0
News
    Home Berita Featured Keuangan Lebaran Romadhon Spesial Tips & Tricks

    Cara Atur Keuangan di Bulan Ramadhan, Jangan Sampai Gaji Habis Sebelum Lebaran! - Viva

    5 min read

      

    Cara Atur Keuangan di Bulan Ramadhan, Jangan Sampai Gaji Habis Sebelum Lebaran!



    Jakarta, VIVA – Persiapan keuangan di bulan Ramadhan menjadi langkah penting yang sering kali diabaikan. Padahal, periode ini identik dengan peningkatan aktivitas konsumsi, mulai dari belanja kebutuhan sahur dan berbuka, acara buka bersama, hingga pengeluaran untuk zakat dan sedekah. 

    Tanpa perencanaan yang matang, anggaran rumah tangga dapat membengkak secara signifikan, bahkan memengaruhi kondisi keuangan setelah Ramadan berakhir.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Ramadhan sendiri seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat disiplin finansial, bukan justru memicu perilaku konsumtif. Sebab itu, menyusun rencana pengelolaan dana sejak awal, menjadi kunci agar pengeluaran tetap terkendali.

    Melansir dari The National News, Senin, 16 Februari 2026, berikut beberapa langkah persiapan keuangan di bulan Ramadhan yang dapat Anda terapkan.

    Ilustrasi keuangan untuk liburan.

    1. Susun Anggaran Khusus Ramadan

    Langkah pertama adalah membuat anggaran terpisah khusus untuk kebutuhan Ramadhan. Hitung estimasi pengeluaran untuk bahan makanan, kebutuhan dapur, zakat, sedekah, hingga biaya sosial lainnya. Jika Anda memiliki anggaran yang jelas, Anda dapat mengontrol arus kas dan menghindari pemborosan yang tidak perlu.

    Pastikan anggaran tersebut realistis dan disesuaikan dengan kondisi pendapatan Anda. Jangan memaksakan standar konsumsi yang melebihi kemampuan finansial.

    2. Prioritaskan Kebutuhan Utama

    Ramadhan sering kali identik dengan berbagai penawaran menarik dan promo besar. Namun, Anda perlu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Dahulukan pengeluaran yang bersifat wajib seperti bahan makanan pokok dan kewajiban zakat sebelum mempertimbangkan belanja tambahan. Sikap selektif dalam berbelanja akan membantu menjaga stabilitas keuangan hingga akhir bulan.

    3. Rencanakan Menu Sahur dan Berbuka

    Perencanaan menu harian dapat menekan pengeluaran secara signifikan. Dengan menyusun daftar menu selama satu minggu atau satu bulan, Anda dapat membuat daftar belanja yang lebih terarah. Cara ini efektif untuk menghindari pembelian impulsif yang sering terjadi saat berbelanja tanpa perencanaan. Selain itu, memasak sendiri di rumah cenderung lebih hemat dibandingkan membeli makanan jadi setiap hari.

    4. Manfaatkan Promo Secara Bijak

    Banyak supermarket dan platform belanja menawarkan diskon khusus selama Ramadhan. Anda dapat memanfaatkan promo tersebut untuk kebutuhan pokok yang memang sudah direncanakan dalam anggaran.

    Namun, hindari membeli barang hanya karena tergiur potongan harga. Pastikan setiap pembelian sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan sebelumnya.

    5. Siapkan Dana Zakat dan Sedekah Sejak Awal

    Ramadan adalah bulan berbagi. Agar tidak mengganggu arus kas harian, sebaiknya Anda menyisihkan dana zakat dan sedekah sejak awal bulan. Tentukan nominal yang sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Alokasi yang terencana, kewajiban sosial dapat terpenuhi tanpa membuat kondisi keuangan menjadi tertekan.

    6. Catat dan Evaluasi Pengeluaran

    Mencatat pengeluaran harian membantu Anda mengetahui pos mana yang paling banyak menyerap dana. Evaluasi rutin setiap pekan memungkinkan Anda melakukan penyesuaian apabila terjadi pembengkakan anggaran. Langkah sederhana ini dapat mencegah defisit keuangan di akhir Ramadhan.

    7. Pertahankan Dana Darurat

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Meski fokus pada kebutuhan Ramadhan, dana darurat tetap harus dijaga. Hindari menggunakan dana darurat untuk pengeluaran konsumtif. Dana tersebut sebaiknya hanya digunakan untuk kebutuhan mendesak yang tidak terduga. Memiliki dana darurat yang aman akan membuat Anda lebih tenang dalam menghadapi situasi tak terduga.

    Itu dia persiapan keuangan di bulan Ramadhan yang bisa Anda terapkan. Ingat, Ramadhan bukan hanya momen meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga kesempatan memperbaiki kebiasaan finansial agar lebih teratur dan bertanggung jawab. Selamat mencoba!


    Komentar
    Additional JS