Ada Rahasia di Balik Makanan Aman, Bisa Menentukan Kualitas Hidup di Masa Mendatang! - Viva
VIVA – Banyak orang memilih makanan berdasarkan rasa, harga, atau kemudahan mendapatkannya. Padahal, ada satu faktor penting yang sering luput dari perhatian, yakni keamanan pangan (food safety).
Baca Juga
Makanan yang terlihat segar dan lezat belum tentu aman jika diproses, disimpan, atau disajikan dengan cara yang tidak benar.
Ilustrasi makanan halal
Photo :
- Freepik
Baca Juga
Menurut World Health Organization (WHO), dikutip VIVA Rabu, 1 Juli 2026, ada akses terhadap makanan yang aman merupakan salah satu fondasi utama kesehatan masyarakat.
Makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, parasit, bahan kimia berbahaya, atau racun alami dapat menyebabkan lebih dari 200 jenis penyakit, mulai dari diare hingga gangguan kesehatan yang serius.
Baca Juga
Organisasi tersebut memperkirakan sekitar 600 juta orang di dunia mengalami sakit akibat makanan yang terkontaminasi setiap tahun, sementara sekitar 420.000 orang meninggal dunia karena penyakit bawaan makanan (foodborne diseases).
Lantas, mengapa keamanan makanan memiliki pengaruh besar terhadap kualitas hidup seseorang di masa depan?
1. Makanan Aman Membantu Mencegah Penyakit Sejak Dini
Keamanan pangan bukan sekadar menghindari makanan yang sudah basi. Makanan yang terkontaminasi bakteri seperti Salmonella, Escherichia coli (E. coli), dan Listeria dapat menyebabkan keracunan makanan dengan gejala seperti mual, muntah, diare, demam, hingga dehidrasi.
Menurut U.S. Food and Drug Administration (FDA), kelompok yang paling rentan terhadap penyakit akibat makanan adalah anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pada kelompok ini, infeksi dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius apabila tidak segera ditangani.
2. Cara Penyimpanan Makanan Sama Pentingnya dengan Cara Memasak
Banyak orang menganggap makanan aman selama dimasak hingga matang. Padahal, proses penyimpanan juga memegang peranan penting.
FDA menjelaskan bahwa bakteri dapat berkembang biak dengan cepat pada makanan yang berada dalam "zona bahaya" suhu antara 4°C hingga 60°C. Oleh karena itu, makanan yang mudah rusak sebaiknya segera didinginkan dan tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang.
Menyimpan bahan mentah secara terpisah dari makanan siap santap juga penting untuk mencegah kontaminasi silang, yaitu perpindahan bakteri dari satu makanan ke makanan lainnya.
3. Kebersihan Tangan Menjadi Pertahanan Pertama
Hal sederhana seperti mencuci tangan sebelum mengolah makanan ternyata memiliki dampak yang sangat besar.
WHO menegaskan bahwa tangan yang tidak bersih dapat menjadi media penyebaran berbagai mikroorganisme penyebab penyakit. Karena itu, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum memasak, setelah memegang daging mentah, maupun sebelum makan merupakan langkah sederhana yang sangat efektif untuk mengurangi risiko infeksi.
4. Perhatikan Tanggal Kedaluwarsa dan Kondisi Kemasan
Ilustrasi Makanan Sehat
Photo :
- www.freepik.com
Tanggal kedaluwarsa sering kali diabaikan saat berbelanja. Padahal, informasi tersebut menjadi salah satu petunjuk penting mengenai keamanan produk.
Selain tanggal kedaluwarsa, konsumen juga disarankan memeriksa kondisi kemasan. Kaleng yang menggembung, kemasan bocor, atau segel yang rusak dapat menjadi tanda bahwa produk telah mengalami kontaminasi atau kerusakan sehingga tidak lagi aman untuk dikonsumsi.
Terlebih di Indonesia ada BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) memiliki peran penting dalam memastikan makanan yang beredar di Indonesia aman, bermutu, dan layak dikonsumsi masyarakat. Lembaga ini mengawasi makanan mulai dari tahap sebelum beredar hingga setelah produk dipasarkan.
5. Gizi dan Keamanan Pangan Harus Berjalan Bersama
Makanan bergizi tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak aman dikonsumsi. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menekankan bahwa keamanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pangan sehat.
Buah, sayuran, daging, susu, maupun makanan laut tetap harus ditangani dengan benar agar kandungan gizinya dapat memberikan manfaat tanpa meningkatkan risiko penyakit.
Seperti yang dilakukan BPOM bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) menyelenggarakan Pameran Edukasi Ekosistem Pangan Steril Komersial.
ABC Indonesia turut berpartisipasi dalam pameran tersebut untuk berbagi praktik baik terkait penerapan sistem keamanan pangan dan Program Manajemen Risiko di Perusahaan.
6. Kebiasaan Kecil Hari Ini Berpengaruh pada Masa Depan
Para ahli kesehatan menilai bahwa kualitas hidup tidak hanya ditentukan oleh jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga oleh kebiasaan dalam mengelolanya.
Menyimpan makanan pada suhu yang tepat, memasak hingga matang, menggunakan air bersih, menjaga kebersihan dapur, serta memisahkan bahan mentah dan makanan matang merupakan langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko penyakit bawaan makanan secara signifikan.
WHO bahkan memperkenalkan konsep "Five Keys to Safer Food", yaitu menjaga kebersihan, memisahkan makanan mentah dan matang, memasak hingga matang sempurna, menyimpan makanan pada suhu yang aman, serta menggunakan air dan bahan baku yang aman.
Keamanan Pangan Adalah Investasi untuk Masa Depan
Ilustrasi makanan sehat
Photo :
- Freepik
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat, keamanan pangan sering kali masih kurang mendapat perhatian. Padahal, makanan yang aman bukan hanya membantu mencegah keracunan makanan, tetapi juga berperan dalam menjaga produktivitas, mendukung tumbuh kembang anak, serta mengurangi risiko berbagai penyakit yang dapat memengaruhi kualitas hidup dalam jangka panjang.
Dengan menerapkan kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan sebelum mengolah makanan, memperhatikan cara penyimpanan, memasak hingga matang, dan memilih bahan pangan yang aman, setiap orang dapat melindungi dirinya dan keluarganya dari risiko penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.
![]()
Jalan Kaki Bersama Anak Ternyata Baik untuk Kesehatan dan Hubungan Keluarga
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan berjalan kaki bersama keluarga juga memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental, baik bagi anak maupun orang tua

VIVA.co.id
3 Juli 2026