GERD Kambuh Saat Mudik Lebaran, Ini 4 Faktor Pemicunya - SindoNews
GERD Kambuh Saat Mudik Lebaran, Ini 4 Faktor Pemicunya
Liputan6.com, Jakarta - Mudik Lebaran bisa menjadi tantangan tersendiri bagi pasien Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Terlebih, jika perjalanan mudik dilakukan saat masih menjalankan ibadah puasa.
“Perubahan jam makan, kelelahan fisik, hingga stres selama di perjalanan sering kali memicu naiknya asam lambung. Karenanya, penting untuk mengetahui penanganan yang tepat jika kondisi GERD kambuh di perjalanan,” kata dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi, Hasan Maulahela, dalam keterangan pers dikutip pada Selasa (17/3/2026).
GERD atau penyakit refluks asam lambung adalah gangguan pencernaan di mana cairan asam lambung naik dari lambung ke kerongkongan dan mengiritasi lapisan bagian dalam saluran pencernaan yang dilewati asam lambung. Umumnya saat terjadi kekambuhan, pengidap GERD mengalami rasa asam atau pahit di mulut (regurgitasi asam) dan sensasi perih atau panas terbakar di dada dan ulu hati (heartburn). Selain itu, pasien juga kerap merasakan mual dan muntah, begah, nyeri dada, bahkan gangguan pernapasan.
Saat dalam perjalanan, kondisi GERD dapat dipicu oleh berbagai faktor, antara lain:
- Terburu-buru makan dan minum saat sahur atau ketika berbuka di perjalanan
- Mengonsumsi makanan pedas, berlemak, atau minuman berkafein berlebihan
- Posisi duduk terlalu lama yang menyebabkan tekanan pada area perut, sehingga mendorong asam lambung naik
- Stres dan kelelahan dalam perjalanan.
Pertolongan Pertama GERD
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5532930/original/009536700_1773716036-RSPI_-_Dr._dr._Hasan_Maulahela__Sp._P.D__Subsp._G.E.H.__K_.jpg)
Ketika merasakan gejala GERD tetapi masih berada dalam perjalanan dan kondisi berpuasa, lakukan langkah berikut untuk meredakan gejala:
Longgarkan pakaian
Jika menggunakan ikat pinggang atau pakaian yang ketat, segera longgarkan. Tekanan pada perut dapat memperburuk aliran balik asam lambung.
Atur posisi duduk
Tegakkan posisi duduk, jangan membungkuk atau meringkuk. Jika memungkinkan, sandarkan punggung dengan posisi kepala dan dada lebih tinggi dari perut untuk memanfaatkan gaya gravitasi agar asam lambung tidak terus naik.
Lakukan pernapasan dalam
Tarik napas melalui hidung dan buang perlahan melalui mulut. Hal ini membantu merelaksasi otot saluran cerna dan mengurangi rasa panik yang dapat memperburuk produksi asam lambung.
Jika Kondisi Tak Mereda
Jika kondisi tidak mereda dan terjadi gejala berat yang ditandai dengan nyeri ulu hati sangat hebat disertai muntah atau sesak napas, maka sebaiknya jangan memaksakan diri.
Segerakan berbuka dengan air hangat (bukan air dingin atau air dengan es batu) dan konsumsi obat jika perlu. Hindari mengonsumsi makanan maupun minuman yang dapat memperburuk kondisi.
“Namun, jika gejala GERD yang Anda alami tak berangsur pulih, segera kunjungi unit Emergency rumah sakit terdekat untuk penanganan yang tepat. Penting untuk mengetahui alamat-alamat rumah sakit di jalur mudik yang Anda lewati,” kata dokter yang bertugas di RS Pondok Indah – Pondok Indah.