0
News
    Home Featured Jejak Sejarah Kuliner Risoles Sejarah Spesial

    Sejarah Risoles, Kuliner Eropa yang Kini jadi Jajanan Populer di Solo - Tribunnews

    10 min read

     

    Sejarah Risoles, Kuliner Eropa yang Kini jadi Jajanan Populer di Solo

    Salah satu kuliner adaptasi Eropa yang populer di Solo adalah Risoles, atau sering disebut risol.

    Sejarah Risoles, Kuliner Eropa yang Kini jadi Jajanan Populer di Solo
    Ringkasan Berita:
    • Risoles merupakan kuliner adaptasi Belanda yang populer di Solo. Hidangan ini berupa pastri berisi daging atau sayuran, dibungkus kulit dadar tipis, lalu digoreng hingga renyah dan keemasan.
    • Asal-usulnya dari Eropa sejak abad ke-13 dan masuk Indonesia pada masa kolonial Belanda. Resepnya kemudian diadaptasi dengan bahan lokal, isian makin beragam, serta kulit lebih tipis sesuai selera masyarakat.
    • Di SoloRisol Keraton viral dengan empat varian rasa dan mampu menjual ribuan biji setiap hari.

     

    TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kota Solo, Jawa Tengah, sampai saat ini masih menyimpan ragam kuliner adapatasi Belanda.

    Salah satu kuliner adaptasi Eropa yang populer di Solo adalah Risoles, atau sering disebut risol.

    Risol adalah salah satu jenis pastri berisi yang populer di Indonesia.

    Baca juga: Sejarah Ayam Panggang Mbok Denok di Jatipuro, Kuliner Legendaris di Karanganyar

    Hidangan ini berupa isian daging dan sayuran yang dibungkus kulit dadar tipis, kemudian digoreng setelah dilapisi kocokan telur dan tepung panir hingga berwarna keemasan dan renyah.

    Selain digoreng, risoles juga bisa dipanggang dalam oven dan kerap disajikan sebagai makanan pembuka (hors-d'oeuvre) atau hidangan ringan.

    Risoles berukuran kecil bahkan sering digunakan sebagai pelengkap sajian utama berbahan daging unggas maupun sapi.

    Ragam Isian dan Jenis Risoles

    Isian risoles sangat beragam, mulai dari daging ayam, daging sapi, ikan, udang, jamur kancing, hingga aneka sayuran seperti wortel, kentang, dan buncis.

    Kulit risoles dibuat dari campuran tepung terigu, kuning telur, mentega atau margarin, serta air atau susu.

    Di Indonesia, terdapat dua jenis risoles yang paling dikenal, yaitu risoles sayuran bercampur daging tumis dan risoles berisi ragout.

    Umumnya, risoles berbentuk persegi panjang menyerupai amplop, sementara risoles berbentuk segitiga biasanya berisi ragout.

    Risoles lazim disantap dengan saus kacang encer, saus botolan, atau cabai rawit.

    Baca juga: Sejarah Kue Lapis Legit, Kuliner Belanda yang Kini jadi Hidangan Khas Imlek di Solo

    Asal-usul Risoles dari Eropa

    Risoles memiliki sejarah panjang yang berakar dari Eropa.

    Makanan ini dulunya dikenal dengan nama roinsolles dan mulai dikenal sejak abad ke-13.

    resep masakan cara mudah membuat risoles ayam carbonara
    SEJARAH KULINER - Ilustrasi varian risoles yang enak. Inilah sejarah risoles, kuliner Eropa yang kini jadi jajanan populer di Solo, Jawa Tengah. (SAJIAN SEDAP)

    Pada masa awal, risoles hanya berupa panekuk sederhana yang digoreng menggunakan mentega atau lemak hewan.

    Seiring waktu, risoles mulai diisi dengan daging cincang.

    Dalam istilah kuliner Prancis, kata rissoler berarti “membuat kecokelatan”.

    Sebuah rissole biasanya dibungkus pastri dan digoreng, meski terkadang juga dipanggang.

    Rissole dapat bercita rasa asin maupun manis, tergantung isian dan penyajiannya.

    Baca juga: Sejarah Ayam Bakar : Kuliner Populer di Solo Raya, Cara Masyarakat Dulu Manfaatkan Rempah Melimpah

    Perjalanan Risoles ke Indonesia

    Risoles diperkenalkan ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda sekitar abad ke-19.

    Saat itu, masyarakat Indonesia belum mengenal pastri seperti kulit risoles modern.

    Oleh karena itu, resep risoles kemudian diadaptasi menggunakan bahan-bahan lokal yang lebih mudah diperoleh.

    Dari waktu ke waktu, risoles mengalami banyak perubahan.

    Isiannya menjadi semakin variatif, mulai dari ayam suwir, sayuran, hingga keju.

    Kulitnya pun dibuat lebih tipis dan renyah, menyesuaikan selera masyarakat Indonesia.

    Baca juga: Sejarah Jenang Krasikan, Kudapan yang Kini jadi Oleh-oleh Khas Kedunggudel Sukoharjo

    Risoles sebagai Bagian Budaya Kuliner Indonesia

    Kini, risoles telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner Indonesia.

    Makanan ini sering hadir dalam berbagai acara, seperti pesta ulang tahun, arisan, hingga hajatan.

    Selain itu, risoles juga menjadi jajanan pasar favorit yang mudah ditemukan di berbagai daerah.

    Dari makanan asing, risoles telah bertransformasi menjadi warisan kuliner Indonesia yang kaya dan beragam, membuktikan bahwa makanan mampu menjadi penghubung budaya sekaligus ruang inovasi tanpa batas.

    Risoles Enak dan Viral di Solo

    Di Kota Solo, risoles kembali mencuri perhatian setelah salah satu penjualnya viral di media sosial.

    Akun Instagram agendasolo mereview Risol Keraton yang recommended.

    Setiap harinya, Risol Keraton mampu menjual hingga ribuan biji risoles.

    Terdapat empat varian rasa yang ditawarkan, yakni risol ayam original seharga Rp7 ribu, risol jando dan risol mozarella masing-masing Rp8 ribu, serta risol beef shortplate seharga Rp10 ribu.

    Risol Keraton buka setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.

    Lokasinya berada di Jalan Gatot Subroto No.160, Jayengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

    (*)


    Komentar
    Additional JS