Ramai Suplemen Magnesium Disebut Bisa Bikin Tidur Lelap, Ini Penjelasan Ahli - detik
Ramai Suplemen Magnesium Disebut Bisa Bikin Tidur Lelap, Ini Penjelasan Ahli
Jakarta -
Suplemen magnesium tengah ramai digadang-gadang bisa membantu tidur lebih nyenyak, di samping melatonin. Tapi benarkah seefektif itu?
Selain dikenal penting untuk kesehatan tulang dan fungsi otot, magnesium mulai banyak dilirik sebagai 'suplemen tidur'. Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa suplementasi tetap perlu dilakukan dengan bijak.
"Magnesium relatif aman karena tubuh memang membutuhkannya untuk bertahan hidup," ujar Chelsie Rohrscheib, PhD, seorang ahli tidur dan neuroscientist, seperti dilansir Women's Health Mag.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ia menambahkan, "Sebelum mulai mengonsumsi suplemen atau obat apa pun, konsultasikan dulu dengan dokter untuk memastikan tidak menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang atau berinteraksi dengan obat lain yang sedang dikonsumsi."
Magnesium sendiri merupakan mineral yang membantu lebih dari 300 enzim menjalankan berbagai reaksi kimia di dalam tubuh. Perannya cukup luas, mulai dari membantu mengontrol gula darah, mengatur tekanan darah, memproduksi energi, hingga mendukung kontraksi otot dan menjaga detak jantung tetap stabil.
Benarkah Magnesium Bisa Membantu Tidur?
Menurut sejumlah penelitian, ya, ada kemungkinan. W. Christopher Winter, MD, spesialis tidur sekaligus penulis 'The Sleep Solution', menjelaskan bahwa magnesium berperan dalam berbagai proses tubuh yang mengubah protein menjadi zat kimia yang membantu seseorang mengantuk. Selain itu, mineral ini juga membantu menenangkan sistem saraf sehingga tubuh dapat bekerja lebih efisien.
Magnesium diketahui berperan dalam relaksasi otot dan fungsi saraf. Mineral ini juga membantu tubuh menjaga kadar GABA (gamma-aminobutyric acid), neurotransmiter yang bertugas 'mematikan' sinyal kewaspadaan sehingga tubuh lebih siap beristirahat.
Tak hanya itu, magnesium juga dapat membantu meningkatkan kadar dopamin, zat kimia otak yang berkaitan dengan suasana hati.
"Secara keseluruhan, magnesium bisa memberikan efek menenangkan pada tubuh," kata Dr. Winter.
Efek tersebut mungkin menjelaskan mengapa magnesium juga dikaitkan dengan perbaikan gejala kecemasan pada orang yang rentan mengalami kecemasan, termasuk kecemasan terkait PMS pada perempuan, seperti ditunjukkan dalam penelitian tahun 2017 yang dipublikasikan di jurnal Nutrients.
"Magnesium membantu merilekskan otot, dan karena dapat meningkatkan fungsi neurotransmiter penghambat bernama GABA, hal itu turut mendukung kemampuannya dalam membantu menurunkan kecemasan," jelas Nicole Avena, PhD, neuroscientist, penulis, dan profesor asosiasi ilmu saraf di Mount Sinai School of Medicine.
Tapi tunggu dulu, sebelum buru-buru membeli suplemen, kebutuhan magnesium sebenarnya bisa dipenuhi lewat diet harian. Menurut jurnal di Harvard T.H. Chan School of Public Health, kebutuhan magnesium harian untuk orang dewasa usia 19 tahun ke atas berkisar antara 310-320 mg untuk perempuan, sementara ibu hamil membutuhkan sekitar 350-360 mg per hari.
Kekurangan magnesium dapat memicu berbagai gejala, seperti otot berkedut, kram, kelelahan, depresi, hingga tekanan darah tinggi.
Sumber magnesium alami cukup mudah ditemukan dalam menu sehari-hari, misalnya almond, bayam, susu kedelai, selai kacang, alpukat, pisang, telur, susu, dan yogurt. Karena itu, suplemen biasanya belum diperlukan kecuali memang ada kekurangan magnesium yang sudah terdiagnosis.
Amankah Dikonsumsi untuk Membantu Tidur?
Secara umum, magnesium dianggap aman dikonsumsi dalam dosis cukup.
Dosis harian sekitar 100-350 mg dinilai cukup aman dan biasanya tidak menimbulkan efek samping berarti.
Suplemen magnesium tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari kapsul, bubuk, hingga gummy.
Satu lagi yang perlu dicatat, magnesium sebenarnya tidak diklasifikasikan sebagai obat tidur. Namun, jika dikonsumsi sekitar satu jam sebelum waktu tidur, mineral ini dapat membantu tubuh merasa lebih rileks dan tenang.
Konsumsi berlebihan tetap perlu dihindari. Dosis yang melampaui 350 mg per hari berpotensi memicu efek samping seperti diare. Dalam jumlah yang sangat tinggi-mencapai lebih dari 5.000 mg per hari-magnesium bisa menyebabkan efek keracunan serius, mulai dari gangguan irama jantung, masalah fungsi ginjal, hingga henti jantung.
(hst/hst)