Kenali 9 Hal yang Jadi Pertanda Mesin Cuci Sudah Harus Dibersihkan - Tribunshopping
Kenali 9 Hal yang Jadi Pertanda Mesin Cuci Sudah Harus Dibersihkan - Tribunshopping.com
Tips Home Care
Berikut adalah sejumlah hal yang perlu kamu ketahui karena bisa jadi merupakan tanda bahwa mesin cucimu sudah harus segera dibersihkan.
Sumber: Freepik
Ilustrasi membersihkan mesin cuci. Berikut waktu yang tepat untuk membersihkan mesin cuci.
TRIBUNSHOPPING.COM - Mesin cuci termasuk peralatan elektronik rumah tangga yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.
Fungsinya yang membantu membersihkan pakaian sering kali membuat kita lupa bahwa mesin cuci itu sendiri juga memerlukan perawatan dan pembersihan secara rutin.
Banyak orang beranggapan bahwa mesin cuci akan selalu bersih karena terus-menerus digunakan untuk mencuci dengan air dan deterjen.
Padahal, perlu kamu ketahui bahwa sisa kotoran, deterjen, jamur, dan bakteri dapat menumpuk di dalam mesin cuci seiring waktu.
Jika dibiarkan, hal ini bisa memengaruhi kinerja mesin dan kebersihan pakaian.
Baca juga: Clogent Laundry Pods dan Shoe Foam: Solusi Kebersihan Modern yang Praktis
9 Tanda Mesin Cuci Perlu Dibersihkan
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu kamu kenali karena bisa jadi merupakan pertanda atau sinyal bahwa mesin cucimu sudah harus segera dibersihkan.
1. Bau Tidak Sedap

Salah satu tanda paling jelas bahwa mesin cuci perlu dibersihkan yakni munculnya bau apek atau tidak sedap dari dalam tabung.
Bau ini biasanya disebabkan oleh penumpukan sisa deterjen, kotoran, dan kelembapan yang memicu pertumbuhan jamur serta bakteri.
Mesin cuci yang sering tertutup setelah digunakan akan menciptakan lingkungan lembap yang ideal bagi mikroorganisme.
Apabila bau ini menempel pada pakaian setelah dicuci, maka itu adalah peringatan kuat bahwa mesin cuci membutuhkan pembersihan segera.
Baca juga: Tips agar Arus Listrik Mesin Cuci Tidak Bocor, Bisa Cegah Risiko Tersetrum
2. Hasil Cucian Tidak Terasa Bersih

Apabila pakaian yang telah dicuci masih terasa kotor, berminyak, atau berbau tidak segar, kemungkinan besar masalahnya bukan pada deterjen, melainkan pada kondisi mesin cuci.
Tabung mesin cuci yang kotor bisa mengandung residu yang menempel kembali ke pakaian selama proses pencucian.
Hal ini menunjukkan bahwa mesin cuci tidak lagi bekerja secara optimal dan sudah dipenuhi oleh kotoran yang harus dibersihkan.
3. Muncul Noda atau Serpihan Kotoran pada Pakaian

Tanda lain yang sering terjadi adalah munculnya noda hitam, serpihan kecil, atau flek cokelat pada pakaian setelah dicuci.
Serpihan ini biasanya berasal dari jamur, kerak, atau sisa deterjen yang mengelupas dari bagian dalam mesin cuci.
Kondisi ini sangat merugikan karena justru membuat pakaian menjadi lebih kotor dan bahkan dapat merusak kain, terutama pada pakaian berwarna terang.
Baca juga: Tak Boleh Di-skip, Begini 7 Cara Mudah Bersihkan Mesin Cuci agar Tak Jadi Sarang Kotoran
4. Penumpukan Sisa Deterjen dan Pelembut

Apabila terlihat adanya sisa deterjen atau pelembut yang mengeras di laci deterjen atau di sekitar tabung, itu menandakan mesin cuci tidak bersih.
Penumpukan ini bisa menghambat aliran air dan mengurangi efektivitas pencucian.
Selain itu, sisa deterjen yang menumpuk juga bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur, sehingga mesin cuci perlu dibersihkan secara menyeluruh.
5. Air Tidak Mengalir atau Terkuras dengan Baik

Mesin cuci yang kotor bisa mengalami masalah pada sistem pembuangan air.
Apabila air cucian mengalir lebih lambat dari biasanya atau bahkan tersisa di dalam tabung setelah proses pencucian selesai, kemungkinan ada kotoran yang menyumbat saluran pembuangan.
Sumbatan ini sering kali berasal dari serat kain, rambut, atau endapan kotoran yang menumpuk akibat mesin cuci yang jarang dibersihkan.
Baca juga: Review Lengkap Mesin Cuci MiTO WM85 yang Harganya di Bawah 1 Juta: Kelebihan hingga Kekurangan
6. Bunyi Mesin Cuci Tidak Normal

Perubahan suara saat mesin cuci beroperasi juga dapat menjadi tanda bahwa mesin memerlukan pembersihan.
Bunyi yang lebih keras atau tidak biasa bisa disebabkan oleh penumpukan kotoran pada bagian tabung atau filter.
Kotoran tersebut bisa mengganggu pergerakan komponen mesin sehingga menimbulkan gesekan atau getaran yang tidak normal.
7. Muncul Jamur atau Lumut

Tanda visual seperti adanya jamur atau lumut di karet pintu mesin cuci front loading (bukaan depan) atau di bagian dalam tabung merupakan indikator kuat bahwa mesin cuci sangat membutuhkan pembersihan.
Jamur biasanya berwarna hitam atau kehijauan dan muncul akibat kelembapan yang tinggi.
Selain merusak mesin, jamur juga berbahaya bagi kesehatan karena bisa memicu alergi dan gangguan pernapasan.
Baca juga: Review Lengkap Mesin Cuci Denpoo DW-5 yang Harganya di Bawah 1 Juta: Kelebihan hingga Kekurangan
8. Hasil Cucian Menjadi Kusam

Pakaian yang sering dicuci dengan mesin cuci kotor cenderung kehilangan warna cerahnya dan tampak kusam.
Hal itu terjadi karena kotoran dan residu dalam mesin menempel pada serat kain.
Apabila pakaian cepat terlihat usang meskipun masih baru, kondisi mesin cuci patut dicurigai dan perlu segera dibersihkan.
9. Mesin Cuci Jarang Dibersihkan dalam Waktu Lama

Meskipun belum menunjukkan gejala yang jelas, mesin cuci yang tidak pernah dibersihkan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun tetap berisiko menumpuk kotoran.
Idealnya, mesin cuci dibersihkan setiap 1 - 3 bulan sekali tergantung frekuensi pemakaian.
Jika sudah lama tidak dibersihkan, itu sendiri merupakan tanda bahwa pembersihan perlu dilakukan.
Mesin cuci yang kotor tidak hanya menurunkan kualitas hasil cucian, namun juga bisa merusak mesin dan membahayakan kesehatan.
Dengan mengenali tanda-tanda seperti bau tidak sedap, pakaian tidak bersih, munculnya noda, hingga pertumbuhan jamur, kita bisa mengambil tindakan tepat waktu untuk membersihkan mesin cuci.
Perawatan rutin akan membuat mesin cuci lebih awet, efisien, dan mampu menjaga kebersihan pakaian secara optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TribunShopping.com/Nina Yuniar)