0
News
    Home Featured Keraton Solo Solo Spesial Wisata Wisata Indonesia

    7 Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Kawasan Keraton Solo, Jangkau Destinasi Lain dengan Jalan Kaki - Tribunnews

    13 min read

     

    7 Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Kawasan Keraton Solo, Jangkau Destinasi Lain dengan Jalan Kaki


    Hanya dengan jalan kaki, Tribuners bisa mengunjungi bangunan bersejarah, kampung budaya, hingga mencicipi kuliner khas Solo di sepanjang perjalanan.

    7 Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Kawasan Keraton Solo, Jangkau Destinasi Lain dengan Jalan Kaki
    Ringkasan Berita:
    • Keraton Kasunanan Surakarta adalah destinasi ikonik Solo yang menawarkan wisata sejarah lengkap, mulai dari bangunan keraton, museum, hingga kawasan sekitar yang bisa dijelajahi lewat walking tour.
    • Wisatawan bisa menikmati sejarah, budaya, dan kuliner hanya dengan berjalan kaki, dari alun-alun, museum, pasar batik, hingga kampung budaya.
    • Aktivitas menarik meliputi bersantai di alun-alun, napak tilas sejarah, belanja batik, belajar membatik, ibadah, hingga berburu foto di bangunan bersejarah.

     

    TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Keraton Kasunanan Surakarta adalah salah satu destinasi ikonik di Kota Solo.

    Tribuners wajib mengunjungi ikon wisata sejarah di Solo ini.

    Keraton Kasunanan Surakarta memiliki bangunan dan museum yang sarat nilai sejarah.

    Menariknya, kawasan di sekitar keraton juga menyimpan banyak spot menarik yang bisa dijelajahi dengan cara berbeda, salah satunya melalui walking tour.

    Baca juga: 4 Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Pasar Gede Solo : Hunting Foto hingga Nikmati Kuliner Legendaris

    Walking tour di sekitar Keraton Surakarta cocok bagi kamu yang gemar wisata sejarah sekaligus ingin menikmati suasana kota secara lebih dekat.

    Hanya dengan jalan kaki, Tribuners bisa mengunjungi bangunan bersejarah, kampung budaya, hingga mencicipi kuliner khas Solo di sepanjang perjalanan.

    Langsung saja inilah aktivitas seru di sekitar Keraton Surakarta yang bisa kamu lakukan.

    1. Bersantai di Alun-alun Kidul Surakarta

    ALUN-ALUN KIDUL - Potret Alun-alun Kidul yang berlokasi di Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo. BMKG memperkirakan seluruh wilayah Kota Surakarta akan mengalami cuaca berawan pada Rabu, 13 Agustus 2025.
    ALUN-ALUN KIDUL - Potret Alun-alun Kidul yang berlokasi di Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo. (Google Maps)

    Alun-alun Kidul Surakarta selalu ramai pengunjung, bahkan pada hari biasa.

    Pada pagi hari, kawasan ini dipenuhi warga yang berolahraga, terutama jogging, karena alun-alun ini memiliki lintasan jogging track yang lebar dan cukup panjang.

    Selain itu, tersedia area untuk senam bersama, jalur sepeda, serta pedestrian yang nyaman untuk berjalan santai.

    Fasilitas pendukungnya pun lengkap, mulai dari toilet umum, musala, masjid, hingga deretan kedai makanan.

    Lokasinya mudah dijangkau dengan kendaraan umum dan terhubung langsung dengan kawasan permukiman.

    Menariknya, saat malam hari Alun-alun Kidul terkadang berubah menjadi pasar malam yang meriah.

    Meski tidak berlangsung sepanjang tahun, pasar malam biasanya hadir selama sebulan penuh atau dalam rangka peringatan hari tertentu.

    Baca juga: 5 Rekomendasi Kuliner Legendaris Wonogiri Jateng yang Sudah Buka Puluhan Tahun, Rasanya Otentik

    2. Napak Tilas di Museum Keraton Surakarta Hadiningrat

    SUASANA MUSEUM KERATON SOLO - Sejumlah wisatawan merasa kecewa Museum Keraton ditutup di masa liburan. Pangageng Kebudayaan dan Pariwisata PB XIV Purboyo GKR Devi Lelyana Dewi mengemukakan alasan revitalisasi yang belum selesai.
    SUASANA MUSEUM KERATON SOLO - Sejumlah wisatawan merasa kecewa Museum Keraton ditutup di masa liburan.  (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

    Museum Keraton Surakarta Hadiningrat berada di dalam kompleks Keraton Kasunanan Surakarta.

    Wisatawan yang hanya ingin berswafoto di bagian depan keraton tidak perlu membeli tiket, karena area yang dibuka untuk umum hanya bagian museum.

    Namun, jika ingin masuk dan mengikuti tur berpemandu, pengunjung perlu membeli tiket mulai dari Rp35 ribu per orang. Loket tiket berada di sisi kiri bangunan keraton.

    Nantinya, pengunjung akan diajak berkeliling museum sambil mendengarkan penjelasan tentang sejarah Kota Solo, Keraton Surakarta, serta berbagai koleksi bersejarah yang tersimpan di dalamnya.

    Baca juga: 5 Rekomendasi Tempat Makan Legendaris di Klaten Jateng, Cocok Buat Kulineran Akhir Pekan

    3. Belanja Batik di Pasar Klewer

    Suasana kios Batik Dirbolo di Pasar Klewer. Penjualan mereka terdongkrak saat momen hajatan pernikahan.
    WISATA SOLO - Suasana kios Batik Dirbolo di Pasar Klewer. Penjualan mereka terdongkrak saat momen hajatan pernikahan. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

    Berjarak hanya beberapa ratus meter dari kawasan keraton, Pasar Klewer menjadi destinasi wajib dalam walking tour ini.

