0
News
    Home Featured Kesehatan Pilihan Polio Vaksin Polio

    Sejumlah Orangtua di Semarang Tolak Anaknya Divaksin Polio, Ini Kata Dinas Kesehatan - Kompas

    3 min read

     Sejumlah Orangtua di Semarang Tolak Anaknya Divaksin Polio, Ini Kata Dinas Kesehatan - Kompas.com

    Kompas Cyber Media

    SEMARANG, KOMPAS.com - Sejumlah orangtua di Semarang, Jawa Tengah (Jateng) menolak vaksin polio yang diadakan serentak mulai Senin (15/1/2024). 

    Padahal, pelaksanaan subpin polio di Kota Semarang tersebut dilaksanakan sesuai dengan surat edaran yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

    Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Semarang, M Abdul Hakam mengaku akan melakukan pendekatan yang lebih informatif kepada warga. 

    "Nanti tim dinas kesehatan dan kawan-kawan Puskesmas Rowosari akan pendekatan lebih informatif lagi," jelasnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (17/1/2024). 

    Baca juga: Penyakit Polio: Penyebab, Gejala, Penularan dan Cara Pencegahannya

    Baca juga: Alasan Sejumlah Orangtua di Semarang Tolak Anaknya Divaksin Polio

    Dia menjelaskan, subpin polio dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kekebalan terhadap polio karena adanya penemuan kasus polio tipe 2 di Klaten dan Jawa Timur (Jatim).

    "Pemberian subpin polio menggunakan jenis vaksin nOPV2 yg berbeda dengan imunisasi polio program," paparnya. 

    Sebelumnya, Kepala Pukesmas Rowosari, Mukti Setiawan mengatakan, sejumlah orangtua menolak anaknya diberikan vaksin polio. 

    "Kita buatkan form tanda tangan penolakan kepada orangtuanya karena tetap tidak mau meski sudah kami edukasi," jelasnya, Rabu.

    Baca juga: Ada Satu Kasus Positif, 127.250 Anak di 26 Kecamatan di Klaten Diimunisasi Polio

    Dia menjelaskan, penolakan tersebut terjadi pada Selasa (16/1/2024). Menurutnya, yang menolak vaksin polio tersebut hanya segelintir orang. 

    "Pas hari pertama tidak ada yang melakukan penolakan. Selasa baru ada," paparnya. 

    Orangtua tersebut menolak vaksin polio karena alasan aliran dan anaknya dianggap tak membutuhkan vaksin. 

    "Mereka mengaku anaknya tetap sehat tanpa vaksin," kata Mukti. 

    Selain soal aliran, sejumlah anak-anak juga tak bisa mengikuti vaksin polio karena sedang sakit dan acara keluarga. 

    "Tapi ada opsi nanti kalau sudah sembuh atau acara keluarga sudah selesai bisa ke puskesmas untuk vaksin polio," paparnya. 

    Baca juga: Klaten KLB Polio, 149.821 Anak di Sleman Bakal Divaksin, Ini Jadwalnya...

    Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
    Komentar
    Additional JS