Waspadai Jika Urine Seperti Ini, Bisa Jadi Tanda Sakit Ginjal-Infeksi - detik

Urine mungkin terlihat hanya sebagai sisa yang dikeluarkan tubuh, padahal sebenarnya sangat penting. Urine bisa menjadi tanda untuk melihat apa yang sedang terjadi di dalam tubuh.
Ginjal menyaring zat sisa, garam berlebih, dan air, lalu semuanya dikeluarkan melalui urine. Karena itu, apa pun yang muncul pada urine dapat memberikan banyak informasi tentang kondisi kesehatan.
Melalui pemeriksaan urine sederhana, dokter dapat mendeteksi masalah ginjal, infeksi, diabetes, hingga tanda penyakit serius seperti kanker kandung kemih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemeriksaan urine merupakan aspek yang sangat penting dalam mendiagnosis penyakit," kata dr Anant Kumar, Chairman Urology, Renal Transplant and Robotics, Max Super Speciality Hospital, Saket, dikutip dari Times of India.
Menurut dr Anant Kumar, warna urine lebih banyak mencerminkan tingkat konsentrasinya. Namun, analisis dan pemeriksaan urine secara menyeluruh dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai fungsi ginjal dan penanda kesehatan lainnya.
"Warna urine, apakah kuning atau bening, tergantung pada konsentrasinya. Jika Anda kurang minum, urine bisa menjadi kuning. Jika banyak minum air, warnanya bisa tampak lebih bening. Pada musim panas, jika Anda tidak minum air dalam beberapa waktu, urine akan menjadi kuning pekat. Jadi, warna urine saja tidak selalu cukup untuk menegakkan diagnosis," jelasnya.
Meski begitu, dr Anant Kumar membagikan sejumlah kelainan urine yang dapat menjadi tanda berbagai penyakit:
- Urine berbau menyengat bisa menandakan adanya infeksi, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan urine.
- Urine berwarna merah muda, merah tua, atau terdapat darah merupakan tanda yang sangat serius dan harus segera diperiksakan ke dokter urologi. Kondisi ini bisa mengindikasikan infeksi, batu, TBC, atau tumor.
- Urine kuning sangat gelap dapat mengarah pada penyakit hati.
- Urine berbusa berlebihan dapat menandakan kehilangan protein, yang menunjukkan adanya kerusakan ginjal.
- Urine berwarna kusam atau seperti asap (smokey) memerlukan perhatian medis.
- Urine yang dikerubungi semut bisa menjadi tanda adanya gula dalam urine, sehingga perlu pemeriksaan urine dan darah untuk diabetes.
- Keluarnya kristal dalam urine dapat berkaitan dengan batu asam urat atau batu sistin.
- Adanya sel darah merah atau red blood cells (RBC) dan sel nanah menunjukkan perdarahan dan infeksi.
- Sel darah merah yang bentuknya tidak normal dapat menandakan penyakit glomerulus pada ginjal.
"Urine adalah cerminan dari apa yang terjadi pada ginjal Anda, dan pemeriksaan urine dapat memberikan banyak informasi penting," lanjut dr Anant Kumar.
Ia menjelaskan, urine merupakan salah satu alat diagnosis yang sederhana namun sangat kuat. Misalnya, jika ditemukan sel kanker dalam urine, hal ini dapat mengindikasikan kanker kandung kemih.
Pemeriksaan urine juga bermanfaat untuk mendiagnosis tuberkulosis (TBC/TB) serta mendeteksi gangguan metabolik. Keberadaan keton dalam urine, misalnya, dapat menimbulkan bau khas dan menandakan metabolisme yang tidak normal.
"Pemeriksaan urine juga membantu mengidentifikasi berbagai jenis penyakit ginjal. Secara keseluruhan, tes urine bersifat sederhana, tidak invasif, dan mampu mengungkap banyak hal tentang kondisi kesehatan. Jika Anda memiliki keraguan atau keluhan, pemeriksaan ini sebaiknya tidak diabaikan," pungkasnya.