0
News
    Home Ayam Kremes Featured Kuliner Spesial

    Sejarah Ayam Kremes, Lahir dari Dapur Rumah Makan di Kalasan, Kini jadi Kuliner Populer di Solo - Tribunnews

    8 min read

     

    Sejarah Ayam Kremes, Lahir dari Dapur Rumah Makan di Kalasan, Kini jadi Kuliner Populer di Solo

    Tidak sulit mencari ayam goreng kremes di Solo Raya, mulai dari harga kaki lima hingga disajikan di restoran.

    Ringkasan Berita:
    • Ayam goreng kremes populer di Solo Raya karena mudah ditemukan dari kaki lima hingga restoran, termasuk di sekitar kampus dengan harga terjangkau.
    • Berasal dari Kalasan, Sleman, Yogyakarta, ayam kremes dikenalkan Mbok Berek dengan ciri taburan kremesan renyah yang membedakannya dari ayam goreng biasa.
    • Kini ayam kremes berkembang dari kuliner tradisional keraton menjadi sajian nasional, dengan tekstur kriuk, rasa gurih, dan disajikan bersama nasi, sambal, serta lalapan.

     

    TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ayam goreng kremes sudah menjadi salah satu makanan populer di Solo Raya, Jawa Tengah.

    Tidak sulit mencari ayam goreng kremes di Solo Raya, mulai dari harga kaki lima hingga disajikan di restoran.

    Di dekat kampus seperti Universitas Sebelas Maret (UNS) atau Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), kuliner satu ini juga mudah dijumpai dengan harga terjangkau.

    Baca juga: Sejarah Jenang Krasikan, Kudapan yang Kini jadi Oleh-oleh Khas Kedunggudel Sukoharjo

    Namun, tahukah Tribuners bagaimana sejarah ayam goreng kremes hingga jadi kuliner sejuta umat?

    Asal-usul Ayam Kremes dari Kalasan

    Menurut Kompas.com, ayam kremes berakar dari daerah Kalasan, Sleman, Yogyakarta.

    Hidangan ini pertama kali diperkenalkan oleh Nini Ronodikromo yang lebih dikenal sebagai Mbok Berek.

    Ia mengembangkan teknik khusus dalam mengolah ayam goreng hingga menghasilkan remah kremesan yang renyah.

    Dari sinilah lahir ayam goreng Kalasan, yang kemudian berkembang menjadi varian ayam goreng kremes seperti dikenal saat ini.

    Ilustrasi Ayam Goreng Kremes
    KULINER LEGENDARIS - Ilustrasi Ayam Goreng Kremes yang populer di Solo Raya, Jawa Tengah. Begini sejarahnya. (sajiansedap.grid.id)

    Secara etimologi, kata “kremes” berasal dari bahasa Jawa yang berarti sensasi mengunyah makanan yang renyah.

    Turunannya, “kumremes”, menggambarkan tekstur makanan yang getas dan garing saat dikunyah.

    Istilah ini sangat sesuai dengan karakter utama ayam kremes, yakni baluran atau taburan remah renyah yang membedakannya dari ayam goreng biasa.

    Baca juga: Sejarah Kolang-kaling Hingga Bisa jadi Kuliner Khas Ramadhan di Solo Raya

    Ciri Khas dan Sensasi Rasa Ayam Kremes

    Ayam kremes terdiri dari ayam berbumbu yang digoreng hingga matang, lalu disajikan bersama taburan kremesan.

    Kremesan ini berasal dari adonan tepung berbumbu yang digoreng hingga membentuk butiran renyah berwarna kuning keemasan.

    Perpaduan ayam yang empuk dan kremesan yang kriuk menciptakan sensasi rasa yang unik dan memanjakan lidah.

    Proses pembuatannya dimulai dengan merendam ayam dalam racikan bumbu kaya rempah, seperti bawang merah, bawang putih, daun salam, kunyit, serai, lengkuas, kemiri, air asam jawa, garam, dan gula.

    Baca juga: Sejarah Pepes, Kuliner Warisan Leluhur yang Diadaptasi jadi Cabuk Wijen Khas di Wonogiri

    Setelah dimarinasi, ayam dimasak hingga setengah matang dan berwarna kekuningan, lalu digoreng sampai matang sempurna.

    Kremesan dibuat dari campuran tepung kanji atau terigu, kaldu ayam, dan telur yang digoreng hingga garing.

    Dalam penyajiannya, ayam kremes hampir selalu ditemani nasi putih hangat, sambal terasi atau sambal kecap, serta lalapan segar seperti mentimun, daun kemangi, dan kol.

    Kombinasi ini menghasilkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan segar dalam satu sajian.

    Dari Keraton hingga Waralaba Nasional

    Ayam kremes tidak hanya bertahan sebagai kuliner tradisional, tetapi juga berkembang menjadi produk komersial berskala nasional.

    Waralaba Ayam Goreng Mbok Berek, yang berdiri sejak 1830, dikenal sebagai pelopor ayam goreng Kalasan, cikal bakal ayam kremes modern.

    Konon, ayam goreng ini digemari Sultan Hamengkubuwono IX dan semakin populer setelah dikunjungi Presiden Soekarno.

    Selain itu, Ayam Goreng Ny. Suharti yang berdiri sejak 1972 di Yogyakarta juga menjadi salah satu rumah makan legendaris yang mempopulerkan ayam goreng kremes di berbagai kota di Indonesia.

    Rekomendasi Ayam Goreng Kremes Halal di Solo

    Bagi pencinta ayam kremes di Solo, salah satu rekomendasi yang patut dicoba adalah Ayam & Bebek Goreng Pak Cipto Banyuanyar.

    Tempat makan ini sudah eksis sejak 1993 dan dikenal dengan ayam gorengnya yang empuk, bumbu yang meresap, serta kremesan yang renyah dan gurih.

    Satu paket ayam kremes lengkap dengan nasi, lalapan, dan minuman dibanderol sekitar Rp29 ribuan, tergolong ramah di kantong.

    okasinya strategis di pinggir jalan raya, tempatnya bersih dan nyaman, serta menyediakan beragam pilihan lauk goreng dan bakar.

    Daya tarik lainnya adalah empat jenis sambal yang siap memanjakan selera.

    Lokasi:

    Jl. Letjen Suprapto No.105, Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.

    (*)


    Komentar
    Additional JS