Pakar Ungkap Alasan Makin Banyak Usia Muda Lebih Rentan Kena Stroke - detik
Pakar Ungkap Alasan Makin Banyak Usia Muda Lebih Rentan Kena Stroke
Jakarta -
Stroke ditandai dengan mati rasa atau kelemahan pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara atau memahami, kebingungan, kehilangan keseimbangan, masalah penglihatan atau sakit kepala tanpa penyebab yang jelas. Umumnya penyakit ini sering dialami oleh orang dengan usia 40 tahun ke atas.
Kendati demikian, belakangan, kasus stroke seringkali ditemukan oleh orang dengan usia yang lebih muda. Apa penyebabnya?
Penyebab Meningkatnya Kasus Stroke di Usia Muda
Ahli neurologi, Dr Rena Sukhdeo Singh mengatakan bahwa pilihan gaya hidup bisa meningkatkan risiko terkena stroke. Dikutip dari laman Newsweek, dalam kariernya, dia melihat peningkatan stroke pada orang dewasa hidup yang dikaitkan dengan faktor risiko gaya hidup, salah satunya pola makan yang buruk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bersama dengan seorang terapis cedera otak, Natalie Mackenzie, Singh mengidentifikasi faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap stroke di kalangan anak muda. Berikut di antaranya:
1. Obesitas
CDC (Centers of Disease Control and Prevention) menyatakan, dua dari lima orang dewasa di AS mengalami obesitas. Hal ini disertai dengan masalah kesehatan seperti kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi, yang membuat orang lebih rentan terkena stroke. Di Indonesia sendiri, berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stroke di RI mencapai 8,3 per 1.000 penduduk. Artinya dari setiap 1.000 orang, kurang lebih delapan orang mengalami stroke.
"Jelas bahwa peningkatan berat badan berkontribusi pada kejadian stroke. Diabetes umumnya diketahui meningkatkan risiko stroke karena dampaknya pada pembuluh darah dan jantung, mirip dengan efek tekanan darah tinggi dan obesitas," kata Mackenzie.
Sementara Singh menyoroti bagaimana anak muda bekerja di bidang yang kurang banyak bergerak, sehingga mengakibatkan gaya hidup yang kurang aktif. Hal ini diambah dengan makanan siap saji, yang bisa berkontribusi pada tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, bahkan sleep apnea.
"Masing-masing kondisi tersebut secara independen meningkatkan risiko stroke," katanya.
Selaras dengan hal tersebut, spesialis radiologi Dr dr Jacub Pandelaki, SpRad mengatakan makanan siap saji menjadi pilihan banyak orang. Padahal makanan seperti ini mengandung kadar gula, lemak, dan garam yang tinggi hingga zat kimia yang biasanya ditambahkan ke makanan instan.
"Pola hidup orang kita kan sekarang beda, dulu makan mi instan saja jarang, sekarang kita semua sudah ada fast food, dan umumnya disajikan dengan cara digoreng, kalau rebus, sebetulnya lebih sehat," katanya.
"Jadi pola hidup mempunyai pengaruh yang besar, itulah kenapa pada usia muda sekarang ini bisa dimungkinkan terkena stroke," tandas dr Jacub.
2. Stres
Menurut dr Sings, stres pada orang di usia muda semakin meningkat. Kondisi ini meningkatkan kadar kortisol dan mengakibatkan tekanan darah tinggi, yang bisa menyebabkan ateroklerosis pembuluh darah dan beban pada jantung.
"Tubuh kita tidak dirancang untuk seaktif dan 'sesibuk' ini, dan dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental sangat besar," kata Mackenzie.
Peningkatan stres yang berdampak pada tekanan darah dan bisa menyebabkan kondisi kesehatan kronis berkontribusi pada kurangnya waktu untuk memilih gaya hidup sehat. Pada akhirnya hal ini berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.
"Pilihan makanan cepat saji karena kurangnya waktu (seringkali dengan kandungan garam tinggi, faktor risiko lain), ketidakmampuan untuk berolahraga secara teratur, dan peningkatan kondisi kesehatan mental bukanlah kondisi optimal bagi tubuh, dan oleh karena itu menambah peningkatan risiko stroke."
Gejala Awal Stroke pada Usia Muda
Spesialis saraf dr Al Rasyid SpS (K) mengatakan, secara garis besar, gejala stroke pada usia muda secara umum mirip dengan orang tua. Beberapa gejala stroke yang bisa dilihat di antaranya:
- Senyum tidak simetris
- Sulit menelan air
- Gerak separuh anggota badan tiba-tiba melemah
- Sulit berbicara hingga tidak nyambung ketika diajak berbicara
"Selain itu, gejala stroke yang bisa diketahui itu rasa kebas, baal, atau kesemutan pada separuh tubuh, pandangan salah satu mata menjadi rabun atau kabur, dan munculnya sakit kepala hebat secara tiba-tiba," ujar dr Rasyid.
dr Rasyid menambahkan, gejala sakit kepala pada pengidap stroke muncul mendadak dan belum pernah dirasakan sebelumnya. Selain itu, pengidap stroke umumnya juga mengalami gangguan fungsi keseimbangan seperti tremor dan sempoyongan.
"Jika seseorang mengalami gejala-gejala tersebut, penting untuk bisa segera pergi ke rumah sakit terdekat. Hal ini dilakukan untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan secara cepat dan tepat," pungkasnya.
(elk/naf)