0
News
    Home Berita Featured LPG Spesial Tips & Tricks

    Panduan Cek Tabung Gas Elpiji Asli dan Oplosan - IDN Times

    7 min read

       

    Panduan Cek Tabung Gas Elpiji Asli dan Oplosan


    Ilustrasi LPG. (Dok. Pertamina)

    Iklan - Scroll untuk Melanjutkan

    Semarang, IDN Times - Praktik pemalsuan tabung gas elpiji (LPG) bersubsidi menjadi nonsubsidi masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Polisi dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng dan Polres Karanganyar membongkar sindikat pemalsuan gas elpiji (LPG), yang beroperasi dengan modus menyuntikkan isi elpiji 3 kg bersubsidi ke dalam tabung nonsubsidi, tabung 12 kg dan 50 kg, Kamis (2/4/2026).

    Tindakan tersebut merugikan negara dan memicu kelangkaan di pasaran, sehingga masyarakat wajib mewaspadai peredaran produk ilegal tersebut.

    1. Skala kejahatan dan ancaman pidana

    Barang bukti ratusan tabung untuk pengoplosan gas elpiji di kantor Direskrimsus Polda Jateng. (Dok. Pertamina)

    Barang bukti ratusan tabung untuk pengoplosan gas elpiji di kantor Direskrimsus Polda Jateng. (Dok. Pertamina)

    Dalam kasus itu, polisi menemukan 820 tabung 3 kg, 374 tabung 12 kg, dan 11 tabung 50 kg di Semarang. Sementara di kawasan Jumantono, Karanganyar, polisi menahan tiga pelaku beserta barang bukti berupa 268 tabung 3 kg, 181 tabung 12 kg, dan 7 tabung 50 kg.

    Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Pol Djoko Julianto mengatakan, para tersangka beroperasi secara mandiri dengan kapasitas produksi 200 hingga 300 tabung per hari.

    "Praktik ilegal ini menghasilkan keuntungan sekitar Rp1,08 miliar per bulan," katanya.

    Djoko menambahkan, tersangka terancam hukuman pidana enam tahun penjara dan denda maksimal Rp500 juta. Jeratan hukum tersebut merujuk pada peraturan perundang-undangan sektor minyak dan gas bumi, cipta kerja, serta perlindungan konsumen.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBT, Taufiq Kurniawan menyatakan, tindakan tegas kepolisian sangat penting agar peredaran elpiji tidak langka.

    Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli elpiji di pangkalan resmi yang bisa dicek melalui situs web Subsidi Tepat MyPertamina.

    "Masyarakat juga diminta mengecek segel hologram resmi pada tabung dan tidak tergiur tawaran harga murah dari pihak yang tidak memiliki izin resmi," ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (7/4/2026).

    2. Ciri-ciri tabung gas elpiji oplosan

    WhatsApp Image 2025-10-26 at 5.07.41 PM.jpeg

    Seorang ibu rumah tangga, Eni (55), hendak mengganti tabung bright gas ukuran 5,5 kg yang sudah habis. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Untuk lebih berhati-hati, berikut produk oplosan yang perlu diperhatikan masyarakat:

    • Kondisi Fisik Rusak: Permukaan tabung biasanya berkarat, penyok, bocor, atau memiliki lapisan karet pelindung yang tidak rapi.
    • Tanpa Identitas SNI: Produk palsu luput mencantumkan logo Pertamina, kode produksi, nomor seri, ukuran berat (water capacitytara weight), dan tanda Standar Nasional Indonesia (SNI).
    • Berat Tidak Sesuai: Tabung oplosan terasa lebih ringan dari standar. Bobot kotor elpiji 3 kg asli adalah 8 kg, sedangkan tabung biru 12 kg berbobot 27 kg.
    • Harga Jauh Lebih Murah: Harga jual berada di bawah patokan resmi Pertamina.
    • Kualitas Api Buruk: Kompor menghasilkan nyala api kecil dan berwarna merah, yang menandakan wujud gas tidak murni.
    • Kerap Mengeluarkan Cairan: Pentil tabung kadang memercikkan air saat ditusuk, atau meneteskan benda cair saat posisi tabung diputar terbalik.
    • Cepat Habis: Isi gas kosong dalam waktu singkat meski frekuensi pemakaian rendah.

    3. Cara cek keaslian tabung gas elpiji

    Bright Gas. (Dok. Pertamina)

    Bright Gas. (Dok. Pertamina)

    Untuk mengeceknya, cukup mudah karena fitur keamanan resmi yang selalu ada pada produk asli elpiji nonsubsidi. Di antaranya:

    • Segel Hologram OCS (Optical Color Switch): Fitur pada produk Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg ini akan berubah warna saat dilihat dari sudut pandang berbeda.
    • Kode QR di Tutup Tabung: Memindai kode QR (barcode) lewat aplikasi ponsel pintar akan menampilkan informasi titik stasiun pengisian dan rantai distribusinya. Jika data tidak muncul, produk tersebut terindikasi palsu.

    Masyarakat ikut diimbau untuk selalu membeli gas dari agen atau pangkalan resmi yang terdaftar pada situs web Subsidi Tepat MyPertamina agar terhindar dari kerugian materi dan bahaya keselamatan.

    Komentar
    Additional JS