0
News
    Home Berita Featured Spesial Tips & Tricks

    4 Tips Naik Taksi di Luar Negeri agar Gak Kena Tarif yang Mahal - IDN Times

    15 min read

      

    4 Tips Naik Taksi di Luar Negeri agar Gak Kena Tarif yang Mahal

    ilustrasi layanan taksi di luar negeri (unsplash.com/Waldemar Brandt)

    • Soobin TXT hampir jadi korban penipuan tarif taksi di Cebu, Filipina, setelah sopir mencoba menaikkan harga di luar kesepakatan.
    • Artikel menyoroti pentingnya memesan taksi lewat aplikasi resmi dan menghindari titik ramai seperti bandara atau stasiun untuk mencegah tarif mahal.
    • Ditekankan agar wisatawan memastikan penggunaan argo, menolak biaya tambahan tidak wajar, serta menyiapkan uang pas atau bayar non-tunai demi keamanan.

    Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

    Is this "Intinya Sih" helpful?

    Iklan - Scroll untuk Melanjutkan

    Tidak ada salahnya berhati-hati saat pelesir di luar negeri agar terhindar dari kejadian kurang menyenangkan seperti yang dialami Soobin TXT. Saat liburan ke Cebu, Filipina, baru-baru ini, idol KPop tersebut dilaporkan hampir menjadi korban praktik penipuan tarif atau scam oleh seorang oknum sopir taksi, lho.

    Soobin TXT pun merekam aksi oknum sopir taksi tersebut yang mencoba untuk menaikkan tarif di luar kesepakatan mereka. Sebenarnya, kejadian sejenis ini cukup sering dialami oleh wisatawan asing. Lantas, bagaimana supaya lolos dari scam? Berikut ini tips agar gak kena getok tarif mahal saat naik taksi di luar negeri.

    1. Pesan melalui aplikasi resmi

    ilustrasi taksi online

    ilustrasi taksi online (unsplash.com/Viktor Bystrov)

    Meski sedang terburu-buru, jangan pernah naik taksi konvensional yang ditemui di pinggir jalan, terutama di area bandara, stasiun, dan tempat-tempat wisata. Sebaiknya, pesan melalui aplikasi resmi, seperti Uber, Grab, Bolt, atau platform lokal yang populer di negara tujuan.

    Taksi online dianggap lebih aman karena setiap perjalanan tercatat secara sistematis (GPS), sehingga posisi penumpang dapat dipantau dan dilacak. Selain itu, sopir atau pengemudi telah melalui proses verifikasi dan pemeriksaan latar belakang oleh perusahaan aplikasi.

    2. Jangan naik di depan bandara atau stasiun

    ilustrasi layanan taksi di luar negeri

    ilustrasi layanan taksi di luar negeri (unsplash.com/Waldemar Brandt)

    Meski telah memesan secara online melalui aplikasi resmi, tarif taksi-taksi yang mangkal di depan bandara atau stasiun biasanya tetap mahal. Oleh karena itu, disarankan untuk memilih titik yang agak jauh dari bandara atau stasiun agar mendapatkan harga yang lebih murah.

    Tarif taksi yang tinggi di area bandara atau stasiun disebabkan oleh sopir yang harus membayar biaya parkir yang sangat tinggi saat menunggu di zona kedatangan. Kemudian, sering kali hanya taksi tertentu yang diizinkan beroperasi di depan bandara, sehingga tidak ada kompetisi harga.

    3. Hindari taksi tanpa argo

    ilustrasi layanan taksi di luar negeri

    ilustrasi layanan taksi di luar negeri (unsplash.com/Alireza Banijani)

    Jika tidak ada pilihan lain selain taksi konvensional karena sinyal yang buruk, pastikan sopir ataupun pengemudi menggunakan argo/meter untuk menentukan tarif. Kemudian, sepakati bahwa harga tersebutlah yang harus dibayar setelah sampai di tujuan.

    Apabila sopir menolak dan meminta biaya tambahan dengan dalih "tip" di luar argo, jangan ragu untuk turun dan menolak. Setelah itu, buatlah laporan kepada perusahaan taksi tersebut atas dugaan penipuan tarif atau bisa juga meniru cara Soobin TXT dengan merekamnya.

    4. Siapkan uang pas untuk pembayaran

    ilustrasi uang tunai

    ilustrasi uang tunai (unsplash.com/Alexander Mils)

    Ada berbagai jenis scam yang biasanya dilakukan oleh oknum sopir taksi di luar negeri. Salah satunya adalah tidak memiliki uang kembalian untuk mendapatkan "tambahan" dari penumpang, lho. Oleh karena itu, disarankan untuk membayar tarif yang telah disepakati dengan uang pas.

