0
News
    Home Featured Kuliner Solo Spesial Tips & Tricks

    Rekomendasi Kuliner Legend di Kota Solo, Kafe Es Setabelan yang Jualan Sejak 1950 - Tribunnews

    7 min read

     

    Rekomendasi Kuliner Legend di Kota Solo, Kafe Es Setabelan yang Jualan Sejak 1950


    Kafe Es Setabelan beralamat di Jalan Abdul Muis Nomor 90, lokasinya cukup mudah ditemukan. 

    Rekomendasi Kuliner Legend di Kota Solo, Kafe Es Setabelan yang Jualan Sejak 1950
    Ringkasan Berita:
    • Kafe Es Setabelan di Jalan Abdul Muis, Solo, merupakan kuliner legendaris yang berdiri sejak 1950 dan dikelola kakak-beradik Harianti dan Widiastuti.
    • Menjual aneka minuman tradisional, andalan es coklat dan es coklat roti, dengan harga terjangkau mulai Rp 3 ribu–Rp 12 ribu.
    • Berkonsep sederhana di garasi rumah, kafe ini pernah dikunjungi Menteri BUMN Erick Thohir dan buka setiap hari pukul 08.00–18.00 WIB.

     

    TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kota Solo tak pernah kehabisan cerita soal kuliner legendaris. Selain hidangan berat seperti tengkleng atau timlo, Solo juga menyimpan tempat minum tradisional yang telah bertahan lintas generasi.

    Salah satunya adalah Kafe Es Setabelan, sebuah warung minuman sederhana yang berada di Kelurahan Setabelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

    Kafe Es Setabelan beralamat di Jalan Abdul Muis Nomor 90, lokasinya cukup mudah ditemukan. 

    Dari warung Timlo Sastro, pengunjung bisa berjalan ke arah utara sekitar 230 meter atau menuju ke arah SMA Negeri 2 Kota Solo.

    Warung ini berada di sisi timur jalan dengan penanda berupa MMT berwarna biru bertuliskan merah “Kafe Es Setabelan”.

    Meski tampak sederhana, tempat ini menyimpan sejarah panjang.

    Konon, Kafe Es Setabelan sudah berdiri sejak tahun 1950 dan tidak pernah berpindah lokasi. 

    Warung ini dikelola oleh dua kakak-beradik perempuan paruh baya, Harianti (82) dan Widiastuti (72).

    “Warung ini sudah ada lebih dari 50 tahun. Dari dulu di sini tidak pernah pindah,” ujar Harianti.

    Menariknya, kafe es legendaris ini juga pernah dikunjungi Menteri BUMN Erick Thohir di sela-sela persiapan pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, menambah nilai historis sekaligus popularitas tempat ini.

    Baca juga: Sejarah Ayam Kremes, Lahir dari Dapur Rumah Makan di Kalasan, Kini jadi Kuliner Populer di Solo

    Dari segi tempat, Kafe Es Setabelan bisa dibilang sangat minimalis. Area jualan memanfaatkan salah satu bagian rumah, tepatnya ruang garasi berukuran kurang lebih 4 x 5 meter.

    Meski kecil, suasananya terasa hangat dan penuh nostalgia.

    Soal menu, Kafe Es Setabelan menawarkan beragam minuman tradisional dengan harga ramah di kantong. Hampir semua minuman dibanderol Rp 12 ribu, kecuali es teh yang hanya Rp 3 ribu. Dua menu yang paling direkomendasikan adalah es coklat dan es coklat roti.

    Bahan coklat disimpan dalam toples kaca dan terlihat kental. Namun saat disajikan, rasanya tidak enek dan justru nyaman di tenggorokan. Perpaduan rasa pahit dan manisnya terasa seimbang dan unik. Minuman ini disajikan dengan es gosrok, yang bahkan masih digosrok sendiri secara manual oleh Harianti menggunakan es batu balok kecil.

    Jika memesan es coklat roti, pengunjung akan mendapatkan isian lengkap berupa potongan roti berbentuk dadu, kolang-kaling kuning, dawet, serta cincau hitam. Perpaduan tekstur dan rasa membuat minuman ini semakin istimewa.

    Selain minuman, Kafe Es Setabelan juga menyediakan menu makanan ringan tradisional dengan harga berkisar Rp 9 ribu hingga Rp 12 ribu, seperti gado-gado, lotek, dan lotis.

    Informasi Kafe Es Setabelan
    Jam buka: 08.00 – 18.00 WIB

    Menu Minuman:

    Es buah
    Es coklat
    Es coklat roti
    Es dawet
    Es gula kelapa
    Es kolak
    Es kolak panili
    Es kolak kacang hijau
    Es kolak degan
    Es kacang hijau
    Es kombinasi
    Es kelapa muda
    Es citrun
    Es mega mendung
    Es nanas
    Es teh
    Menu Makanan:

    Gado-gado
    Lotek
    Lotis

    Bagi pencinta kuliner tradisional, Kafe Es Setabelan bukan sekadar tempat minum, melainkan saksi sejarah kuliner Solo yang tetap setia menjaga cita rasa sejak puluhan tahun lalu.

    Cocok disambangi untuk melepas dahaga sekaligus menikmati suasana Solo tempo dulu.

    Baca juga: Warung Bakso Sera Simo Boyolali Habiskan 300 Kelapa Muda dalam Sehari, Ada Menu Es Krim Kelapa Muda

    (*)


    Komentar
    Additional JS