Waspadai Heat Stroke, Inilah Tanda Awal hingga Kondisi Kritisnya - RRI
Waspadai Heat Stroke, Inilah Tanda Awal hingga Kondisi Kritisnya
RRI.CO.ID, Jakarta - Jemaah haji diimbau mengenali tanda-tanda heat stroke sejak dini guna mencegah kondisi yang dapat berujung fatal. Deteksi cepat dinilai menjadi kunci keselamatan di tengah cuaca panas ekstrem.
Dokter Kesehatan Jemaah Haji Kloter 2024, dr. Ngabila Salama, menjelaskan heat stroke tidak terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini diawali dari dehidrasi yang kerap tidak disadari oleh jemaah.
"Tanda dehidrasi bisa dikenali dari rasa haus, mata kering dan merah, kulit serta bibir yang kering," ujarnya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Jumat, 17 April 2026. Ia menambahkan, jika kondisi berlanjut ke tahap heat exhaustion, gejala yang muncul mulai lebih serius seperti pusing, lemas, hingga linglung.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pada fase ini, jemaah juga dapat merasa hampir pingsan. Menurutnya, penanganan cepat sangat diperlukan pada fase tersebut adalah jemaah harus segera dipindahkan ke tempat sejuk.
"Kalau sudah masuk heat stroke, biasanya pasien tidak sadarkan diri dan suhu tubuh sangat tinggi. Ini kondisi darurat yang mengancam nyawa," katanya.
Untuk mencegah kondisi tersebut, ia menyarankan pola hidup sederhana selama ibadah haji. Salah satunya melalui kebiasaan 'gemarusa' yaitu gerakan makan kurma, minum tanpa menunggu haus, dan menyemprot wajah dengan air.
Selain itu, jemaah juga diingatkan untuk menghindari minuman seperti teh dan kopi. Hal ini dikarenakan dapat memicu peningkatan frekuensi buang air kecil sehingga mempercepat dehidrasi.
Dalam hal konsumsi makanan, ia menyarankan untuk menghindari pola makan '5G', yaitu gula berlebih, garam, gluten, dan gorengan. "Makanan tinggi gula, garam, tepung, dan lemak bisa memperberat kondisi tubuh, kurma justru menjadi pilihan terbaik," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo menyampaikan bahwa kondisi heat stroke dapat menyebabkan kerusakan otak. Selain otak, adapun jaringan lainnya yang terdampak seperti jantung, ginjal, dan otot.
Ia mengimbau agar para jemaah untuk menjaga kesehatan dengan sebaik-baiknya. "Kami tak bosan-bosan mengimbau agar para jemaah menjaga kesehatannya, diatur minum airnya hingga mencapai 2 liter," katanya.