum pascal tidak dapat bekerja dengan sempurna,” ucap Wildan.

    Baca juga: Terjadi Lagi Truk Menabrak Gerbang Tol Ciawi 2, Diduga Rem Blong

    Ilustrasi minyak rem mobil

    Lihat Foto

    Kualitas minyak rem akan menentukan seberapa besar titik didih minyak rem pada suatu sistem rem. Artinya, semakin buruk kualitasnya, akan meningkatkan peluang terjadinya rem blong.

    “Minyak rem mendidih karena mencapai titik didihnya, hal ini disebabkan terdapatnya kandungan air didalam minyak rem. Jika terdapat 3 persen saja kandungan air didalam minyak rem, maka titik didihnya akan turun 50 derajat celcius,” ucap Wildan.

    Jadi, rem blong yang terjadi secara tiba-tiba umumnya disebabkan oleh perawatan yang minim, seperti jarang servis rem, atau mengganti minyak rem. Selain itu, pengoperasian secara terus menerus juga turut mempengaruhi kenaikan suhu.

    Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

    Komentar
    Additional JS