    Tak hanya itu, kamu juga bisa melakukan pembayaran secara non-tunai atau cashless agar lebih praktis. Nah, cara tersebut juga dapat menjadi alternatif yang ampuh untuk menghindari trik nakal okum sopir taksi di luar negeri seperti yang dialami oleh Soobin TXT di Cebu, Filipina.

    FAQ Seputar Naik Taksi di Luar Negeri

    Bagaimana cara memastikan taksi di luar negeri menggunakan tarif resmi?

    Pastikan Anda selalu menggunakan taksi resmi yang memiliki argometer (metered taxi). Sebelum memulai perjalanan, pastikan sopir sudah menyalakan argo tersebut. Jika mereka menolak atau beralasan argo rusak, sebaiknya Anda mencari taksi lain untuk menghindari penembakan harga secara sepihak.

    Apakah lebih aman memesan taksi melalui aplikasi di luar negeri?

    Ya, menggunakan aplikasi transportasi online lokal atau internasional seperti Uber, Grab, atau Bolt sangat disarankan. Melalui aplikasi, tarif perjalanan sudah tertera dengan jelas di awal, rute terpantau melalui GPS, dan identitas pengemudi tercatat sehingga meminimalkan risiko penipuan.

    Apa yang harus dilakukan jika harus menggunakan taksi tanpa argometer?

    Jika berada di wilayah yang tidak menerapkan sistem argo, Anda wajib melakukan negosiasi dan menyepakati harga di awal sebelum masuk ke dalam kendaraan. Lakukan riset kecil atau tanyakan kepada staf hotel mengenai kisaran harga wajar menuju destinasi Anda agar memiliki dasar saat tawar-menawar.

    Mengapa penting untuk memantau rute melalui GPS ponsel sendiri?

    Membuka peta digital seperti Google Maps selama perjalanan berfungsi untuk memastikan sopir tidak mengambil rute yang memutar jauh demi menaikkan tarif argo. Jika melihat arah yang mencurigakan, Anda bisa langsung menegur sopir atau menunjukkan rute tercepat yang tertera di layar ponsel Anda.

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

    Lonjakan Harga BBM Bikin Tarif Taksi Singapura Semakin Mahal

    Lonjakan Harga BBM Bikin Tarif Taksi Singapura Semakin Mahal

    ilustrasi Marina Bay Sands Singapura (unsplash.com/SR)

    Wisata di Singapura selalu punya cara untuk memikat hati pelancong. Dari mengunjungi megahnya Marina Bay Sands hingga ramainya kawasan belanja di Orchard Road, mobilitas menjadi bagian tidak terpisahkan dari pengalaman liburan di negeri singa ini.

    Iklan - Scroll untuk Melanjutkan

    Namun, di balik kenyamanan transportasi yang tertata rapi, ada satu hal yang mulai diam-diam terasa oleh wisatawan maupun warga lokal Singapura yaitu tarif taksi yang kian mahal seiring dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan ini berdampak langsung pada tarif berbagai moda transportasi, termasuk taksi yang naik mulai tanggal 24 Maret hingga 31 Mei 2026 mendatang.

    Bagi kamu yang berencana untuk berwisata ke Singapura, yuk simak informasi tentang naiknya tarif taksi di Singapura berikut ini.

    1. Kenaikan tarif taksi akibat lonjakan harga BBM

    ilustrasi taksi di Singapura (unsplash.com/Cris Tagupa)

    ilustrasi taksi di Singapura (unsplash.com/Cris Tagupa)

    ComfortDelGro, perusahaan transportasi multinasional yang berbasis di Singapura menjelaskan bahwa terjadi penyesuaian tarif taksi sebagai respon terhadap biaya bahan bakar yang lebih tinggi. Langkah ini diperkirakan akan berimbas pada pengeluaran perjalanan harian bagi pengunjung yang bergantung pada taksi untuk transportasi lokal. Penumpang akan membayar tambahan sebesar 0,50 SGD hingga 0,80 SGD per perjalanan. Selain itu, perjalanan dengan argo juga akan mengalami kenaikan 0,01 SGD di tarif berbasis jarak dan waktu.

    Revisi tarif ini berkaitan dengan biaya bahan bakar yang meningkat akibat perang di Iran sehingga membuat harga minyak di atas 100 USD per barel. Bensin, solar, dan gas alam cair jadi lebih mahal dan secara tidak langsung berimbas pada industri transportasi.

    Kenaikan tarif ini direncakan berlangsung mulai sekarang hingga 31 Mei 2026.

    2. Dampak bagi wisatawan dan biaya perjalanan

    Komentar
    Additional JS