0
News
    Home Featured Kuliner Lemet Singkong Spesial Utri

    Sejarah Lemet Singkong atau Utri, Jajanan Legendaris di Solo Raya Kini Mulai Langka - Tribunsolo

    6 min read

     

    Sejarah Lemet Singkong atau Utri, Jajanan Legendaris di Solo Raya Kini Mulai Langka - Tribunsolo.com

    Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono

    Sajian Sedap
    JAJANAN LEGENDARIS SOLO - Utri atau lemet singkong, jajanan legendaris di Solo, Jawa Tengah. Begini sejarah utri atau ketimus atau lemet singkong. 
    Ringkasan Berita:
    • Ketimus/lemet/utri adalah jajanan tradisional Solo Raya berbahan singkong, dikenal Sunda sebagai ketimus/katimus dan oleh orang Jawa sebagai lemet atau utri.
    • Cara buatnya sederhana: singkong parut dicampur gula merah, kelapa, dan sedikit garam, dibungkus daun pisang lalu dikukus; murah, mengenyangkan, dan cocok camilan harian.
    • Sejarahnya panjang: disebut sejak Serat Centhini (1814), berkembang seiring popularitas singkong abad ke-19, bahkan masuk menu rijsttafel dan buku masak klasik Indonesia.

    TRIBUNSOLO.COM, SOLO Solo Raya, Jawa Tengah, dikenal surganya kuliner atau jajanan tradisional.

    Salah satu jajanan tradisional yang masih eksis di Solo Raya adalah ketimus atau katimus oleh masyarakat Sunda.

    Sementara orang Jawa mengenalnya sebagai lemet atau utri di Solo Raya.

    Kue ini terbuat dari parutan singkong, gula merah, dan tepung terigu sebagai perekat, serta dibungkus daun pisang sebelum dikukus.

    Cara Membuat Utri

    Langkah pertama, parut singkong dan campur dengan gula merah hingga larut.

    Tambahkan kelapa parut dan sedikit garam atau gula, aduk rata. Ambil selembar daun pisang, taruh satu sendok adonan, lipat sisi bawah, atas, kiri, dan kanan, lalu kukus hingga matang.

    Rekomendasi Untuk Anda
    Sejarah Sate Kambing hingga Bisa jadi Kuliner Khas Solo, Mulai Dikenal Sejak Kerajaan Majapahit

    Prosesnya sederhana, murah, dan cocok dijadikan camilan sehari-hari.

    Utri ini “boleh dikatakan penganan murah meriah, gampang dibuat dengan biaya kecil.

    Bisa dihidangkan siang atau malam, bahkan sebagai pengganjal perut untuk mencegah maag.

    Selain sebagai kue keluarga, katimus juga biasa dijajakan bersama bandrek dan bajigur.

    Sejarah Ketimus/Lemet/Utri dan Singkong di Nusantara

    Meskipun sederhana, ketimus memiliki sejarah panjang.

    Dalam naskah Serat Centhini (1814) disebutkan beberapa jajanan berbahan singkong, termasuk lemet.

    Namun, naskah itu tidak merinci bahan secara jelas.

    Diketahui, singkong mulai populer di Jawa abad ke-19 sebagai bahan makanan penyangga ketika padi gagal panen, meski budidayanya masih jarang hingga sekitar 1875.

    Singkong atau ubi kayu (Manihot Utilissima) berasal dari Amerika Selatan dan dibawa ke Indonesia oleh bangsa Portugis pada abad ke-16 melalui Maluku.

    Kala itu masyarakat Jawa mulai menerima singkong sebagai pangan sekitar abad ke-20 karena mudah ditanam di lahan kurang subur dan bisa diolah menjadi berbagai sajian, mulai dari direbus, dibakar, hingga diolah menjadi kolak, getuk, atau lemet.

    Selain faktor hasil panen, iklim panas dan kering di Jawa juga mendukung tanaman singkong menjadi bahan pangan tradisional, menurut Eni Harmayani dari UGM.

    JAJANAN LEGENDARIS SOLO - Utri atau lemet singkong, jajanan legendaris di Solo, Jawa Tengah. Begini sejarah kuliner satu ini.
    JAJANAN LEGENDARIS SOLO - Utri atau lemet singkong, jajanan legendaris di Solo, Jawa Tengah. Begini sejarah kuliner satu ini. (Sajian Sedap)

    Ketimus dalam Budaya dan Rijsttafel

    Ketimus bukan hanya kue lokal; penganan ini pernah diperkenalkan ke lidah bangsa asing, misalnya oleh Nyonya van Horck, istri pemilik Hotel Van Horck di Garut, yang memasukkannya dalam menu rijsttafel, sajian berlapis berbagai hidangan nusantara ala kolonial Belanda.

    Ketimus kemudian masuk dalam buku masak, seperti Pandai Masak (1957) karya Julie Sutarjana dan Mustika Rasa (1967), menegaskan keberadaannya dalam tradisi kuliner Indonesia.

    Kenyalnya singkong dan manisnya gula merah memberikan sensasi nikmat, cocok untuk menemani teh atau dijadikan camilan sehari-hari.

    Biasanya dijual di gerobak jajanan pasar bersama bajigur, ubi, dan kacang rebus.

    Tempat Membeli Lemet/Utri/Ketimus di Solo

    Di Solo, ketimus/lemet/utri bisa ditemukan di:

    • Wiwiek Snack Tradisional (Laweyan): Terdaftar di GoFood, menyediakan jajanan tradisional termasuk lemet (cek menu terkini).
    • Pasar Tradisional: Seperti Pasar Gede, Pasar Jongke, atau pasar lokal lainnya, terutama pagi atau sore hari.
    • Akun Kuliner Lokal di Instagram: Contohnya @solo.foodie untuk update lokasi penjual lemet.

    (*)

    Komentar
    Additional JS