0
News
    Home Berita Featured Kesehatan Kopi Spesial Tips & Tricks

    Ahli Jelaskan Waktu Terbaik Minum Kopi Agar Tubuh Tetap Segar - Babel Insight

    8 min read

     

    Ahli Jelaskan Waktu Terbaik Minum Kopi Agar Tubuh Tetap Segar

    Bima Aryo

    Author

    Foto ilustrasi: Getty Images/Pinkybird

    Smallest Font

    Largest Font

    Banyak individu mengandalkan kopi sebagai asupan utama untuk memulai aktivitas di pagi hari. Namun, efektivitas kafein sangat bergantung pada waktu konsumsinya agar tidak mengganggu sistem internal tubuh.

    Para pakar kesehatan mengungkapkan bahwa pemilihan waktu minum kopi berkaitan erat dengan ritme sirkadian dan tingkat sensitivitas individu. Dilansir dari Detik Health, terdapat periode tertentu yang dianggap paling optimal bagi tubuh.

    Saat bangun tidur, tubuh secara alami memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi untuk memberikan rasa terjaga. Produksi hormon ini biasanya mulai menurun secara perlahan saat menjelang tengah hari.

    Minum kopi saat kadar kortisol mulai turun dinilai memberikan dorongan energi yang jauh lebih efektif bagi tubuh. Ahli gizi Kourtney Johnson menyebutkan bahwa tidak ada panduan kaku mengenai kadar kortisol karena sensitivitas setiap orang berbeda.

    "Tidak ada panduan khusus tentang menunggu hingga kadar kortisol menurun sebelum minum kafein, karena sensitivitas setiap orang berbeda," kata Kourtney Johnson dikutip dari Health.

    Sementara itu, Michael Breus yang merupakan psikolog klinis dan spesialis tidur menyarankan untuk memberikan jeda setelah bangun. Ia menganjurkan untuk menunda konsumsi kopi sekitar 90 menit setelah membuka mata.

    "Jika menunggu bahkan 90 menit setelah membuka mata untuk minum secangkir kopi pagi, akan mendapatkan manfaat yang jauh lebih besar," ujar Michael Breus.

    Konsumsi kopi setelah sarapan juga direkomendasikan untuk mencegah iritasi pada lambung. Hal ini sangat penting bagi individu yang sering merasakan keluhan perut saat meminum kopi dalam keadaan perut kosong.

    Menjaga Fokus di Siang Hari

    Dorongan kafein pada rentang pukul 12.00 hingga 15.00 dapat membantu meningkatkan konsentrasi, terutama saat muncul rasa kantuk setelah makan siang. Kondisi ini sering disebut sebagai fenomena post-lunch dip.

    Angela Holliday-Bell, seorang dokter spesialis tidur, menjelaskan mekanisme kafein dalam otak manusia. Kafein bekerja dengan cara menghambat zat kimia tertentu yang memicu rasa kantuk.

    "Kafein memblokir adenosin, zat kimia yang menumpuk di otak dan membuat merasa mengantuk," jelas Angela Holliday-Bell.

    Risiko Konsumsi Kopi Terlalu Sore

    Para ahli memberikan peringatan keras untuk menghindari konsumsi kopi setelah pukul 15.00 sore. Hal ini dikarenakan kafein memiliki waktu paruh yang cukup lama di dalam sistem metabolisme manusia.

    Secara umum, tubuh membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 8 jam untuk memproses kafein sepenuhnya. Minum kopi terlalu sore berisiko menyebabkan gangguan tidur, kualitas istirahat yang buruk, hingga kelelahan saat bangun pagi.

    Individu yang memiliki metabolisme lambat disarankan untuk berhenti mengonsumsi kafein sejak tengah hari. Jika berencana tidur pada pukul 23.00, maka batas akhir minum kopi adalah pukul 15.00 agar tidur tetap nyenyak.

    Kondisi dan Interaksi Obat yang Perlu Diwaspadai

    Penggunaan kafein saat seseorang sedang merasa cemas atau stres sangat tidak dianjurkan. Kafein dapat memicu peningkatan detak jantung dan tekanan darah yang justru memperburuk gejala kegelisahan.

    Dokter spesialis kardiologi intervensi, dr Deepak Viviek, menjelaskan bahwa individu sensitif akan merasakan dampak fisik yang nyata. Gejala tersebut meliputi mual hingga jantung yang berdebar kencang.

    "Mereka yang sensitif terhadap kafein mungkin mengalami gejala termasuk jantung berdebar, mual, kecemasan, dan rasa gelisah," kata dr Deepak Viviek.

    Selain itu, kopi diketahui dapat berinteraksi dengan berbagai jenis obat-obatan dan suplemen. Beberapa di antaranya adalah obat tekanan darah, antidepresan, antibiotik, hingga suplemen zat besi dan magnesium.

    Interaksi ini dapat menurunkan efektivitas obat yang sedang dikonsumsi. Oleh karena itu, pengaturan waktu dan kondisi tubuh menjadi kunci utama dalam mendapatkan manfaat maksimal dari secangkir kopi.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wo

    Komentar
    Additional JS