0
News
    Home Berita Campak Featured Imunisasi Kesehatan Spesial

    Jangkau Lebih Banyak Anak, Imunisasi Kejar Campak Libatkan Sekolah - Malang Kota

    3 min read

      

    Jangkau Lebih Banyak Anak, Imunisasi Kejar Campak Libatkan Sekolah

    Klojen (malangkota.go.id) – Imunisasi Kejar Serentak (Catch Up Campaign/CUC) campak sebagai langkah nyata melindungi generasi masa depan terus digencarkan. Melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari layanan kesehatan hingga dunia pendidikan, upaya ini kian diperluas agar menjangkau lebih banyak anak. Salah satunya tampak dalam pelaksanaan imunisasi di TK Pembina 1 Malang, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Selasa (7/4/2026).

    Imunisasi Kejar Serentak Campak di TK Pembina 1 Malang

    CUC Campak yang diikuti para siswa usia TK dengan batas usia 59 bulan dari berbagai sekolah ini merupakan hasil sinergi Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. Kegiatan ini juga didukung berbagai organisasi seperti Pusat Kegiatan Gugus (PKG), Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTK), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), dan Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kota Malang.

    Sekolah menjadi titik strategis dalam program ini. Selain posyandu dan rumah sakit, satuan pendidikan dinilai efektif menjangkau anak usia dini secara lebih merata. Dengan pendekatan ini, Pemerintah Kota Malang memastikan tidak ada anak yang terlewat dari hak dasar mendapatkan perlindungan kesehatan melalui imunisasi.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, mengungkapkan bahwa berdasarkan evaluasi Dinkes Provinsi Jawa Timur, Kota Malang termasuk wilayah dengan risiko tinggi kasus campak. Tingginya mobilitas masyarakat, terlebih pascalibur Lebaran, menjadi faktor yang meningkatkan potensi penularan. Oleh karena itu, upaya percepatan imunisasi menjadi sangat krusial. “Mobilitas masyarakat yang tinggi tidak bisa kita batasi, tetapi kita bisa memberikan perlindungan optimal bagi anak-anak melalui imunisasi,” tuturnya.

    Program CUC ini menyasar anak usia 9-59 bulan, khususnya yang belum melengkapi imunisasi campak. Kegiatan ini berlangsung mulai 1 hingga 7 April 2026. “Layanan tidak hanya tersedia di posyandu, tetapi juga diperluas hingga rumah sakit pada sore hari nanti, ini memberikan kemudahan akses bagi masyarakat. Nanti kami juga ada sweeping pada 8–13 April oleh puskesmas untuk menjangkau anak-anak yang belum terlayani,” beber Meifta.

    Lebih dari sekadar program kesehatan, imunisasi merupakan investasi jangka panjang. Selain membangun kekebalan individu, imunisasi juga berperan penting dalam menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity). Ketika semakin banyak anak terlindungi, maka penyebaran penyakit dapat ditekan, bahkan dihentikan.

    Ajakan kepada seluruh orang tua untuk tidak ragu melengkapi imunisasi anak pun terus digaungkan. Dengan partisipasi aktif masyarakat, upaya ‘memadamkan api’ kasus campak dapat dilakukan lebih cepat, sehingga anak-anak Kota Malang tumbuh sehat, terlindungi, dan siap menyongsong masa depan.

    Antusiasme dan dukungan juga datang langsung dari orang tua dan tenaga pendidik. Claudia, orang tua murid TK Katolik Santa Maria 2 Malang, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan imunisasi kejar ini. Ia menyampaikan rasa syukurnya karena anaknya sempat terlambat mendapatkan imunisasi. “Kami sangat berterima kasih, apalagi sekarang banyak wabah dan virus. Program ini sangat membantu, sehingga imunisasi anak bisa dilanjutkan. Harapannya, anak-anak di Malang bisa melengkapi kebutuhan imunisasinya,” ungkapnya.

    Senada, Nufrida Desy, guru TK Islam Sabilillah Malang 2, menegaskan dukungan penuh dari pihak sekolah terhadap program ini. Menurutnya, imunisasi kejar sangat bermanfaat terutama bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi. “Kami dari sekolah sangat mendukung, karena ini penting agar anak-anak terlindungi dan bebas dari penyakit campak,” ucapnya. (ari/yn)


    Komentar
    Additional JS