0
News
    Home Aritmia Berita Featured Kesehatan Lebaran Mudik Spesial Tips & Tricks

    Jangan Panik! Dokter Ungkap Cara Aman Mudik bagi Penderita Aritmia - Viva

    5 min read

      

    Jangan Panik! Dokter Ungkap Cara Aman Mudik bagi Penderita Aritmia


    Jakarta, VIVA – Mudik Lebaran menjadi tradisi tahunan yang dinantikan banyak orang untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Namun perjalanan jauh yang identik dengan kemacetan, kelelahan, hingga perubahan pola aktivitas bisa menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian orang, terutama bagi pasien dengan gangguan irama jantung atau aritmia.

    Aritmia merupakan kondisi ketika irama detak jantung menjadi tidak teratur, bisa terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak stabil. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti jantung berdebar, pusing, hingga sesak napas. Meski begitu, bukan berarti penderita aritmia tidak boleh melakukan perjalanan jauh, termasuk mudik Lebaran. Scroll lebih lanjut yuk!

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Menurut Dr. dr. Dicky Armein Hanafy, Sp.JP(K), Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia Heartology Cardiovascular Hospital, pasien aritmia tetap dapat bepergian selama kondisi kesehatannya dalam keadaan stabil.

    “Sebagian besar pasien aritmia tetap dapat melakukan perjalanan dengan aman. Namun faktor seperti kelelahan, dehidrasi, stres perjalanan, atau terlambat minum obat dapat memicu keluhan seperti jantung berdebar atau pusing,” jelas dr. Dicky.

    Ia menambahkan bahwa sejumlah penelitian serta panduan klinis internasional menunjukkan perjalanan jarak jauh, termasuk penerbangan, pada umumnya aman bagi pasien aritmia yang kondisi klinisnya stabil. Kendati demikian, pasien tetap perlu memperhatikan beberapa hal penting sebelum dan selama perjalanan.

    Tips Aman Mudik bagi Pasien Gangguan Irama Jantung

    Agar perjalanan tetap nyaman dan aman, pasien aritmia disarankan melakukan persiapan yang matang. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

    1. Pastikan kondisi jantung stabil sebelum berangkat

    Sebelum melakukan perjalanan jauh, pasien aritmia dianjurkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kondisi jantung dalam keadaan stabil serta memastikan terapi yang diberikan sudah optimal.

    2. Jangan melewatkan obat

    Obat yang diresepkan dokter harus tetap dikonsumsi secara teratur. Pasien disarankan membawa persediaan obat yang cukup selama perjalanan, bahkan menyiapkan cadangan jika terjadi keterlambatan.

    3. Hindari kelelahan dan kurang tidur

    Perjalanan jauh sering kali membuat seseorang kurang beristirahat. Padahal, kurang tidur dan kelelahan fisik dapat menjadi pemicu munculnya gangguan irama jantung pada sebagian pasien.

    4. Jaga hidrasi dan pola makan

    Kecukupan cairan sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh. Dehidrasi dapat memperburuk kondisi jantung, sehingga pasien disarankan cukup minum air putih dan membatasi konsumsi minuman berkafein atau minuman berenergi.

    5. Lakukan istirahat secara berkala

    Bagi pemudik yang menempuh perjalanan darat, dianjurkan berhenti setiap beberapa jam untuk beristirahat. Peregangan ringan atau berjalan sebentar dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi kelelahan.

    Jika Aritmia Muncul Saat Perjalanan

    Pada beberapa kondisi, gejala aritmia bisa muncul secara tiba-tiba di tengah perjalanan, misalnya jantung berdebar cepat, pusing, atau sesak napas.

    Jika hal tersebut terjadi, pasien dianjurkan segera menghentikan aktivitas dan beristirahat sejenak. Duduk atau berbaring dengan tenang sambil menarik napas dalam secara perlahan dapat membantu menenangkan denyut jantung.

    Dalam kasus tertentu, manuver vagal sederhana seperti mengejan ringan atau batuk juga dapat membantu menormalkan kembali irama jantung. Selain itu, minum air putih dapat membantu mengatasi kemungkinan dehidrasi yang memperparah gejala.

    Namun apabila keluhan tidak membaik, semakin berat, atau disertai gejala lain seperti nyeri dada, sesak napas berat, hingga pingsan, pasien harus segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Menurut dr. Dicky, persiapan yang baik menjadi kunci utama agar perjalanan tetap aman bagi pasien aritmia.

    “Dengan kondisi jantung yang stabil, pengobatan yang terkontrol, serta perencanaan perjalanan yang baik, pasien aritmia tetap dapat bepergian dengan aman dan menikmati perjalanan bersama keluarga,” tutup dr. Dicky.


    Komentar
    Additional JS