Sosial Media
0
Terkini
    Home Berita Featured Kesehatan Spesial

    Asma Bisa Berubah Menjadi PPOK? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Paru - TribunHealth

    5 min read


    HEALTHY TALK: Sesak Napas Saat Aktivitas? Kenali Perbedaan Asma dan PPOK. Foto: Tribunhealth.com

    TRIBUNHEALTH.COM - Asma dan penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK sama-sama dapat menyebabkan keluhan sesak napas, tetapi keduanya merupakan kondisi yang berbeda.

    Seseorang yang memiliki riwayat asma mungkin bertanya-tanya apakah penyakit tersebut dapat berkembang menjadi PPOK, terutama jika sering mengalami keluhan pada saluran pernapasan.

    Paparan tertentu dalam jangka panjang juga dapat memengaruhi kondisi paru-paru dan perlu diperhatikan pada seseorang yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

    Pembahasan mengenai hal tersebut diangkat dalam podcast Healthy Talk Tribun Health yang membahas “Sesak Napas Saat Aktivitas? Kenali Perbedaan Asma dan PPOK”. Podcast tersebut menghadirkan dr. Indria Myrcia, SP. P, Dokter Spesialis Paru dari RSUD Bung Karno, Surakarta, pada Sabtu (7/03/2026).

    Baca juga: Asma dan PPOK Sama-sama Bikin Sesak, Ini Perbedaannya Menurut Dokter

    Penderita Asma Bisa Mengalami PPOK

    Dalam podcast tersebut, dr. Indria menjelaskan bahwa seseorang yang memiliki riwayat asma dapat mengalami PPOK apabila terdapat faktor lain yang memengaruhi kondisi paru-parunya.

    Salah satu hal yang disoroti adalah paparan asap rokok dalam jangka panjang yang dapat menyebabkan seseorang dengan asma juga mengalami gangguan PPOK.

    “Bisa. Malah jadi double dia.” ujar dr. Indria Myrcia, SP. P.

    Artinya, seseorang dapat mengalami asma dan PPOK secara bersamaan sehingga kondisi paru perlu diperiksa untuk mengetahui gangguan yang dialami.

    Paparan Asap Rokok Perlu Diperhatikan

    2 dari 3 halaman

    Dr. Indria menjelaskan bahwa PPOK berkaitan dengan paparan yang terjadi dalam jangka panjang, salah satunya asap rokok.

    Paparan tersebut tidak hanya dapat dialami oleh orang yang merokok, tetapi juga oleh seseorang yang sering berada di sekitar perokok dan menghirup asap secara pasif.

    “Pasifnya juga itu tadi. Teman kita yang merokok, terus kita selalu berteman sama dia.” ujar dr. Indria Myrcia, SP. P.

    Karena itu, seseorang dengan riwayat asma perlu memperhatikan paparan asap rokok yang ada di lingkungan sekitarnya agar tidak terus-menerus terpapar dalam jangka panjang.

    Baca juga: Bukan Hanya Rokok, Paparan Asap dan Debu Juga Bisa Picu Risiko PPOK

    Kondisi Paru Perlu Diperiksa dengan Spirometri

    Riwayat asma dan keluhan sesak tidak serta-merta berarti seseorang telah mengalami PPOK karena diperlukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi paru-paru secara lebih jelas.

    Dalam podcast tersebut, dr. Indria menjelaskan bahwa pemeriksaan spirometri lebih direkomendasikan untuk melihat fungsi paru dan mengetahui adanya sumbatan pada saluran pernapasan.

    “Yang membedakan dengan pemeriksaan yang lebih bagus, yang lebih direkomendasikan adalah spirometri.” kata dr. Indria Myrcia, SP. P.

    Dengan pemeriksaan yang tepat, dokter dapat menilai kondisi paru dan menentukan apakah seseorang mengalami asma, PPOK, atau keduanya secara bersamaan.

    Cek artikel dan berita kesehatan lain di

    3 dari 3 halaman

    Google News

    (TribunHealth.com)

    Komentar
    Additional JS