0
News
    Home DBD Demam Berdarah Dengue Featured Pilihan PMI Romadhon Solo Trombosit

    DBD Merebak Saat Ramadan, PMI Kota Solo Kewalahan Penuhi Permintaan Trombosit - BeritaSatu

    2 min read

     

    DBD Merebak Saat Ramadan, PMI Kota Solo Kewalahan Penuhi Permintaan Trombosit

    Kamis, 28 Maret 2024 | 17:17 WIB
    Wijayanti Putri / DIN

    CEO PMI Solo, Sumartono Hadinoto. (Beritasatu.com/Wijayanti Putri)

    Solo, Beritasatu.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Solo, Jawa Tengah, mulai kewalahan memenuhi permintaan trombosit dari rumah sakit yang ada di wilayah Solo raya, menyusul meningkatnya angka pasien demam berdarah dengue (DBD).

    CEO PMI Solo, Sumartono Hadinoto mengatakan, permintaan trombosit dari rumah sakit baik di Solo Raya mengalami kenaikan hingga 100 persen atau dua kali lipat dibandingkan hari normal, mulai awal pekan ini.

    “Biasanya sehari permintaan trombosit sekitar 30 kantong untuk semua golongan darah, tetapi seminggu ini jumlahnya naik menjadi 50 kantong hingga 60 kantong per hari atau dua kali lipat dibandingkan hari biasanya,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (28/3/2024).

    Baca Juga: Ratusan Warga Purwakarta Terserang DBD, 5 Meninggal Dunia
    Sumartono mengakui naiknya permintaan trombosit darah tersebut seiring dengan makin meningkatnya jumlah kasus DBD yang terjadi tak hanya di Solo Raya, tetapi juga di Jawa Tengah. Pasalnya, rumah sakit yang mengajukan permintaan trombosit juga berasal dari Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang.

    “Rumah sakit ini merupakan rumah sakit rujukan DBD, tidak hanya dari Kota Solo dan sekitarnya, tetapi ada juga dari Salatiga dan Semarang,” ungkapnya.

    Di sisi lain, lanjutnya, kondisi pada Ramadan membuat tren masyarakat yang mendonorkan darahnya jauh berkurang dibandingkan hari biasanya. Sehingga hal tersebut berpengaruh terhadap stok darah yang dimiliki PMI Kota Solo.

    “Repotnya di situ, permintaan trombosit naik tetapi kami tidak bisa menyediakan stok banyak karena jumlah yang donor darah berkurang jauh di bulan Ramadan seperti saat ini. Selain itu, untuk memproses darah agar diambil trombositnya saja butuh waktu dua hari, sehingga memakan waktu untuk memenuhi permintaan,” kata Sumartono.

    Karena itu, pihaknya pun semakin menggencarkan upaya untuk bisa menarik masyarakat agar mau donor darah meski di bulan puasa. Bahkan PMI Kota Solo menyediakan buka puasa dan sahur untuk melayani masyarakat yang akan mendonorkan darahnya selama bulan puasa ini.

    “Kami melayani donor darah 24 jam untuk bisa memenuhi kebutuhan stok darah khususnya trombosit. Karena stoknya semakin menipis,” ucap Sumartono.

    Sementara itu, dari data jumlah stok darah PMI Kota Solo per Kamis (28/3/2024) tercatat jumlah stok trombosit (TC) kurang dari 100 kantong, yakni untuk golongan darah A sebanyak 46 kantong, golongan darah B sebanyak 18 kantong, golongan darah O sebanyak 15 kantong dan golongan darah AB sebanyak delapan kantong.

    Jumlah tersebut sedikit meningkat dibandingkan hari sebelumnya yang tak mencapai 50 kantong. Bahkan untuk stok trombosit golongan darah B sempat mengalami kekosongan pada Rabu pagi (27/3/2024).

    Simak berita dan artikel lainnya di
    Google News

    Ikuti terus berita terhangat dari Beritasatu.com via whatsapp

    Bagikan
    Komentar
    Additional JS