Tips untuk Jemaah Haji Tetap Banyak Minum Tanpa Sering Buang Air Kecil - VivA
Makkah, VIVA – Cuaca panas yang melanda Tanah Suci menjelang momen ibadah haji menjadi tantangan serius bagi para jemaah. Tak jarang terjadi panas ekstrem semasa ibadah haji yang berdampak pada kondisi fisik para jemaah.
Kondisi fisik yang lelah ditambah suhu tinggi meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti dehidrasi hingga heat stroke. Situasi ini semakin krusial ketika memasuki fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), di mana jemaah lebih banyak beraktivitas di ruang terbuka.
Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, dr Edi Supriyatna, mengingatkan pentingnya langkah pencegahan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri oleh jemaah.
Berikut ini tujuh tips penting untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji di tengah cuaca panas:
1. Penuhi Kebutuhan Cairan Secara Rutin
Jemaah diimbau untuk menjaga asupan cairan tubuh secara konsisten.
"Cara mengantisipasinya tetap jamaah haji itu harus minum. Minum 200 mililiter per jam," ujar Edi di kantor KKHI Makkah, melansir NU Online, Senin 13 April 2026.
2. Terapkan Pola Minum Bertahap
Agar tidak merasa terbebani dengan frekuensi buang air kecil, jemaah disarankan untuk mengatur cara minum.
"Nah, minumnya agar tidak dia sering buangan kecil, maka minumnya 4 teguk per 10 menit. Itu tidak akan sering buang air kecil kalau seperti itu. Jadi ini penting diketahui oleh jamaah haji," ujarnya.
3. Kombinasikan Jumlah dan Frekuensi Minum
"Jadi, tipsnya minum 200 mili per jam, minumnya 4 teguk per 10 menit. Itu insyaallah tidak akan menyebabkan dia sering buangan kecil. Jadi kita sudah tepis dari Indonesia dengan pengurusan kesehatan, kemudian disini trigger-nya kan karena usia, kemudian trigger-nya karena komorbid-nya, trigger-nya karena cuaca dan lain-lain, itu kita antisipasi dengan edukasi," jelasnya.
4. Waspadai Risiko pada Jemaah dengan Penyakit Penyerta
Dehidrasi tidak hanya mengancam jemaah lanjut usia, tetapi juga mereka yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid. Oleh karena itu, kelompok ini perlu ekstra waspada dan disiplin menjaga kondisi tubuh.
5. Kenali Bahaya Heat Stroke
Dehidrasi yang tidak tertangani dapat berkembang menjadi heat stroke, yakni kondisi serius akibat paparan panas berlebih. Kondisi ini menyebabkan suhu tubuh meningkat drastis dan kehilangan kemampuan untuk mendinginkan diri secara alami.
6. Hindari Paparan Panas Langsung
Untuk meminimalisir risiko heat stroke, jemaah dianjurkan menghindari paparan sinar matahari langsung.
"Head stroke juga kan faktornya karena cuaca. Jadi head stroke misalkan kena paparan panas secara langsung. Jamaah bisa mencegahnya dengan membawa payung ketika keluar hotel," kata Edi.
7. Persiapkan Diri saat Puncak Haji (Armuzna)
Momen paling berat biasanya terjadi saat pelaksanaan di Armuzna, di mana jemaah lebih banyak berada di luar ruangan. Oleh karena itu, penting untuk mempersiapkan perlindungan diri seperti payung, topi, serta menjaga stamina dan asupan cairan.
Dengan memahami dan menerapkan langkah-langkah sederhana tersebut, jemaah diharapkan dapat menjalani ibadah haji dengan lebih aman dan nyaman. Edukasi kesehatan menjadi kunci utama dalam mengantisipasi berbagai risiko yang dipicu oleh cuaca ekstrem, sehingga ibadah dapat berlangsung dengan khusyuk tanpa gangguan kesehatan yang berarti.