Bukan Sekadar Berat Badan, Ini Kriteria Bedah Bariatrik yang Banyak Dicari 2026 -.Inikata
Bukan Sekadar Berat Badan, Ini Kriteria Bedah Bariatrik yang Banyak Dicari 2026

23 Mei 2026 19.17 10 dibaca
Dinda Aulia Rahman
Author
RS Premier Bintaro kembali menegaskan bahwa kondisi obesitas bukan lagi sekadar masalah penampilan luar semata. Dalam sebuah diskusi medis di Jakarta Selatan pada Rabu (20/5/2026), obesitas kini resmi dikategorikan sebagai penyakit kronis yang memerlukan penanganan medis serius.
Kondisi ini diketahui menjadi pemicu berbagai komplikasi berbahaya yang mengancam nyawa pasien. Mulai dari tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, gangguan jantung, hingga penurunan kualitas hidup secara signifikan akibat gangguan tidur.
Memahami Bedah Bariatrik sebagai Solusi Medis
Dr. dr. Errawan Wiradisuria, Sp.B, Subsp. BD(K), M.Kes, menjelaskan bahwa lembaga kesehatan dunia sudah mengakui obesitas sebagai penyakit kronis. Sayangnya, masyarakat Indonesia masih sering menganggap masalah ini hanya akibat pola hidup buruk, sehingga penanganan medis sering kali terlambat dilakukan.
Salah satu terobosan medis yang kini menjadi andalan untuk menangani kasus ini adalah bedah bariatrik-metabolik. Prosedur ini dirancang untuk menurunkan berat badan secara efektif sekaligus memperbaiki sistem metabolisme tubuh yang sudah terganggu.
Metode bedah dianggap memberikan hasil jangka panjang yang jauh lebih stabil dibandingkan cara konvensional. Pasien yang kesulitan dengan diet ketat atau olahraga biasanya mendapatkan manfaat lebih besar dari prosedur ini untuk mengatasi obesitas berat.
Beberapa manfaat utama dari tindakan bedah bariatrik bagi kesehatan pasien meliputi:
- Mencapai penurunan berat badan yang signifikan dan bertahan dalam jangka waktu lama.
- Memperbaiki kualitas hidup secara menyeluruh dan meningkatkan kepercayaan diri.
- Menurunkan risiko munculnya penyakit komplikasi yang berbahaya bagi tubuh.
- Membantu mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes dan menstabilkan kolesterol.
Daftar di atas menunjukkan bahwa fokus utama prosedur ini adalah kesehatan jangka panjang pasien. Dengan terkendalinya berat badan, beban kerja organ tubuh seperti jantung dan ginjal akan menjadi jauh lebih ringan.
Kriteria Pasien dan Teknik Operasi
Tidak semua orang bisa langsung menjalani operasi ini karena terdapat standar medis tertentu yang harus dipenuhi. Dokter akan mengevaluasi Indeks Massa Tubuh atau Body Mass Index (BMI) calon pasien sebelum mengambil tindakan.
Berikut adalah tabel kriteria pasien yang umumnya disarankan untuk menjalani prosedur bedah bariatrik:
| Kriteria Utama | Detail Penjelasan |
|---|---|
| BMI Di Atas 35 | Pasien dengan obesitas ekstrem tanpa penyakit penyerta tertentu. |
| BMI Di Atas 30 | Pasien dengan penyakit penyerta seperti diabetes atau hipertensi. |
| Komitmen Pasien | Wajib bersedia mengubah gaya hidup dan pola makan secara permanen. |
| Kontrol Medis | Harus bersedia melakukan pemeriksaan kesehatan rutin pasca-operasi. |
Tabel tersebut merangkum poin-poin krusial yang menentukan keberhasilan transformasi kesehatan pasien. Selain faktor fisik, kesiapan mental untuk mengubah kebiasaan hidup menjadi kunci utama kesuksesan prosedur ini.
Terdapat berbagai teknik modern yang kini tersedia, mulai dari Sleeve Gastrectomy hingga Gastric Bypass. Namun, teknik Laparoscopic Sleeve Gastrectomy (LSG) menjadi yang paling populer karena prosedurnya lebih sederhana dan minim risiko komplikasi.
Keunggulan lain dari teknik LSG adalah masa pemulihan di rumah sakit yang cenderung lebih singkat. Pasien dapat mengalami penurunan berat badan dengan lebih cepat namun tetap berada di bawah pengawasan medis yang ketat.
Tantangan Pembiayaan dan Pandangan Medis
Meski memiliki manfaat medis yang sangat besar, prosedur bariatrik di Indonesia masih menghadapi tantangan pembiayaan. Hingga saat ini, asuransi dan BPJS Kesehatan umumnya belum memberikan jaminan karena masih dianggap sebagai tindakan kosmetik atau estetika.
Padahal, organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menegaskan bahwa obesitas hampir selalu membawa penyakit penyerta yang serius. Beberapa di antaranya meliputi batu empedu, gangguan hormon, nyeri sendi kronis, hingga penyumbatan napas saat tidur.
Oleh karena itu, masyarakat sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis jika mengalami masalah berat badan berlebih. Evaluasi medis yang tepat sejak dini dapat mencegah terjadinya komplikasi yang lebih parah di masa depan.

Dinda Aulia Rahman
Penulis berita gaya hidup dan tren digital yang aktif mengangkat isu keluarga, parenting, kebijakan publik yang sering mengangkat topik BPJS, bansos, dan kesejahteraan masyarakat.