Kini Jadi Oleh-oleh Khas Klaten, Roti Semir Ternyata Dulu Sering Dipakai Saat Acara Kematian - Tribunsolo
Kini Jadi Oleh-oleh Khas Klaten, Roti Semir Ternyata Dulu Sering Dipakai Saat Acara Kematian - Tribunsolo.com
Oleh oleh Khas Klaten
Selain dibeli untuk acara kematian, roti juga dibeli oleh para penjual atau bakul untuk dijual kembali.
TribunSolo.com/Zharfan Muhana
Toko Roti Kumpul, Jalan Samanhudi, Utara Stasiun Klaten, Kabupaten Klaten. Toko yang menjual roti semir ini buka setiap hari, mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.
Ringkasan Berita:
- Roti semir di Klaten dulunya identik sebagai sajian acara kematian karena mudah dibeli pagi hari, bahkan hingga ratusan buah sejak pukul 04.00 WIB.
- Usaha Roti Kumpul dirintis dari rumah oleh generasi pertama, kini diteruskan generasi ketiga dengan resep turun-temurun dan tetap eksis.
- Selain roti semir, tersedia roti santan, kismis, dan roti kering. Harga roti mulai Rp6.500, minuman Rp12.500–Rp15.000, buka pukul 10.00–22.00 WIB
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Cerita unik mengenai roti semir, roti yang kini jadi salah satu oleh-oleh Khas Klaten tersebut ternyata kerap digunakan untuk sajian acara kematian.
Hal ini dipaparkan orang tua pemilik Roti Kumpul, Meiliana (50), di Kabupaten Klaten.
"Kalau zaman dulu kan belum ada roti yang banyak, ya. Kalau ada orang kematian, belinya itu roti semir," ujar meiliana kepada TribunSolo.com.
Hal ini dikarenakan kala itu transaksi pembelian roti dilakukan pada pagi hari.
"Terus kalau beli kan dulu orang kematian banyak (jumlahnya), langsung ratusan," jelasnya.
"Pagi-pagi kalau beli. Jam 4 pagi itu sudah mulai antre beli," imbuhnya.
Baca juga: Bermula dari Ide Klaten Perlu Oleh-oleh Khas, Tamara Hidupkan Lagi Usaha Roti Semir Milik Sang Buyut
Awalnya, usaha pembuatan roti dilakukan di rumah, kemudian dibuatlah toko roti.
Selain dibeli untuk acara kematian, roti juga dibeli oleh para penjual atau bakul untuk dijual kembali.
"Bakul dari Jogja itu juga datang," ucapnya.
Selain roti semir, ada pula roti santen. Roti tersebut juga dikenal sebagai roti kijing karena bentuknya.
Meiliana sendiri merupakan generasi ketiga. Kini, usaha tersebut diteruskan oleh sang anak.
Dengan menggunakan resep turun-temurun, Roti Kumpul masih berusaha eksis hingga saat ini.
Roti-roti yang sebelumnya matang di oven dibelah untuk kemudian dioles margarin.
Selain roti semir, terdapat pula roti santan, roti kismis, dan beragam roti kering yang dipajang di toko.
Baca juga: Ide Tempat Buka Puasa di Klaten dengan Menu Makanan Berkuah Hingga Sambal yang Pedas
Terdapat pula menu jus buah di dalam buku menu toko tersebut.
Untuk harga roti yang dijual, dibanderol cukup terjangkau, yakni mulai Rp6.500 per porsi.
Sementara itu, minuman dijual dalam dua variasi. Untuk ukuran kecil dihargai Rp12.500, sedangkan ukuran besar Rp15.000.
Toko Roti Kumpul sendiri buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.
(*)