    Pasar legendaris tersebut dikenal sebagai pusat penjualan batik dan pakaian dengan harga terjangkau.

    Di lantai paling atas dan area luar pasar, terdapat pula sentra kuliner yang menawarkan beragam makanan khas Solo.

    Pasar Klewer terletak di kawasan Coyudan, salah satu jalan tertua di Solo yang kini dikenal sebagai Jalan Dr. Rajiman.

    Pasar ini telah ada sejak masa pendudukan Jepang dan berkembang menjadi bagian penting dari kawasan bisnis utama Kota Solo.

    Baca juga: Tradisi 315 Tahun Desa Ngreden Klaten, Legondo di Haul Ki Ageng Perwito Jadi Rebutan Demi Berkah

    4. Belajar Membatik di Kampung Batik Kauman

    Kampung Batik Kauman menjadi salah satu spot favorit wisatawan untuk berswafoto, berbelanja, hingga belajar membatik.

    Kawasan ini dipenuhi latar Instagramable, mulai dari rumah bercat warna-warni, ornamen bernuansa batik, hingga berbagai tempat nongkrong yang nyaman.

    Sesuai namanya, pengunjung akan dengan mudah menemukan toko-toko yang menjual batik beserta produk turunannya.

    Secara historis, masyarakat Kauman dahulu merupakan abdi dalem keraton.

    Mereka kemudian memanfaatkan keterampilan membatik yang diajarkan oleh pihak keraton hingga berkembang menjadi sentra batik berskala besar seperti sekarang.

    5. Ibadah di Masjid Agung Keraton Surakarta

    GREBEG MAULID KERATON - Momen warga berebut gunungan di halaman Masjid Agung Keraton Solo meski prosesi doa belum rampung digelar, Jumat (5/9/2025) pagi. Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Keraton Kasunanan Solo menggelar tradisi tahunan bertajuk Hajad Dalem Garebeg Mulud pada Jumat (5/9/2025) pagi.
    GREBEG MAULID KERATON - Momen warga berebut gunungan di halaman Masjid Agung Keraton Solo meski prosesi doa belum rampung digelar, Jumat (5/9/2025) pagi. Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Keraton Kasunanan Solo menggelar tradisi tahunan bertajuk Hajad Dalem Garebeg Mulud pada Jumat (5/9/2025) pagi. (TribunSolo.com/ Andreas Chris)

    Masjid Agung Kwraton Surakarta terletak tepat di sebelah Kampung Batik Kauman dan berhadapan langsung dengan Pasar Klewer.

    Masjid ini merupakan peninggalan Kerajaan Mataram yang dibangun pada masa pemerintahan Paku Buwono III.

    Arsitekturnya menunjukkan akulturasi budaya Jawa Kuno dan Belanda.

    Bangunan masjid berbentuk tajug dengan atap tumpang tiga yang berpuncak mustaka atau kubah. Bentuk tersebut melambangkan pokok ajaran Islam, yaitu iman, Islam, dan ihsan.

    Keunikan lainnya terletak pada mustaka yang konon dilapisi emas murni seberat 7,68 kilogram.

    Baca juga: 5 Rekomendasi Wisata Hidden-gem di Boyolali Jateng, Cocok untuk Healing Akhir Pekan Januari 2026

    6. Cari Ketenangan di Alun-alun Lor Surakarta

    Alun-alun Lor Surakarta bisa menjadi tempat ideal untuk beristirahat sejenak saat walking tour.

    Meski luasnya setara dengan Alun-alun Kidul, suasananya terasa berbeda.

    Alun-alun Lor cenderung lebih sepi, teduh, dan nyaman bagi pejalan kaki, sementara area di sekitarnya justru lebih ramai.

    Alun-alun ini berhadapan langsung dengan Gapura Gladag dan dikelilingi pusat perbelanjaan serta kawasan kuliner.

    Sepinya alun-alun ini bukan tanpa alasan, sebab baru kembali diaktifkan setelah renovasi pada akhir 2024.

    Saat ini sudah dibuka untuk umum, meski pengunjung belum diperbolehkan menginjak rumput karena masih dalam masa pemeliharaan.

    Baca juga: Rekomendasi Wisata Air di Jogja: Waterboom Jogja, Salah Satu Waterpark Terbesar dan Terlengkap

    7. Foto-foto di Gedung Djoeang 45 Solo

     Gedung Djoeang 45 Solo bisa menjadi penutup walking tour yang menarik.

    Gedung ini berada di dekat Pusat Grosir Solo (PGS), Beteng Trade Center (BTC), dan Petit Boutique Hotel.

    Untuk mencapainya, pengunjung perlu melewati Gapura Gladag lalu belok ke kanan.

    Gedung Djoeang 45 dibangun pada 1876 oleh pemerintah Hindia Belanda dan menjadi saksi perjuangan kemerdekaan Indonesia.

    Dahulu, bangunan ini pernah difungsikan sebagai kantin tentara Belanda, asrama militer, hingga markas TNI. Kini, gedung tersebut beralih fungsi menjadi museum dan destinasi wisata sejarah.

    Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk jika hanya berada di area luar gedung, kecuali biaya parkir bagi yang membawa kendaraan.

    Untuk masuk ke dalam gedung, pengunjung perlu membeli gelato dengan harga minimal Rp20 ribu.

    Tempat ini biasanya lebih ramai pada malam hari karena dihiasi lampu warna-warni yang Instagramable.

    (*)

    Komentar
    Additional JS