0
Terkini
    Home Epilepsi Featured Kesehatan Spesial

    Kabar Gembira! 70 Persen Kasus Epilepsi Bisa Diobati, Simak Penjelasan Spesialis Saraf - Tribunnews

    3 min read

     

    Kabar Gembira! 70 Persen Kasus Epilepsi Bisa Diobati, Simak Penjelasan Spesialis Saraf


    BANDA ACEH - Epilepsi merupakan salah satu penyakit saraf yang cukup sering dijumpai.

    Namun kabar baiknya, sekitar 70 persen kasus dapat dikendalikan dengan pengobatan standar.

    Hal ini disampaikan oleh Spesialis Saraf Konsultan, Dr dr Nova Dian Lestari, SpS(K).

    Dokter Nova menegaskan, bahwa obat-obatan seperti fenitoin, karbamazepin, valproat, hingga levetiracetam, sudah tersedia dalam layanan BPJS dan terbukti efektif bagi sebagian besar pasien.

    Dengan pengobatan yang tepat, penderita epilepsi dapat menjalani kehidupan normal tanpa gangguan berarti.

    Meski demikian, terdapat sebagian kecil pasien yang mengalami epilepsi resisten obat.

    Yaitu kondisi di mana kejang tidak terkontrol meski sudah menggunakan minimal dua jenis obat dengan dosis dan cara yang benar.

    Pada kasus seperti ini, terapi alternatif seperti cannabidiol (turunan ganja) mulai dipertimbangkan.

    Nova menjelaskan, bahwa penggunaan cannabidiol bukanlah terapi utama, melainkan opsi terakhir yang masih dalam tahap penelitian.

    Hasil studi menunjukkan, adanya perbaikan sekitar 40 persen pada pasien epilepsi berat yang menggunakan cannabidiol.

    Namun efektivitasnya belum signifikan dan regulasi penggunaannya masih terbatas, termasuk di Indonesia.

    Selain pengobatan, Nova menekankan pentingnya penanganan darurat pada kondisi status epileptikus, yaitu kejang yang berlangsung lebih dari lima menit. 

    Situasi ini dapat merusak sel otak dan harus segera ditangani di IGD.

    Ia juga meluruskan kesalahpahaman masyarakat yang masih mengaitkan epilepsi dengan hal mistis, kerasukan, atau kutukan.

    Epilepsi adalah penyakit medis, tidak menular, dan membutuhkan penanganan profesional.

    Kesalahan umum seperti memasukkan benda ke mulut pasien saat kejang justru berbahaya.

    Penanganan yang benar adalah memiringkan tubuh pasien agar air liur keluar dan jalan napas tetap aman.

    Nova menambahkan, bahwa gejala epilepsi tidak selalu berupa kejang hebat. 

    Ada pasien yang hanya tampak bengong sesaat, tidak merespons panggilan, atau mengalami perubahan perilaku sementara.

    Karena itu, edukasi masyarakat sangat penting agar penderita segera mendapat diagnosis dan terapi yang tepat.

    Ia juga menekankan bahwa gaya hidup sehat berperan besar dalam mencegah kekambuhan, seperti menjaga pola tidur, menghindari stres, dan tidak berlebihan bekerja.

    Dengan kombinasi pengobatan medis, gaya hidup sehat, serta pemahaman masyarakat yang lebih baik, epilepsi dapat dikendalikan sehingga penderita tetap bisa beraktivitas normal.

    Cannabidiol mungkin memiliki potensi manfaat, namun penggunaannya masih terbatas dan memerlukan kajian lebih lanjut. 

    Nova menutup dengan pesan bahwa inti dari penanganan epilepsi adalah keteraturan pengobatan, dukungan keluarga, dan kesadaran masyarakat bahwa epilepsi bukanlah stigma, melainkan kondisi medis yang bisa ditangani.(*)

    Sumber : https://aceh.tribunnews.com/kesehatan/1023850/kabar-gembira-70-persen-kasus-epilepsi-bisa-diobati-simak-penjelasan-spesialis-saraf?page=2  

    Komentar
    Additional JS