Sosial Media
0
Terkini
    Home Featured Kuliner Pilihan Romadhon Sunan Kudus

    Intip Ketan, Kuliner Khas Ramadan Sudah Ada Sejak Zaman Sunan Kudus - Beritasatu

    2 min read

     

    Intip Ketan, Kuliner Khas Ramadan Sudah Ada Sejak Zaman Sunan Kudus

    Selasa, 12 Maret 2024 | 12:58 WIB
    J
    NF
    Intip ketan hanya bisa ditemukan saat Ramadan.
    Intip ketan hanya bisa ditemukan saat Ramadan. (Instagram/Jamaah)

    Kudus, Beritasatu.com - Memasuki bulan suci Ramadan, terdapat makanan khas Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang patut dicoba yakni Intip Ketan. Makanan berbahan dasar beras ketan dengan parutan kelapa yang digosongkan tersebut hanya dapat dijumpai saat momen Ramadan.

    Usut punya usut, di balik rasanya yang gurih, makanan satu ini sudah ada sejak zaman Sunan Kudus ketika menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

    Lokasinya berada di kawasan Masjid Menara Kudus atau tepatnya di pinggir Jalan Sunan Kudus. Bagi masyarakat Kudus dan sekitarnya mungkin sudah tidak asing lagi dengan kuliner legendaris intip ketan.

    BACA JUGA

    Bukan tanpa alasan kenapa makanan intip ketan jadi incaran. Hal itu karena intip ketan hanya dapat dijumpai ketika awal Ramadan saja.

    Kuliner khas Ramadan di Kudus, intip ketan. - (Beritasatu.com/Jamaah)
    Kuliner khas Ramadan di Kudus, intip ketan. - (Beritasatu.com/Jamaah)

    Sebelumnya ketan dikukus bersama santan, bahan yang sudah siap tersebut digoreng tanpa minyak dan dipipihkan di atas wajan. Hanya membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 2 menit, hingga mengering atau berubah warna kecoklatan atau dalam bahasa Jawa menjadi intip. 

    Untuk menjaga warisan nenek moyang sejak zaman dahulu tersebut, penjual intip ketan pun sengaja berjualan ketika mendekati Ramadan. 

    BACA JUGA

    Mayoritas mereka adalah generasi turun temurun. Seperti Elvina yang merupakan generasi keempat, dia mengaku jualan intip ketan untuk menjaga warisan kuliner khas Kudus. 

    "Jualan di sini ketika momen ini saja. Ini ya dari nenek sudah generasi keempat, iya memang turun temurun," kata penjual intip ketan, Elvina.

    Menggelar lapak sederhana dalam perayaan tradisi sambut Ramadan sejak sore, dalam sehari Elvina bisa menghabiskan sekitar 10 kilogram beras ketan. 

    Gurihnya intip ketan gurih dan nagih selalu dinanti masyarakat Kudus dan sekitarnya.

    Komentar
    Additional JS