Sosial Media
0
Terkini
    Home Featured Mesin Cuci Spesial Tips & Tricks

    Awas Boncos, Cek 10 Dampak jika Mesin Cuci Jarang Dibersihkan - Tribunshopping

    14 min read

     

    Awas Boncos, Cek 10 Dampak jika Mesin Cuci Jarang Dibersihkan - Tribunshopping.com

    Tips Home Care

    Berikut ini adalah sejumlah dampak negatif yang bisa terjadi jika jarang atau bahkan tidak pernah membersihkan mesin cuci sejak dibeli.

    Sumber: Freepik

    Ilustrasi membersihkan mesin cuci. Berikut akibat-akibat buruk jika tak pernah atau jarang membersihkan mesin cuci.

    TRIBUNSHOPPING.COM - Sudah tidak alasan lagi bagi kamu untuk malas membersihkan mesin cuci.

    Terlebih, setelah memahami akibat-akibat buruk yang terjadi jika kamu tidak rutin atau bahkan belum pernah membersihkan mesin cuci sejak pertama kali dipakai.

    Untuk penggunaan normal atau mencuci 3–5 kali seminggu, mesin cuci sebaiknya dibersihkan minimal 1 kali dalam sebulan.

    Apabila mesin cuci tidak pernah atau tidak rutin dibersihkan, berbagai dampak negatif bisa terjadi, baik pada kinerja mesin, kualitas hasil cucian, maupun kesehatan penggunanya.

    Mesin cuci memang berfungsi membersihkan pakaian, namun alat ini sendiri juga bisa menjadi sarang kotoran dan mikroorganisme jika tidak dirawat dengan baik.

    Baca juga: Simpel tapi Bisa Tekan Pengeluaran, Ini 10 Trik Hemat Tagihan Listrik Rumahan

    10 Dampak Mesin Cuci Jarang Dibersihkan

    Berikut ini adalah sejumlah efek yang bisa timbul jika mesin cuci jarang atau tidak pernah dibersihkan.

    1. Kotoran dan residu deterjen menumpuk

    Ilustrasi mesin cuci.
    Ilustrasi mesin cuci. (Freepik)

    Setiap kali mencuci, sisa deterjen, pelembut pakaian, kotoran dari pakaian, serta mineral dari air akan tertinggal di dalam tabung mesin cuci.

    Jika tidak dibersihkan secara rutin, residu-residu tersebut akan menumpuk dan membentuk lapisan kerak.

    Penumpukan ini membuat mesin cuci tidak lagi bekerja secara optimal karena bagian dalamnya tertutup oleh kotoran yang seharusnya terbuang bersama air.

    Baca juga: Tak Boleh Di-skip, Begini 7 Cara Mudah Bersihkan Mesin Cuci agar Tak Jadi Sarang Kotoran

    2. Muncul bau tidak sedap

    Ilustrasi cucian bau tidak sedap.
    Ilustrasi cucian bau tidak sedap. (Freepik)

    Salah satu dampak yang paling sering dirasakan yaitu munculnya bau apek atau tidak sedap dari mesin cuci.

    Bau ini berasal dari bakteri dan jamur yang berkembang di lingkungan lembap, terutama di sela-sela tabung, karet pintu, dan saluran pembuangan.

    Akibatnya, pakaian yang dicuci justru ikut berbau tidak enak meskipun telah menggunakan deterjen dan pewangi.

    3. Cucian kurang bersih

    Ilustrasi melihat hasil cucian.
    Ilustrasi melihat hasil cucian. (Freepik)

    Mesin cuci yang kotor tidak mampu membersihkan pakaian secara maksimal.

    Kotoran yang menempel di tabung bisa kembali menempel pada pakaian selama proses pencucian.

    Hal ini menyebabkan pakaian terlihat kusam, masih terdapat noda, atau bahkan muncul bercak hitam kecil akibat serpihan kotoran dari dalam mesin.

    Kondisi ini tentu merugikan karena tujuan mencuci pakaian menjadi tidak tercapai.

    Baca juga: Review Lengkap Mesin Cuci MiTO WM85 yang Harganya di Bawah 1 Juta: Kelebihan hingga Kekurangan

    4. Tumbuh bakteri dan jamur berbahaya

    Ilustrasi mesin cuci.
    Ilustrasi mesin cuci. (Freepik)

    Lingkungan mesin cuci yang lembap dan kotor merupakan tempat ideal bagi pertumbuhan bakteri, jamur, dan mikroorganisme lainnya.

    Beberapa jenis bakteri bisa menyebabkan iritasi kulit, alergi, hingga infeksi, terutama bagi orang yang memiliki kulit sensitif, bayi, atau lansia.

