Minum Teh dan Kopi Terlalu Panas Bisa Tingkatkan Risiko Kanker - Times Indonesia

JAKARTA – Kebiasaan menikmati teh atau kopi dalam kondisi terlalu panas ternyata perlu diperhatikan. Studi terbaru dari peneliti Universitas Oxford menemukan kaitan antara konsumsi minuman sangat panas dan peningkatan risiko kanker kerongkongan.
Penelitian tersebut melibatkan hampir 1 juta orang dewasa di Inggris. Hasilnya menunjukkan bahwa suhu minuman, bukan jenis minumannya, menjadi faktor penting yang berkaitan dengan risiko kanker kerongkongan jenis esophageal squamous cell carcinoma (SCC) atau karsinoma sel skuamosa.
Minuman Sangat Panas Jadi Perhatian
Dalam penelitian yang diterbitkan di International Journal of Cancer, peserta diikuti selama sekitar 11 hingga 14 tahun. Peneliti menemukan bahwa orang yang terbiasa mengonsumsi minuman dalam kondisi “sangat panas” memiliki risiko sekitar tiga kali lebih tinggi mengalami SCC dibandingkan mereka yang memilih minuman hangat.
Risiko juga berkaitan dengan frekuensi konsumsi. Peserta yang mengonsumsi enam atau lebih minuman panas setiap hari tercatat memiliki risiko SCC sekitar 71 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengonsumsi lebih sedikit minuman panas.
Menariknya, penelitian tidak menemukan pola serupa pada jenis kanker kerongkongan lainnya, yakni adenokarsinoma. Temuan tersebut membuat peneliti menduga bahwa paparan panas berulang pada jaringan kerongkongan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
Bukan Teh atau Kopinya, tetapi Suhunya
Temuan ini bukan berarti teh dan kopi harus dihindari. Sejumlah penelitian sebelumnya justru menunjukkan bahwa kedua minuman tersebut mengandung senyawa antioksidan dan telah diteliti terkait berbagai aspek kesehatan.
Hal yang menjadi perhatian adalah kebiasaan meminumnya ketika masih sangat panas. Paparan suhu tinggi secara berulang dapat menyebabkan iritasi atau kerusakan pada lapisan kerongkongan yang kemudian berkaitan dengan proses peradangan.
Karena itu, langkah sederhana seperti membiarkan teh atau kopi sedikit mendingin sebelum diminum dapat menjadi kebiasaan yang lebih aman.
Meski demikian, penelitian ini bersifat observasional sehingga menunjukkan hubungan, bukan membuktikan bahwa minuman panas secara langsung menyebabkan kanker. Suhu minuman juga berdasarkan laporan peserta, bukan pengukuran langsung. *(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.