0
News
    Home Berita Buka Puasa Buka Puasa Romadhon Featured Kuliner Romadhon Roti Krumpul Spesial Takjil Tips & Tricks

    Ide Buat Takjil, Roti Krumpul Khas Solo yang Biasanya Jadi Bingkisan Hajatan Bisa Buat Oleh-oleh - Tribunnews

    6 min read

     

    Ide Buat Takjil, Roti Krumpul Khas Solo yang Biasanya Jadi Bingkisan Hajatan Bisa Buat Oleh-oleh

    Roti ini merupakan adaptasi lokal dari roti sobek atau pull-apart bread, roti manis lembut yang disajikan dengan cara disobek, bukan dipotong.

    Ide Buat Takjil, Roti Krumpul Khas Solo yang Biasanya Jadi Bingkisan  Hajatan Bisa Buat Oleh-oleh
    Ringkasan Berita:
    • Roti krumpul adalah adaptasi roti sobek (pull-apart bread) di Surakarta, disusun dari bola adonan melingkar dalam loyang bulat sehingga mudah disobek bersama.
     
    • Berakar dari tradisi roti kuno yang masuk lewat kolonial Belanda, kini hadir dengan isian cokelat, keju, selai, hingga abon serta berbagai topping manis.
     
    • Populer sebagai takjil dan oleh-oleh; teksturnya lembut, harum mentega, dan penyajiannya melambangkan kebersamaan dalam budaya Jawa.

     

    TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Berburu takjil di Surakarta saat bulan Ramadan selalu menghadirkan banyak pilihan menggoda.

    Selain kolak, es buah, dan jajanan pasar, ada satu kudapan roti yang semakin populer sebagai menu berbuka: roti krumpul.

    Roti ini merupakan adaptasi lokal dari roti sobek atau pull-apart bread, roti manis lembut yang disajikan dengan cara disobek, bukan dipotong.

    Teksturnya empuk, aromanya harum mentega, dan rasanya manis lembut menjadikannya pilihan takjil yang pas untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

    Sejarah roti berawal lebih dari 5.000 tahun lalu di Mesir Kuno.

    Baca juga: Ide Buka Puasa Enak di Sragen, Ada Kuliner Ayam Goreng, Opor Ayam hingga Es Buah Segar!

    Masyarakat saat itu telah mengenal fermentasi alami dan teknik pengolahan gandum.

    Tradisi pembuatan roti kemudian menyebar ke Eropa dan Asia.

    Di Indonesia, budaya roti mulai berkembang pada abad ke-19 saat masa kolonial Belanda.

    Seiring waktu, masyarakat lokal mengadaptasi roti menjadi bagian dari kuliner Nusantara.

    Dari proses adaptasi inilah lahir roti sobek roti empuk dengan isian manis atau gurih yang cocok disantap bersama, sesuai budaya komunal masyarakat Indonesia.

    Krumpul: Identitas Lokal dari Solo
    Di Solo, roti sobek mengalami transformasi unik dan dikenal sebagai roti krumpul.

    Secara bahan dan rasa, krumpul mirip dengan roti sobek. Perbedaannya terletak pada bentuk penyusunan adonan:

    Roti sobek: bola adonan disusun sejajar dalam loyang persegi.

    Roti krumpul: bola adonan disusun rapat melingkar dalam loyang bulat.
    Baca juga: Kini Jadi Oleh-oleh Khas Klaten, Roti Semir Ternyata Dulu Sering Dipakai Saat Acara Kematian

    Setelah dipanggang, bola roti menyatu sebagian namun tetap mudah “dikerumpulkan” atau disobek satu per satu. Nama krumpul berasal dari bahasa Jawa krumpul-krumpul yang berarti berkumpul atau menempel.

    Bentuknya menyerupai taman roti kecil yang estetik dan menggugah selera — cocok dinikmati bersama keluarga saat berbuka.

     Ragam Isian Favorit: Tradisional hingga Modern

    Salah satu daya tarik roti krumpul adalah variasi isiannya yang mengikuti selera masyarakat Solo:

    Isian manis:

    cokelat
    keju
    selai stroberi
    nanas
    kacang hijau

    Isian gurih:

    abon sapi
    ayam pedas

    Topping seperti gula halus, meses, dan keju parut menambah kenikmatan setiap gigitan. Kombinasi tekstur lembut, isian lumer, dan aroma mentega membuatnya sulit ditolak.

     Takjil yang Sarat Makna Kebersamaan

    Di Solo, roti krumpul bukan sekadar camilan. Kudapan ini sering hadir dalam:

    arisan keluarga
    syukuran
    ulang tahun
    jamuan hari raya

    Penyajiannya yang bisa disobek bersama melambangkan kehangatan dan kebersamaan nilai yang sangat dijunjung dalam budaya Jawa.

    Kini, krumpul juga menjadi oleh-oleh khas Solo. Banyak toko roti lokal menjualnya dalam kemasan menarik dengan harga terjangkau, menjadikannya “roti rakyat” yang merakyat sekaligus istimewa.

    (*)


    Komentar
    Additional JS