Bawaslu: 13 Pengawas Pemilu Meninggal, Lebih dari 1.300 Orang Alami Gangguan Kesehatan - inilah
Bawaslu: 13 Pengawas Pemilu Meninggal, Lebih dari 1.300 Orang Alami Gangguan Kesehatan

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Herwyn JH Malonda (ketiga dari kiri) saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Senin (19/2/2024). (Foto: Inilah.com.Reyhaanah A)
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Herwyn JH Malonda mencatat sebanyak 13 petugas pengawas pemilu meninggal dunia sejak hari pencoblosan Rabu (14/2/2024). Data ini masih bersifat dinamis alias masih berpeluang berubah.
"(Data) dari 14 sampai 19 Februari. Saat ini masih proses terus laporannya dinamis masuk ke kami terus," kata Herwyn di Kantor Kementerian Kesehatan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (19/2/2024).
Dia menjelaskan, adanya pengawas pemilu yang tutup usia tak hanya terjadi saat hari pemungutan suara hingga saat ini. Namun, tercatat pula 14 orang pengawas pemilu meninggal sebelum hari pencoblosan Pemilu 2024.
"Dengan rincian 7 orang di 2023, 7 orang dari 1 hingga 13 Februari 2024," kata Herwyn.
Dia juga menerangkan, sejak 2023 hingga hari ni, total ada 1.322 pengawas pemilu yang dalam penanganan kesehatan.
“Sebanyak 177 mendapatkan rawat jalan, 147 rawat inap, dan yang mengalami kecelakaan sebanyak 71 orang,” ujar Herwyn menambahkan.
Bawaslu memastikan uang santunan diberikan kepada pengawas pemilu yang meninggal. Rinciannya, uang santunan sebesar Rp36 juta dan Rp 10 juta untuk biaya pemakaman. Sementara, bagi pengawas pemilu yang mengalami cacat permanen diberikan sebanyak Rp16.5 juta dan cacat atau luka sedang Rp 8,2 juta