    Jika pakaian yang terkontaminasi bakteri tersebut dipakai, risiko gangguan kesehatan akan meningkat.

    5. Komponen mesin cuci rusak

    Ilustrasi mesin cuci.
    Ilustrasi mesin cuci. (Freepik)

    Penumpukan kerak dan kotoran dapat mengganggu kerja komponen mesin cuci seperti tabung, filter, dan saluran air.

    Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan mesin bekerja lebih berat, sehingga komponen cepat aus atau rusak.

    Akibatnya, mesin cuci menjadi sering bermasalah, seperti air tidak mau keluar, putaran tidak maksimal, atau mesin tiba-tiba berhenti bekerja.

    Baca juga: Wajib Dihindari, Ini 9 Kesalahan Sepele yang Bikin Mesin Cuci Cepat Rusak

    6. Boros listrik

    Ilustrasi mesin cuci.
    Ilustrasi mesin cuci. (Freepik)

    Mesin cuci yang kotor cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk mencuci pakaian hingga bersih.

    Hal ini membuat penggunaan listrik dan air menjadi lebih banyak dari seharusnya.

    Selain meningkatkan biaya tagihan listrik, kondisi ini juga tidak ramah lingkungan karena terjadi pemborosan sumber daya.

    7. Usia pakai mesin cuci berkurang

    Ilustrasi mesin cuci.
    Ilustrasi mesin cuci. (Freepik)

    Kurangnya perawatan, termasuk tidak membersihkan mesin cuci secara rutin, akan memperpendek usia pakai mesin.

    Mesin yang seharusnya bisa digunakan bertahun-tahun mungkin akan rusak lebih cepat karena komponen di dalamnya dipaksa bekerja dalam kondisi yang tidak ideal.

    Akibatnya, kamu mungkin harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan atau bahkan membeli mesin cuci baru.

    Baca juga: Kenali 9 Hal yang Jadi Pertanda Mesin Cuci Sudah Harus Dibersihkan

    8. Menurunnya kenyamanan

    Ilustrasi mesin cuci.
    Ilustrasi mesin cuci. (Freepik)

    Mesin cuci yang berbau, sering bermasalah, dan tidak mampu mencuci dengan baik tentu menurunkan kenyamanan pengguna.

    Aktivitas mencuci yang seharusnya memudahkan pekerjaan rumah tangga justru menjadi merepotkan dan menjengkelkan.

    Hal ini juga bisa menimbulkan ketidakpuasan karena hasil cucian tidak sesuai harapan.

    9. Mencemari pakaian

    Ilustrasi membersihkan mesin cuci.
    Ilustrasi membersihkan mesin cuci. (Freepik)

    Jika mesin cuci kotor, bakteri dan jamur dari cucian sebelumnya dapat berpindah ke cucian berikutnya.

    Hal itu disebut sebagai pencemaran silang.

    Misalnya, pakaian kerja yang kotor atau pakaian luar yang penuh debu bisa meninggalkan kuman di mesin, lalu kuman tersebut menempel pada pakaian bersih seperti handuk atau pakaian tidur.

    Baca juga: 5 Rekomendasi Toko Elektronik Termurah dan Terlengkap di Kota Surabaya

    10. Biaya perbaikan menjadi lebih mahal

    Ilustrasi mesin cuci.
    Ilustrasi mesin cuci. (Freepik)

    Masalah kecil akibat mesin cuci yang kotor, jika dibiarkan, bisa berkembang menjadi kerusakan besar.

    Perbaikan komponen mesin cuci biasanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

    Padahal, membersihkan mesin cuci secara rutin relatif mudah dan murah dibandingkan biaya servis atau penggantian mesin.

    Tentu ini dapat membuatmu boncos atau rugi dalam segi biaya.

    Tidak pernah atau tidak rutin membersihkan mesin cuci bisa menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari menurunnya kualitas cucian, munculnya bau tidak sedap, risiko gangguan kesehatan, hingga kerusakan mesin dan pemborosan biaya.

    Oleh sebab itu, membersihkan mesin cuci secara berkala merupakan langkah penting untuk menjaga kebersihan pakaian, kesehatan keluarga, serta keawetan mesin cuci itu sendiri.

    Dengan perawatan yang tepat, mesin cucimu bisa bekerja lebih optimal, efisien, dan tahan lama.

    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (TribunShopping.com/Nina Yuniar)

    Bagikan Pengalaman Membacamu

    Masukan Anda membantu pembaca lain menemukan produk terbaik

    klik di sini

    Artikel Populer

    Artikel Terkini

    Komentar
    Additional JS