Warisan Rasa Bakso Kikil Manteb Blitar Bertahan sejak 2000 - Viva

Blitar, Beritasatu.com - Di tengah ramainya lalu lintas Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, sebuah kedai bakso sederhana tetap menjadi tujuan pelanggan sejak lebih dari dua dekade lalu. Bakso Kikil Manteb berdiri sejak 2000 dan hingga kini masih dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris di kawasan Blitar Barat.
Dari kejauhan, aroma kaldu sapi yang gurih tercium dari kedai yang berada di tepi jalan tersebut. Menjelang siang, pelanggan mulai berdatangan untuk menikmati semangkuk bakso dengan kikil yang menjadi ciri khasnya.
Usaha tersebut awalnya dirintis oleh orang tua Najib. Kini, Najib melanjutkan usaha keluarga dengan mempertahankan resep yang diwariskan kepadanya. “Awalnya orang tua yang membuka. Sekarang saya yang melanjutkan,” kata Najib sambil menyiapkan pesanan pelanggan.
Meski sudah berpindah generasi, ia mengatakan cita rasa menjadi hal yang tetap dijaga. Setiap hari, sekitar 10 kilogram daging sapi diolah menjadi bakso bertekstur kenyal dan berurat.
Satu porsi juga dilengkapi kikil, mi, bihun, siomay, dan tahu yang kemudian disiram kuah kaldu sapi. Salah seorang pelanggan, Ike, mengaku selalu menyempatkan mampir ketika melintasi kawasan Srengat. “Baksonya enak, ada kikilnya. Pentolnya terasa uratnya, kuahnya juga gurih,” ujarnya.
Bakso Kikil Manteb mampu menjual lebih dari 100 porsi dalam sehari. Pelanggan tidak hanya berasal dari masyarakat sekitar, tetapi juga pekerja yang melintas hingga sejumlah tokoh masyarakat dan mubalig.
Harga yang ditawarkan relatif terjangkau. Satu porsi bakso dijual Rp 15.000, sedangkan gorengan dan lontong masing-masing Rp 1.000.
Di tengah banyaknya kuliner baru yang bermunculan, Najib memilih mempertahankan konsep sederhana kedai keluarganya.
Menurut dia, menjaga rasa dan kualitas bahan menjadi kunci agar pelanggan tetap kembali. “Selama bisa, akan saya pertahankan seperti ini. Rasa tidak boleh berubah,” katanya.
Bagi Najib, usaha tersebut bukan sekadar tempat mencari penghasilan. Bakso Kikil Manteb juga menjadi warisan keluarga yang terus dijaga dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Lebih dari 20 tahun sejak pertama kali berdiri, kedai itu masih bertahan dengan kekuatan yang sama: resep sederhana, harga terjangkau, dan pelanggan yang terus datang.