Dokter Ungkap Perbedaan Nyeri Biasa dan Gejala Kanker Tulang - TribunHealth

TRIBUNHEALTH.COM - Nyeri pada tulang atau bagian tubuh tertentu kerap dianggap sebagai keluhan biasa, terutama setelah beraktivitas atau mengalami cedera.
Namun, nyeri yang terus memburuk dan muncul pada waktu tertentu perlu mendapat perhatian lebih.
Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta, dr. Sigit Bayudono, Sp. OT, mengatakan, salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk membedakan nyeri biasa dengan nyeri yang berkaitan dengan kanker tulang adalah perkembangannya.
"Biasanya nyeri yang harus diperhatikan untuk nyeri tulang itu nyerinya progresif. Jadi, dia berkembang," ujar dr. Sigit.
Menurut dia, nyeri yang berkaitan dengan tumor, khususnya tumor ganas atau kanker tulang, cenderung semakin berat seiring dengan perkembangan tumor.
Pada tahap awal, rasa nyeri mungkin masih ringan. Namun, intensitasnya dapat meningkat seiring pertumbuhan tumor yang semakin mendesak jaringan di sekitarnya.
"Awalnya memang kecil, lama-lama tingkatan nyeri, ambang nyerinya akan semakin tinggi," jelasnya.
Dr. Sigit menambahkan, karakter nyeri tersebut biasanya mengikuti perkembangan tumor.
Ketika tumor semakin besar dan menekan jaringan di sekitarnya, rasa sakit yang dialami pasien pun dapat semakin berat.

Nyeri kanker tulang sering muncul malam hari
2 dari 3 halaman
Selain nyeri yang semakin berat, waktu munculnya nyeri juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Dr. Sigit mengatakan, nyeri yang berkaitan dengan tumor tulang kerap muncul atau semakin terasa pada malam hari, ketika seseorang sedang beristirahat.
"Dan nyerinya itu biasanya sering muncul pada malam hari. Jadi, ketika kita istirahat malam hari, dia akan muncul, nyerinya pada malam hari," kata dr. Sigit.
Kondisi tersebut berbeda dengan nyeri akibat aktivitas atau cedera ringan yang umumnya dapat membaik setelah tubuh beristirahat dan mendapat penanganan sederhana.
Karakteristik lain yang perlu diperhatikan adalah respons terhadap obat pereda nyeri.
Menurut dr. Sigit, pada kondisi kanker tulang, nyeri dapat menjadi semakin berat hingga tidak cukup teratasi dengan obat pereda nyeri biasa.
"Kadang nyerinya itu tidak bisa sembuh dengan obat-obatan pereda nyeri biasa," ujarnya.
Pada kondisi tertentu dengan nyeri berat, pasien dapat membutuhkan obat dengan kekuatan lebih tinggi sesuai dengan penilaian dan resep dokter.
Jangan abaikan nyeri yang semakin berat
Dr. Sigit menekankan bahwa nyeri biasa dan nyeri akibat tumor memiliki karakteristik yang berbeda.
3 dari 3 halaman
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak mengabaikan nyeri yang terus berkembang atau memiliki pola yang tidak biasa.
"Nyeri biasa sama nyeri tumor itu sangat berbeda," katanya.
Jika nyeri tulang terus bertambah berat, terutama bila sering muncul pada malam hari, tidak membaik dengan penanganan biasa, atau disertai keluhan lain seperti pembengkakan, sebaiknya segera diperiksakan.
Pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab nyeri secara pasti.
Tidak semua nyeri tulang merupakan tanda kanker, tetapi keluhan yang menetap dan progresif perlu dievaluasi agar penyebabnya dapat diketahui sedini mungkin.
(Tribunhealth.com)